
masih di tempat yang sama, nara masih ada di dekapan sagara.
tiba tiba malik datang dan menghampiri sagara sama nara yang sedang berduaan.
"gue kira lo jatoh sa. Ternyata lo malah berduaan disini, berpelukan lagi". Kata malik sambil menggelengkan kepalanya pelan.
sagara melepaskan mepelukannya dan narapun mengusap air matanya dan menoleh ke malik.
Malik kaget ternyata yang di peluk sagara itu adalah nara.
"loh nara ko lo ada disini?". Malik bingung .
mereka berdua berdiri dan nara sedikit menjauh dari mereka berdua.
"lo nangis kenapa ra. Karena saga ya?". Malik bertanya lagi dan mendekati sagara marah sehingga mengangkat kerah bajunya sagara.
Sagara hanya diam dan menatapnya dingin.
"lo apain nara hah?". Malik bener bener marah. Nara kaget atas apa yang malik lakukan diapun menghentikan malik untuk tidak berantem.
"malik udah, aku gakpapa kok. ini salah aku juga".
malik melepaskan sagara dan beralih ke nara dan memegang kedua pundaknya nara.
"lo beneran gakpapa?". Tanyanya sekali lagi memastikan.
Nara menggelengkan kepalanya dan tersenyum canggung,Karena tiba tiba memegangnya kuat.
sagara yang melihat melepaskan tangan malik karena nara terlihat tidak nyaman malik memegangnya kuat.
"lo kalo ke cewe jangan pake otot!!". Ucap sagara dan menarik nara untuk kebelakang tubuhnya.
"terserah gue lah anj!". Bantahnya.
nara kali ini memegang tangan sagara erat dan berada di belangkangnya, Emang takut kalau malik udah marah.
"dia cewe tol**!!".
malik tersadar dan merasa bersalah lalu menghampiri nara, tapi nara menjahui malik.
"kamu kasar banget jadi cowo. Sakit tau pundak aku". Ucap nara tidak mau melihat malik.
"ra maaf ya gue kebawa emosi". Malik terus ingin mendekati nara tapi nara terus menjahui malik. Sagara yang jengkel itupun mendorong malik dan membawa nara ke motornya.
malik mengikuti dan meraih tangan nara untuk minta maaf.
"ra maaf ra gue udah kasar sama lo. Maaf ya".
Nara menoleh ke arah lain tidak mau melihat malik dan melepaskan tangan malik darinya.
"sa boleh anterin aku pulang?". ucapnya pilu
sagara mengangguk lalu memakai helm.
"pertandingan udah selesai. Lo kalah dan gue menang". bisiknya kepada malik lalu menaiki motornya.
"pegang yang erat ra gue ngebut sekarang. Biar gak terkejar".
Narapun menuruti dan memeluk sagara erat.
mereka pun pergi dan sagara menjalankan motornya laju.
Malik mencetak kerikil dengan kesal. "argh!! Anj!!".
"harusnya gue yang menang. bngst". Ucap malik bermonolog sendiri. Dan kembali ke motornya sendiri.
__ADS_1
......................
kembali di tempat di jalan jayamura dimana jalan startnya motor.
Orang orang disana sedang bingung kenapa sagara dan malik tidak kunjung datang.
"gue takut sagara jatoh anjir". Ucap revan khawatir
"apa kita susulin dia kali ya?". Tanya baskara juga khawatir.
tapi saat mereka berjalan ke motor untuk menyusuli sagara tb tb suara motor melaju keperkarangan garis start. Dan penonton bersorak dan bertupuk tangan.
sagara menang dengan membawa cewe di belakangnya. Sedikit kaget sih melihatnya tapi tidak apa sagara udah melewai garis start.
ketiga temennya sagara mehampiri dan terheran heran.
"ko lo bisa bawa nara anjir?". Baskara heran ada nara di belakang sagara.
"panjang ceritanya".
tb tb ada suara motor lagi di belakang, malik menyusul terakhir dan dia kalah. otomatis sagara menerima hadiahnya.
Malik menatap sagara sinis. Dan sagara menatapnya tesenyum.
"tapi keren sih, kata gue juga apa lo pasti menang". Ucap andra
"tidak ada kata kalah di hidup gue, kecuali gue di ambil tuhan". celetuknya seucapnya.
Nara mencubit perut sagara di belangkangnya. sagara meringis sakit baru sadar kalau nara masih ada di boncengannya.
"sakit ra". sagara sedikit menoleh ke nara
"kamu ngomongnya di ambil tuhan mulu". Ucap nara karena dia selalu keinget kakanya yang lagi sakit.
malik yang masih ada disana melihatnya kesal. sagara bener bener menang darinya tapi malik gak akan pernah nyerah dia bakal terus mendekati nara.
