
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Agam yang masih di kediaman Pradipta semakin tak kuasa menahan rasa kagumnya pada Sosok SyahRaa, si nona muda yang begitu cuek dan dingin jika sedang dengannya namun sangat manja dan menggemaskan jika bersama keluarganya terutama dengan PanDanya.
Seperti sekarang, tatapan pria itu gak lepas dengan hati terus berdoa agar gadis cantik di depannya saat ini bisa menjadi masa depannya, seperti apa yang ia harapkan saat bertemu lalu jatuh cinta pada Pandangan pertama.
"Nak Agam, kopinya dingin loh," kata Kakek yang mengagetkan cucu dari Kyai yang sangat di segani itu.
"Ah, kakek. Ya ampun," balasnya sambil mengusap dada sendiri lalu kedua nya terkekeh bersama.
"Lagi liatin SyahRaa ya? apa kalian sudah mengobrol lagi?" tanya kakek, waktunya begitu sempit karna esok pagi mereka akan pulang ke kota asal.
"Belum, Kek. Sulit sekali mendekatinya. Pesan saya saja jarang di balas," jawab Agam yang malu ketika berkata jujur namun begitu kenyataannya.
Jika Agam terlihat serba salah, lain halnya dengan Kakek yang senyum nya mengembang lebar di sudut bibir, pria baya itu tak menyangka jika SyahRaa dan Agam sudah bertukar nomer ponsel.
__ADS_1
"Sabar, mungkin SyahRaa sibuk. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di kamar untuk mengerjakan tugas kuliahnya," kata kakek yang mencoba menengkan perasaan Agam jangan sampai anak muda tampan soleh itu merasa di abaikan oleh SyahRaa.
"Iya, Kek, saya paham."
Tapi, apa yang di katakan Kakek salah besar karna bukan itu yang terjadi, SyahRaa betah di dalam kamar karna ia selalu setia menunggu kabar dari Christ di tengah kesibukan pria tersebut, satu pesan yang di balas meski satu jam kemudian saja sudah mampu membuat hati SyahRaa layaknya ada di tengah taman bunga.
.
.
.
"Siang, Mas," jawab Aisyah yang tanpa senyum
"Kamu kenapa? ada masalah, hem?" selidik Sagara lagi sembari menangkup wajah cantik ibu dari dua anaknya dengan tangan lalu sekilas mencium bibirnya yang jika dalam kamar tentu istrinya itu tak memakai cadar.
__ADS_1
"SyahRaa gimana? sama Agam gak ada tanggepan, sama temennya itu juga udah kaya main petak umpet, pusing aku, Mas. Sedang kan Ayah dan Ibu seakan antusias sekali dengan Agam," kata Aisyah yang lalu berjalan ke arah ranjang dan duduk di tepiannya.
"Sabar ya, Sayang. Aku paham perasaanmu, aku juga paham jadi Ayah dan juga Ibu, mereka pasti senang dan bangga karna salah satu cucu Kyai tertarik pada SyahRaa, mereka juga ku yakin sangat khawatir takut jika--," ucap Sagara yang memotong ucapannya itu karna ia memang merasa ada yang di sembunyikan oleh putrinya.
"Jika apa, Mas?" tanya Aisyah dengan dahi mengernyit.
"Jika SyahRaa menolak Agam dan memilih teman laki lakinya tersebut."
"Iya, tapi siapa? aku benar-benar penasaran sekali, sedangkan ku lihat SyahRaa sudah terlalu nyaman dengan temannya itu, Mas"
Ya, Chris memang memang memberi pengaruh yang baik pada SyahRaa, ia jadi jarang keluar rumah dan semakin rajin mengerjakan tugasnya dan juga kewajibannya, itulah yang Aisyah tahu selama ia memperhatikan si sulung di rumah, jadi tak salah jika wanita bercadar tersebut sangat sangat penasaran dengan sosok teman putrinya hingga ia ingin bertemu untuk sekedar mengatakan Terima kasih.
.
.
__ADS_1
.
Biar ku cari tahu nanti siapa Christ....