Sagara

Sagara
Part 15


__ADS_3

Jam pulang sudah berbunyi. Siswa siswi berhamburan ke luar, seperti biasa orang orang yang suka nongkrong pergi ke belakang tidak peduli pulang kapan yang penting senangnya dulu.


andra dan revan sudah menunggu di warung babeh terkecuali baskara. Dia mengantarkan bella pulang, sementara sagara dia juga pergi, mau ngajak nara bareng tapi gengsi. Tapi ini harus kalau tidak dia bakal diledek malik.


tapi sagara pulang bareng azka dan bodygardnya. Gimana bisa bareng sama nara sedangkan dia di jagain gini.


sagara menoleh ke halte bus, disana ada nara sama temennya Lagi nungguin bus datang. Saat sagara ingin menghampiri sebentar, udah ada malik yang datang menghampiri nara untuk mengajaknya pulang bareng. dan nara tidak bisa nolak dia pun ikut sana malik.


Sagara kali ini bener bener sudah kalah, dia gak bisa meluluhkan hati nara. apa caranya yang salah?.


"sa. Gak mau masuk?". Azka menyadarkan sagara yang tengah melamun dari tadi diliat liat sagara aneh sering bengong mulu.


sagara masuk kemobil menenangkan pikirannya dulu.


......................


"cha tolong dong maaf anterin pesanan ini ke no 14 ya. Aku mau ketoilet dulu". ucap nara sambil mengatur napasnya.


"ra kamu kambuh?. istirahat aja dulu ya jangan terus kamu yang nganterin". icha kawatir nara akan tambah parah setelah ini.


nara tersenyum lalu mengambil inhalernya dan pergi ke toilet. Icha gak tenang saat nganterin pesanan icha gak sengaja menabrak pelanggan dan minumannya tumpah ke baju pelanggan.


"lo tuh bisa gak sih jalan tuh liat liat!!".


"maaf maaf. Saya gak sengaja maaf". Icha mengambil tisu buat ngelap bajunya tapi di tepia olehnya.


"baju gue tuh mahal. Lo bisa gantinya hah!!".


nara mendengar ada keributan itu pun keluar dari toilet dan menghampiri icha.


"cha ko sampai ke gini. Kamu gak papa?". Tanya nara pada icha yang terus tertunduk. Tiba tiba pelanggan yang gak sengaja icha siram itu tertawa sambil bertepuk tangan.


"ternyata lo seorang barista?". Lagi lagi cewek itu tertawa. Nara kaget setelah mengetahui cewek itu adalah kezia mantan dari sagara. Kenapa bisa kebetulan gini ketemu sama dia.


nara mencoba untuk berani mendekat "terus kalau aku seorang barista kenapa emang?,toh bukan kamu juga yang bayarin".


"ra udah. Gue yang salah". Icha mencoba memisahkan mereka .


kezia tersenyum smirk "berani ya lo sama gue?. Udah gitu lo perebut pacar orang lagi gak tau malu".


nara bener gak mau nyari masalah sama kezia. Ini bukan waktunya berdebat, nara menghiraukan omongan kezia.


"udah ya, aku gak mau nyari masalah sama kamu. Itu air cuman air dingin bukan air panas jadi gak akan membuat kamu luka maaf ya kita permisi". Nara membawaa icha pergi dari sana.


awas ya lo. kalau gak ada orang disini udah gue jambak tuh muka lo.


batin kezia. dia udah panas pengen nyiram balik ke mukanya tapi sutuasi yang gak mendukung yang ada dia malu.

__ADS_1


Setelah kezia pergi semunya menjadi normal kembali. dan barista yang lainnya juga memulai aktivitasnya masing masing.


"ra ko lo ngelawan dia sih. Kamu gak takut?". Tanya icha khawatir, nanti di sekolah dia di apa apain.


" selagi masih sama sama makan nasi, ngapain harus takut cha".


"udah ya gak usah khawatir". Nara tersenyum menepuk nepuk pundak icha pelan.


Tetep saja icha khawatir belum tau aja kalau kezia bakal nekat kelakuin apa aja kalau ada yang berani mengusik dia apalagi bersangkutan dengan sagara.


Karena ada pesanan uanh datang mereka kembali bekerja dan melupakan apa yang terjadi hari ini.


......................


malamnya seperti biasa sagara menyelinap keluar rumah dan membawa motornya diam diam. Kali ini motornya yang di sita sudah dikembalikan, tetapi sekolah masih sama mobil azka berserta pemiliknya dan bodygard yang setia menjaga kedua bocah ini.


Setelah berhasil lolos dari bodygardnya beserta aman dari abimanyu dia pergi ke warung babeh.


▪︎▪︎▪︎


sampai di perkarangan warung seperti biasa sagara menyapa temen temennya dan temen yang lain.


"gini nih anak bandel bisanya keluar malam doang. Diam diam pula". Ucap baskara sambil nyemil ketang goreng yang disuguhkan babeh.


"bct".


