
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Ayam.. Ayam.. Ayam.
Siapa sangka hewan berkaki dua itu menjadi konflik berkepanjangan bagi pasangan Sagara dan Aisyah karna hampir satu hari ini wanita itu merajuk tak mau bicara. Bubur yang dibeli Sagara pun hanya di habisan seperempat saja dengan alasan kenyang padahal aslinya ingin sekali Si bubur di telan beserta mangkok dan sendoknya oleh Sagara di depan matanya, sadis bukan?
"Sekarang mau makan apa lagi?" tanya pria yang kini tak lagi memakai seragam sekolah, Statusnya kini naik menjadi Mahasiswa namun ia tetap saja suami kecil bagi Aisyah mengingat selisih umur mereka yang kurang lebih 4 tahun.
"Terserah!"
"Sayang, tolong jangan keluarkan kata keramat itu, ku mohon," pinta Sagara yang kepalanya langsung berdenyut hebat, dunia serasa ada di pundaknya jika Aisyah melontarkan kata TERSERAH
"Ya apapun itu aku makan, asal jangan di kasih ke ayam lagi," sindir Aisyah.
"Ya ampun, Cantik. Kamu salah sangka. Maksud aku bukan kasih ke ayam, tapi mau pakai ayam atau enggak? kan kamu lagi sakit aku takutnya kamu mau buburnya aja," jelas Sagara yang gemas karna melihat Aisyah yang masih saja merengut kesal.
__ADS_1
"Mana enak sih!"
"Iya, iya. Aku udah gak keitung loh berapa kali minta maaf sama kamu, apa harus aku juga minta maaf sama ayam karna udah bikin kamu kesel, hem?" goda Sagara.
Dan... senyum terukir di ujung bibir Aisyah yang tak kuat saat Sagara terkekeh kecil di depannya. Terlihat bodoh memang jika harus merajuk untuk hal seperti ini karna mereka sudah melewati ujian rumah tangga yang bak badai yang siap menggulung ikrar janji pernikahan mereka yang saat itu masih hitungan bulan. Tapi, Aisyah juga punya hati yang kadang kesal dengan ketidak pekaan suaminya, apalagi Sagara kini lumayan sibuk dan sering menghabiskan waktunya di kampus dengan berbagai kegiatan bersama teman atau banyak berdiskusi dengan dosen, Aisyah tak mengeluhkan itu karna sebelum Sagara tentu ia yang lebih dulu merasakan.
"Aduuuh, cantiknya. Jadi LAPAR kan, ngaduk SosTel sama Mie yuk, Sayang," ajak Sagara sambil menaik turunkan alisnya.
"Apa sih, enggak ah. Kan tadi kamu ngajak makan, ayo," gantian Aisyah yang mengajak sambil bangun untuk berganti pakaian, jika tak begitu ia akan di sergap oleh suami mesumnya.
.
.
Mereka yang kini pergi untuk mencari makan pun belum memutus kan ingin apa, masih berpikir pikir enaknya apa dan dimana tempat yang cukup nyaman karna kadang ada saja yang memandang Aisyah dengan tatapan aneh, padahal hanya ada tambahan cadar sebab gamis yang di kenakan nya yang biasa pada umumnya.
__ADS_1
"Sayang, kita mau kemana lagi nih?, hampir semua udah di lewatin," tanya Sagara yang masih fokus pada jalan di depan kiri dan dan kanan, laju mobilnya sangat pelan karena takut Aisyah meminta berhenti mendadak.
"Iya, ya. Aku juga masih bingung mau makan apa, yang rasanya rame dan bikin nagih gitu," jawab Aisyah yang belum mendapat ide menu makanan padahal satu persatu sudah di sebutkan oleh Sagara tapi wanita itu masih menggeleng kan kepala.
"Di depan aja belok kiri," titah Aisyah tiba tiba.
"Di depan belok kiri? bukannya itu arah Bandara?" tanya Sagara bingung dengan arah yang di tunjuk istrinya.
.
.
.
Iya, kita makan seafood saus padang..
__ADS_1