
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Agam yang sudah pulang dari beberapa waktu lalu tetap memberi rasa tak nyaman untuk SyahRaa. Sebab, ia belum memberikan jawaban apa pun atas pertanyaan atau mungkin lebih tepatnya ajakan ta'aruf pria baik itu. Karna bukan hanya Agam, tapi kakek neneknya pun punya harapan dan keinginan yang sama untuk hubungan mereka kedepannya.
Berkali-kali menarik napas, berkali-kali juga SyahRaa hembuskan tapi tetap tak membuat gadis itu tenang, lamunannya yang jauh ke masa depan yang seolah bertolak belakang dengan inginnya sampai tak sadar jika ada seseorang yang sudah 3 menit duduk di sampingnya.
"Raa--, apa ada masalah?"
Deg...
SyahRaa yang kaget tentu langsung terlonjak sampai dengan cepat ia menoleh ke arah suara yang terdengar jelas di telinga kanannya.
"Kamu, ngagetin aja," cetus kesal SyahRaa yang serasa jantungnya ingin copot.
__ADS_1
Christ yang melihat raut wajah kaget dan kesal yang bercampur satu itu pun malah tertawa kecil sambil meminta maaf sebab wanita yang teramat di cintainya itu benar-benar sangat menggemaskan di depan matanya saat ini.
"Sebesar apa masalahmu, sampai tak sadar jika aku sudah sejak beberapa menit ada disini, hem?" tanya Christ, tak pernah bosan rasanya ia memandang kecantikan alami nona muda Pradipta tersebut.
"Masih tentanng Agam, Christ! pertanyaannya berputar terus di otakku," jawabnya sambil menghela napas berat.
Christ tentu tahu siapa Agam dan mau apa pria itu bahkan semua sudah di ceritakan oleh SyahRaa tanpa terlewat satupun termasuk harapan kakek nenek serta orang tuanya. Ia tak bisa berbagi hal ini dengan siapa pun kecuali dengan Christ yang paham betul perasaannya.
"Sudah punya jawabannya? jika siap, beritahu dia secepatnya, Raa," kata Christ yang masih menyunggingkan senyum padahal hatinya teramat sangat sakit luar biasa.
"Kamu bisa merubah keputusanmu itu."
"Aku mencintaimu!" tegas SyahRaa penuh penekanan.
__ADS_1
"Aku tahu, aku pun sama, Raa. Tapi jika kamu memilihnya hanya dan cukup aku saja yang terluka, tapi jika kamu mempertahankan hubungan ini terlebih aku, akan lain lagi ceritanya. Banyak hati dan perasaan yang kecewa padamu, aku harap kamu paham itu," mohon Christ yang lagi lagi membuat SyahRaa menitikan air mata jika sudah membahas hubungan mereka.
Tak ada ikatan apapun, karna tahu itu semua tak akan berarti apa-apa. Tapi cinta keduanya tak bisa di ragukan lagi di tambah rasa nyaman dan saling melengkapi, mereka sadar jika semakin hari bukan harapan yang sedang di pupuk tapi goresan luka.
"Aku disini, Raa. Aku tak kemana mana, bahagiakan mereka selagi ada, orang tua mana pun ingin yang terbaik untuk anaknya apalagi putrinya seperti kamu. Jangan bingung lagi ya, percaya padaku.".
Bukan SyahRaa nama nya jika tak keras kepala, ia akan tetap menggelengkan kepalanya hanya karna tak ingin melakukan apa yang di minta oleh Christ sebab bukan itu yang di inginkan olehnya juga selama ini, andai pria itu mau, mungkin hubungan mereka tak akan serumit ini. Tapi, keduanya telah berjanji sejak awal bahwa akan jauh lebih mencintai penciptanya bukan ciptaaanya.
.
.
.
__ADS_1
Raa, Tuhan akan perlahan ambil rasa itu dalam hatimu dan pasti akan menggantinya, hingga suatu hari nanti kamu justru tak akan percaya sudah memiliki rasa yang jauh lebih baik dari sebelumnya...