Sagara

Sagara
Part 108


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Siapapun tak akan ada yang berhasil menenangkan perasaan seorang anak yang sedang merindu orang tuanya. Setiap kata dan penyemangat seolah masuk kuping kiri lalu keluar kuping kanan, begitu pun yang di rasakan oleh Anti tapi ia tak membantah atau melawan semua ia dengar dengan baik meski jarang sekali ada orang yang sampai berhasil membuat ia tenang.


"Doa siapa pun akan sampai pada Tuhan, Anti. Kamu jangan takut. Asal tulus dan benar-benar khusuk memintanya," ucap Aisyah yang ikut sedih, ia tak bisa bayangkan jika harus hidup tanpa ibu.


"Anti tahu, Mbak. Terima kasih sudah sering menampung Anti disini. Anti tak akan melupakan semua yang kalian beri dan lakukan pada Anti dan Ayah."


"Sudah lah, itu tugas kami sebagai Saudaramu," balas Aisyah. Ia menghapus air mata yang masih mengalir dari mata hingga pipi saat Anti mengurai pelukan.


"Do'akan Anti bisa punya jodoh seperti Kak Saya ya," ucapnya dengan kekehah kecil.


"Kenapa? kenapa dengan suamiku?" tanya Aisyah yang kembali panik.


"Karna tanpa ia beritahu, matanya sudah jelas jika dia sangat mencintai, Mbak. Selamat berbahagia ya untuk kalian, Mbak Aish, Kak Saga dan calon keponakanku."


.

__ADS_1


.


.


Cek lek


Usai mengobrol dengan Anti, Wanita berbadan dua itu kembali ke kamarnya. Ada Sagara yang duduk bersandar sambil memainkan ponselnya, pria yang masih sedikit kesal itu tak menoleh meski mendengar pintu terbuka.


"Saga--," panggil Aisyah yang berdiri di tepi ranjang dengan suara pelan saat menyebut nama suaminya barusan.


"Hem," sahut Sagara tetap fokus pada layar ponselnya yang ternyata sedang bermain game online.


"Cemburu? kamu dari tadi marah-marah, diemin aku itu karna cemburu? cemburu sama siapa?" Sagara langsung memberondong banyak pertanyaan karna ia merasa tak melakukan apapun sejak sampai di rumah mertuanya ini.


"Aku cemburu pada Anti, aku--, aku tak suka dia menyentuhmu dan aku marah saat kamu sampai memimpikannya," jelas Aisyah, ternyata diam dan menunggu tak bisa menyelesaikan masalah.


"Anti menyentuhku?"

__ADS_1


"Iya, bukankah dia mencubit mu?" tanya Aisyah.


Sagara yang baru ingat akan kejadian awal pertama ia bertemu Anti pun memang membenarkan hal tersebut, ia di cubit karna meledek gadis remaja berponi tersebut dengan menyamakannya dengan salah satu kartun. Di rasa katanya itu adalah adik sepupu istrinya tentu Sagara mencoba mengakrabkan diri namun ternyata di salah artikan oleh Aisyah padahal wanita halalnya itu tahu jika selama ini ia selalu menjaga jarak dan pandangan pada lawan jenis, terlebih setelah kejadian ia di lecehkan oleh Tata, sahabatnya sendiri, Sagara kadang bingung sendiri harus percaya pada siapa lagi saat itu. Sedangkan dengan Anti ia seolah punya rasa lain, rasa kasihan yang ia tak tahu apa sebabnya karna sampai sekarang Sang istri belum cerita apapun tentang gadis remaja tanggung tersebut.


"Aku yang di cubit, tapi aku yang kamu musuhin, kamu aneh ya sekarang!" cetus Sagara tak habis pikir, tangannya melipat di dada mencoba menantang istrinya.


"Aku kan sudah minta maaf, Saga."


"Dan kamu pikir aku akan memaafkanmu, hem?" tanya Sagara kesal.


"Lalu bagaimana? aku benar-benar menyesal menuduhmu dan Anti, aku mengaku bodoh karna rasa curiga berlebihan itu," ucap lirih Aisyah yang kini mulai terisak karna sudah berderai air mata.


.


.


.

__ADS_1


.


Buka bajumu! biar ku ajari cara minta maaf yang benar.


__ADS_2