
🍂🍂🍂🍂🍂
SyahRaa yang menunggu Christ di parkiran motor langsung bangun dari duduknya, ia menyambut pria itu dengan senyum manis yang membuat Christ juga tak kuasa untuk tak membalas.
Andai bisa, ingin sekali rasanya SyahRaa berhambur kedalam pelukan cinta pertamanya, tapi ia tak mampu. Christ yang punya cinta tulus berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menyentuh SyahRaa sedikit pun, ia tak ingin pria halal untuk wanita itu nantinya tak mendapat semua yang pertama dari SyahRaa, karna cukup cinta dan rindu pertamanya saja yang untuk Christ.
"Semalam tak meneleponku?"
"Sudah, tapi dua kali tak di angkat, aku tak ingin mengganggumu, Raa," jawab Christ yang gemas sekali jika SyahRaa sudah merajuk seperti ini.
"Ada kakek dan Nenek, kami berkumpul sampai selesai makan malam, ponsel ku juga di cash di kamar," jelas SyahRaa yang membuang napas kasar.
Antara Christ dan keluarga ia tak bisa memilih sama sekali, seperti ini saja sudah membuatnya bimbang, apa lagi jika nanti kenal kan.
"Hey, kok melamun? ayo masuk, disini panas," ajak Christ.
Keduanya berjalan seperti teman biasa padahal ada cinta di hati mereka, banyak yang menerka jika SyahRaa dan Christ tengah berpacaran tapi tak sedikit juga yang tak percaya karna tahu benteng mereka tak hanya kasta tapi juga keyakinan. Christ yang aktif di acara acara ibadah kebaktian membuat sangsi beberapa orang, begitu pun dengan SyahRaa yang tahu bagaimana tampilan Nyonya Pradipta yang tertutup.
__ADS_1
"Christ, minggu ini ada acara?" tanya SyahRaa yang sengaja memelankan langkahnya, bahkan Christ tahu jika gadis itu tak akan mau naik Lift untuk sampai di kelasnya, keduanya akan menaiki satu persatu anak tangga agar bisa lebih lama bersama dan bertukar cerita.
"Ada, kaya biasa. Mau ku temani kemana?" tanya Christ.
"Pantai yuk."
Christ langsung menghentikan langkahnya, sadar pria itu berhenti SyahRaa pun melakukan hal yang sama.
"Kenapa? apa karna gak mau satu mobil denganku, hem?" tebak SyahRaa yang sedang mempersiapkan hatinya untuk tidak kecewa saat mendengar jawaban dari pria yang kini saling berhadapan dengannya.
"Tidak, Raa."
Semakin dewasa, semakin semakin cinta dan juga semakin nyaman, ia hanya takut, karna ia pria normal yang pastinya begitu banyak kesempatan yang ada, tak bisa di pungkiri pergaulan kini semakin bebas dan liar jika tak kuat iman pastilah akan terjerumus kedalam hal yang merugikan.
"Ya sudah, kita ke Pantai ya," jawab Christ yang tak bisa menolak juga akhirnya.
Senyum lebar dengan tatapan bahagia jelas terlihat di wajah SyahRaa karna ini akan menjadi perjalanan jauh dan pasti lebih mengesankan bagi mereka berdua selama bersama tanpa ikatan.
__ADS_1
"Nanti aku jemput di tempat biasa ya," kata SyahRaa yang langsung di iyakan, ia tak sanggup menyebut tempat ibadah Christ karna pasti hatinya tercubit sakit.
Langkah mereka pun kini di lanjutkan kembali sampai di depan kelas SyahRaa, jika kebetulan memiliki jam masuk sama, Christ akan mengantar SyahRaa lebih dulu sebelum ia ke kelasnya, jadi tak salah jika mereka sering di sebut juga teman tapi mesra.
"Aku masuk ya, kamu juga langsung ke kelas, gak boleh mampir kemana mana lagi," pesan SyahRaa.
"Iya, Cantik. Masuk sana, aku pergi saat ku pastikan kamu sudah duduk dengan manis," balas Christ yang langsung membuat kedua pipi SyahRaa merona padahal ini bukan yang pertama pria itu melakukannya.
"Iya." SyahRaa pun langsung kembalikan tubuhnya dan masuk kedalam kelas meninggal Christ yang sedang menatap punggungnya dengan perasaan sakit luar biasa.
.
.
.
Tuhan, hidup hanya sekali, tapi kenapa engkau tak izinkan aku untuk bersama wanita yang aku cintai??
__ADS_1