
🍂🍂🍂🍂🍂
Aga yang cekikikan sendiri di ruang tengah membuat Ibun yang tadinya ingin ke dapur membelok kan langkahnya menuju si bungsu, ia yang penasaran langsung duduk di samping putranya hingga bayi besarnya itu terlonjak kaget.
"Kakak sama Adek udah pada punya pacar ya?" tanya Ibun tiba-tiba tanpa basa basi, tatap matanya seolah sedang menyelidik.
Aga yang mendengar hal tersebut tentu langsung menggeleng kan kepalanya.
"Enggak, Aga masih Jomblo loh, Bun," jawabnya polos dan jujur.
Tapi, bukan seorang ibu namanya jika tak punya firasat tentang anak anaknya, sembilan bulan mengandung, berjam jam bertaruh nyawa antara hidup dan mati serta bertahun-tahun di siang maupun malam mengurus sendiri sang buah hati mustahil rasanya jika tak punya ikatan bathin.
"Yakin? Aga punya temen dekat perempuan?" tanya Ibun lagi yang kali ini di jawab anggukan kepala oleh putranya.
"Sedekat apa?" selidik ibun yang semakin di buat penasaran padahal selama ini ia selalu menolak sadar jika AgaSyah sudah beranjak dewasa.
"Sedekaaaat--, Aga sama Ibun kalau di meja makan," jawab nya yang tetap membuat Wanita itu tak paham.
__ADS_1
Tahu jika sang pemilik surganya itu kebingungan, Aga pun menjelaskan hubungannya dan Deeva yang masih di akuinya hanya teman, entah teman seperti apa yang di maksud oleh si bayi besar karna buktinya jika sedang dalam kampus mereka berdua tak terpisahkan.
"Gak pacaran, kenapa?"
"Nanti Aga di gantung Ibun, gimana?" tanya balik putranya yang malah membuat Ibun tertawa gemas.
"Mana tega Ibu gantung anak ganteng, segini gemesinnya," jawab wanita itu sambil mencubit pelan hidung mancung yang mirip suaminya itu.
"Jadi Aga boleh pacaran?"
Ibun yang mendapat pertanyaan itu diam sesaat, ini pertanyaan yang cukup sulit ia jawab tapi ia masih sadar dan tahu diri jika jamannya tak lagi sama dengannya dulu. Tapi, jika ia boleh jujur tentu ingin Aga hanya fokus pada kuliahnya lebih dulu.
"Aga mau kaya PanDa yang sayang banget sama Ibun," jawabnya dengan tatapan penuh harap bisa seperti sosok sang kepala keluarga.
"Aamiin, Ibun doakan semua yang terbaik untuk mu. Ajak dia kemari jika ada waktu," pinta Ibun yang di iyakan dengan aggukan kepala dan senyum lebar oleh putranya.
.
__ADS_1
.
.
Sore hari di akhir pekan yang cukup sepi, Aga datang ke kosan Deeva tanpa memberi kabar lebih dulu, ia memberi tahu gadis itu saat sudah duduk manis di sofa tempat dimana mereka sering mengobrol atau makan bersama menghabiskan waktu.
"Kebiasaan gak bilang kalau mau kesini," omel Deeva sambil menghempaskan BokOngnyA di samping Aga yang tentunya masih berjarak karna jika terlalu dekat biasanya pewaris perusahaan Pradipta itu akan kabur darinya.
"Kenapa? kan tadi pagi Aga udah tanya, terus kata kamu gak kemana-mana."
"Iya, itu kan pas pagi Bayi Ganteng, ini kan udah sore. Ya kali ada pangeran berkuda datang terus ngajak aku makan malam gitu, hayo gimana tuh?" sindir Deeva yang gemas sendiri dengan hubungan tanpa status mereka selama ini.
.
.
.
__ADS_1
Gak boleh! Deeva kalau selingkuh nanti gak Aga kenalin ke Ibun.