
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Aisyah yang memilih pesawat yang mirip dengan buatan Amma pun kini luar biasa bahagia, rasanya puas meski harus menunggu beberapa waktu.
Kini, ia bisa makan sambil melihat Pesawatnya sendiri yang maju mundurnya suka suka Aisyah.
"Ayo habiskan dulu makananmu, Pesawatnya gak akan kabur kok," ledek Sagara yang langsung mencium pipi kanan istrinya yang tertutup rapih hanya kedua mata dengan bulu yang lentik yang terlihat oleh Sang suami.
Aisyah menoleh lalu mengangguk pelan, semua makanan di depannya saat ini memang belum tersentuh sama sekali saking betahnya melihat Si Burung besi yang terparkir di hadapan nya.
"Bener-bener kaya yang aku makan ya? kepalanya merah," kekeh wanita itu jika ingat Amma yang begitu rajin dan perduli padanya.
"Hem, saja juga gak kaya SosTel aku?" tanya Sagara yang merapatkan duduknya.
__ADS_1
Ia ingat, bagaimana semalam Aisyah menyuguhkan Mie keriting yang begitu nikmat hingga rasanya tak cukup sekali, karna usai melakukan kewajiban mereka pun melakukannya lagi sebelum sarapan di depan Pesawat.
"Enggak, pesawatku lebih runcing ujungnya," jawab Aisyah jujur dan itu membuat tawa Sagara pecah hingga keluar air mata sedangkan ia yang malu terus mencubiti paha suaminya.
"Bu guru sekarang mesum ya."
.
.
.
"Kita nginep?" tanya Aisyah saat mobil suaminya sudah terparkir di garasi besar. Ada beberapa kendaraan mewah lainnya juga di sana yang tak di ketahui oleh Aisyah milik siapa saja.
"Kita makan malam disini, masalah nginep atau enggak terserah kamu," jawab Sagara, di banding di kediaman Pradipta Aisyah memang lebih betah di Rumah utama karna disana jauh lebih banyak orang jadi suasana lebih ramai, jadi tak salah jika ia sering merajuk kalau tau suaminya pergi ke bangunan itu sendiri padahal hanya mampir sebentar sepulang kuliah.
__ADS_1
Pasangan suami istri itu pun turun dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah, ada Mommy yang baru saja turun dari tangga yang melingkar mewah, senyumnya jelas terlihat bahagia padahal ia tahu jika cucu dan cucu mantunya akan datang.
"Sayangnya Mommy, ayo duduk dulu," ajak wanita baya itu, tak perduli berapa umurnya namun limpahan harta dan cinta membuatnya selalu bahagia dan nampak muda energik.
Aisyah pun menurut, ia ikut dengan Mommy ke teras samping. Karna tak ada mama mertua jadilah hanya wanita itu tempat Aisyah berkeluh kesah jika ada yang mengganjal dalam hatinya.
Tapi tidak dengan Sagara yang memiliki ke dapur bersih untuk mencari minuman, ia biarkan dua wanita kesayangannya itu bertukar cerita.
Sagara yang sudah mengambil satu minuman di dalam lemari pendingin tak lantas keluar dari dapur bersih, melainkan memilih duduk di salah satu kursi mini Bar yang memang ada di rumah tersebut. Ia menoleh kaget saat merasa bahunya di tepuk pelan oleh seseorang dari arah samping.
"Lagi ngapain?" tanya Daddy, ia senang dengan kedatangan cucu laki lakinya setelah merasa kehilangan anak laki-laki kebanggaannya yang kini sibuk dengan rasa sepinya sendiri.
.
.
__ADS_1
.
Lagi jatuh Miskin....