"berhasil pala lo. Cara baskara tuh salah anjir, dia malah takut sama gue. mending jadi diri sendiri aja kalau gitu". Ucap sagara kesal.


baskara, revan dan juga andra tertawa setelah mendengar ucapannya. Sagara bengong melihat ketiganya ketawa kenapa.


"ngapain lo bertiga ketawa?".


"beneran nara takut sama lo?". Revan bertanya tapi masih tertawa.


sagara mengangguk sambil melihat sinis pada ketiganya yang menertawakannya.


"udah ah capek sakit perut gue". Ucap andra lalu mengambil segelas air minum.


"siapa juga suruh kalian ketawa".ucap sagara kesal.


tida lama dari itu malik sama kawan kawannya datang. Otomatis yang ada di warung babeh itu pada berdiri semuanya karena tidak suka dengan kedatangan malik. Karena tempat warung babeh ini hanya orang orang tertentu, terkecuali gengnya malik berserta maliknya.


"mau ngapain lo kesini, mau nyari masalah lagi? Hah!!". Ucap seorang laki laki yang kesal kepada malik dan tidak terima dia ada disini.


Malik tersenyum. dan manusia manusia yang ada di warung babeh itu jijik melihat malik tersenyum. So ramah!


"sa, lo butuh uang gak?". Tanya malik so akrab

__ADS_1


"kenapa emang?". Jawab sagara menatap malik ketus.


"asa event balapan motor hadiah nya lumayan. Kalau lo mau lawan gue".


sagara menoleh keteman temannya dan mereka bertiga mengangguk semangat lalu tersenyum.


sagara sebenernya males, tapi dia juga butuh uang sih. Soalnya uang simpanan hasil balapan udah mulai abis.


Sagara dari dulu gak pernah di kasih uang jajan sama papanya. Dikasih pun kalau papanya ingat dan mau ngasih, sagara tidak mau minta apa apa. Uang jajan yang sagara hasilkan itu dari hasil balapan, Kalau ada event. Jadi ini kesempatan sagara buat menerima tawaran malik.


dengan sumringah temen temen sagara berdiri dan mengikuti sagara pergi bersama malik.


sampai di jalan jayamura tempat orang orang balapan, disana udah banyak sekali orang yang bersorak menonton aksinya balapan motor yang lain.


Sagara dan malik siap siap buat join event ini.


"lo pasti menang sih sa tahun kemaren juga lo menang ngalahin malik". Ucap andra menyemangati sagara sambil memakaikan helm pada sagara, dan baskara memakaikan baju pemangan untuk sagara biar aman tidak terjadi apa apa.


sagara tertawa tingkah laku temen temennya aneh tiba tiba memperlakukannya seperti raja kaya gini.


"ko lo ketawa sih di semangatin loh ini bukannya bilang makasih". ucap basakara kesal


"haha iya iya makasih ya sayang sayangku udah nyemangatin aku". Jawabnya


"najis!!" ucap ketiganya bersamaan


kini giliran malik dan sagara yang bertaruh mereka berduapun beralih ke jalan. Keduanya udah menggrung grungkan motornya bersiap untuk melajukan motornya masing masing.


gadis di garis start itu menghitung dari 3. Sampai di kehitungan ke satu. Malik dan sagara langsung melaju dengan cepat sampai kembali ke garis finish.


saat di pertenhan jalan sagara hampir saja menabrak seoranv cewek yng sedang menyebrang. dan cewek itu berteriak ketakutan. Tapi untungnya sagara bisa mengeremnya menahan untuk berhenti meski ban motornya kena sedikit ke kaki cewek itu.


"argh! Anj!". sagara mengumpat karena sudah ketinggalan jauh sama malik otomatis sagara bakal kalah kali ini. Diapun turun dari motornya dan melepaskan helmnya, lalu nyamperin cewek yang nyaris tertabraknya.


"lo kalau mau nyebrang liat liat dulu. Kalau nyawa lo kenapa napa gimana?. Gue juga yang harus ganti rugi. Mana gak punya uang lagi". Omelnya tidak berhenti kepada cewek itu.


Cewek itu mendongkak setelah mendengar suara yang ia kenal dan benar saja dia sagara. yang nyuruh sebangku sama dia.


"Nara?". Ucap sagara. Nara berjongkok dan asmanya kambuh segera dia mengambip inhalernya si kantongnya. Sagara merasa bersalah lalu ikutan berjongkok.


"maaf ya gue jadi marah marah. Padahal gue yang salah". Ucapnya. Tapi Nara malah menangis melihat sagara.


sagara tau pasti dia shok sama kejadian tadi , sagara makin merasa bersalah kalau gitu. Diapun mendekat dan memeluk nara dan mengusap kepala nara di dekapannya. Meski canggung, nara terisak di pelukan sagara, nara gak sadar kalau sagara memeluknya.


"maaf ya ra maaf". Ucap sagara yang terus mengusap kepala nara pelan.


......................

__ADS_1


__ADS_2