Sagara

Sagara
Part 89


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


"Padang?" tanya Sagara meyakinkan apa yang di dengarnya tak salah.


"Seafood saus Padang, Sayang," jelas Aisyah yang tersenyum di balik cadar coklat tuanya dan Sagara bisa melihatnya dari kedua mata Sang istri yang sedikit menyipit.


"Iya, aku tahu. Maksudku kita langsung ke Padangnya?"


Aisyah menggelengkan kepala, dan itu pertanda memang bukan hal tersebut yang di inginkan oleh Aisyah tanpa ia sadar justru membuat Sagara kembali bak kebakaran jenggot ( Padahal punya bukan jenggot tapi....)


"Ya terus ngapain Ke Bandara?"


"Numpang makan, nanti beli Seafood saos padangnya di Resto depan terus kita makan di sana sambil liatin pesawat parkir," jawab Aisyah yang malah bertepuk tangan kecil.


Bukan tak pernah, bahkan ia sudah tiga kali ke luar negeri hanya untuk liburan meski hanya beberapa hari tapi entah kenapa wanita itu hanya ingin melihat nya tanpa menaikinya.


"Kita? kamu aja kali," sahur Sagara yang seolah sedang memantik api.

__ADS_1


"Oh, jadi kamu gak mau? kamu tega liat aku makan sendiri? sekarang udah biasa sih ya dengan alasan sibuk kuliah jadi gak butuh aku!"


"Waduh, kenapa jadi panjang kali lebar gini? aku bercanda loh, Sayang." Sagara yang panik mencoba meraih tangan Aisyah namun segera di tepus oleh wanita itu, tak kasar namun Sagara paham dan langsung menepikan mobilnya.


"Maaf, aku salah lagi ya. Mulut ku emang gak bisa di kontrol nih sekarang, nyakitin kamu terus, maafin aku ya," ucap Sagara, ia melepaskan seat beltnya dan juga Aisyah agar lebi leluasa memeluk istrinya.


"Kenapa kamu jahat sekarang?"


"Kan aku bercanda, Sayang. Mana tega sih biarin kamu makan sendiri kan biasanya sambil nyuapin aku," balas pria itu sembari menciumi pucuk kepala Aisyah berkali-kali.


.


.


Meski merasa aneh dengan sikap Sang istri yang jauh lebih sensitif dan berani marah, Sagara tetap melakukan apa yang di inginkan wanita halalnya. Mereka pergi ke salah satu Resto depan Bandara untuk membeli beberapa menu makanan termasuk Seafood saus padang. Usai itu keduanya kembali melanjutkan perjalanan yang benar benar kearah Bandara. Hati yang senang begitu dirasakan oleh Aisyah saat turun dari mobil dan di gandeng oleh Sagara, semua yang mereka beli tentu di bawa oleh pria tersebut, ia tak akan membiarkan Aisyah ikut menenteng barang belanjaannya.


Sesuai dengan rencana awal, Sagara langsung meminta izin pada pihak Bandara untuk melakukan apa yang di inginkan oleh istrinya, untung saja ia adalah keturunan Singa, jadi semua semudah membalikkan telapak tangan.

__ADS_1


"Ayo, mau makan dimana? tapi jangan terlalu deket ya."


"Disitu aja gimana?" tunjuk Aisyah yang di jawab anggukan kepala tanda suaminya setuju sebab dirasa itu aman untuk mereka sebab apapun bisa terjadi jika jari Mak Othor iseng.


"Ok, ayo. Aku juga lapar," kekeh Sagara, nyatanya saat memesan makan tadi perutnya langsung melayangkan demo.


Pasangan suami istri yang sudah melewati waktu kebersamaan lebih dari 365hari itupun duduk di salah satu kursi besi panjang, tapi saat Saga baru mau meletakkan barang belanjaannya malah justru di cegah oleh Sang istri dan itu membuat Sagara menautkan kedua alisnya.


"Kenapa lagi, Sayang?" tanya Sagara.


"Disana aja yuk, aku mau makan di atas rumput," pinta Aisyah sambil kembali menunjuk ke salah satu arah.


"Ngapain? disini aja, Sayang. Disana deket banget, aku ngeri."


.


.

__ADS_1


.


Aku mau disana! aku mau liat pesawatnya maju mundur terus terbang...


__ADS_2