......................
sesampainya di rumah nara. tidak lupa dia berterima kasih pada sagara, dan sagara mengangguk pelan. Hendak nara mau masuk rumah sagara meneriakinya.
"Ra!".
otomatis nara berbalik dan meliriknya. Sagara turun dari motornya tidak lupa melepaskan helmnya, diapun menghampiri nara.
"gue lupa mau menanyakan sesuatu sama lo".
"lo tadi kenapa bisa ada di tengah jalan gitu? Lo dari mana?". Lanjutnya menanyakan itu langsung karena penasaran
"cuman lewat aja sa". Ucapnya tersenyum. Sagara mengerutkan keningnya, gak mungkin nara cuman lewat aja pasti ada sesuatu.
"yaudah lo masuk sana gak baik angin malam". Ucapnya meski agak ragu dengan ucapan nara.
Nara tersenyum lalu mengangguk " aku masuk ya, kamu hati hati di jalannya".
Sagara mengangguk sambil mengusap kepala nara pelan "good night ra".
Nara kaget speechless dengan atas perlakuannya pada dirinya. Mukanya memerah lalu masuk kerumahnya.
sagaraa berbalik untuk kembali kemotornya. "tadi gue ngapain sih astaga bikin malu aja". Ucapnya bermonolog sendiri.
diapun menaiki motornya dan pergi dari perkarangan rumah nara.
............................
paginya di rumah. seperti biasa azka, amanda, dan abimanyu sedang sarapan pagi kecuali sagara dia belum turun dari kamar.
__ADS_1
"azka, sagara ko belum turun?". Tanya mamanya lembut
"gatau ma, azka tadi lewat kekamarnya pintunya masih tutup". Jawabnya
"SAGARA!!". teriak abimanyu memanggil sagara supaya dia turun.
Sagara baru saja menutup pintunya untuk keluar papapnya sudah teriak teriak. "sialan, kena omel lagi ni gue". Ucap sagara lalu turun mengahampiri abimanyu.
dan benar saja 'PLAK' tamparan dari papanya itu mendarat di kepala sagara,Tentu saja sagara meringis sakit.
"Berani beraninya ya kamu keluar malam tanpa izin papa!!". bentaknya keras
sagara kaget kenapa papa bisa tau kalau sagara pergi malam malam, diapun melirik azka sinis cuman azka yang tau kalau sagara keluar. Tapi azka menggelengkan kepalanya tidak tau
"kenapa papa bisa tau sagara pergi malam malam". Tanya sagara
'PLAK' lagi dan lagi papanya itu menggeplak kepala sagara keras berulang kali.
"kamu itu tol**, beg* udah tau saya adain bodygard itu buat apa hah! kemaren lusa kamu pergi saya biarin karena temen kamu dalam masalah. Tapi kali ini kamu keluar malam malah balapan motor gak jelas".
"saya sekolahin kamu itu buat jadi anak yang pinter bukan beg* kayak gini". Ucapnya sampai menoyor kepalanya sagara
amanda tidak tega melihatnya lalu mengusap tangan suaminya untuk menenangkan. Tapi ditepis kuat olehnya sehingga amanda terjatuh.
"mama". Sagara kaget lalu membantu amanda berdiri bersama azka
sagara menoleh ke papanya sinis, ini udah keteraluan papanya bukannya sembuh malah makin menjadi.
"Sadar pah, papa itu udah berkali kali nyakitin mama". Kali ini azka bicara tidak tahan kelakuan papanya yang terus menyakiti mamanya.
"papa emang sakit, tapi stop sadarkan diri papa tenangkan diri papa. Kasian mama". Lanjutnya
abimanyu mendekati azka
'plak!'. Tamparan itu mendarat di pipi azka kali ini .
"berani banget kamu sekarang ya!".
abimanyu tertawa. Lalu menendang perut azka tidak segan segan sampe dia terjatuh, abimanyu tidak berhenti dia terus meninjak azka. azka menutupi mukanya biar gak kena injakan papanya itu.
amanda nangis tidak tahan anaknya diperlakukan kayak gitu oleh suaminya sendiri.
sagara marah tidak tahan melihat kejadian pertama kalinya, sebelumnya abimanyu tidak pernah menginjak nginjak dirinya. Tapi ke azka kini lebih parah dari dirinya.
sagara mengepalkan tangannya kuat. bener kesal pada papanya itu.
'Bugh!'.
Pas banget pukuluan itu kena ke pipi abimanyu, sagaralah pelakunya. Abimanyu tersungkur ke lantai dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.
Amanda dan azka terjenghok kaget atas perlakuan sagara kepapaya, sumpah baru kali ini sagara berani memukul papanya. Karena anak mana sih yang mau gitu mukul orangtuanya, tergantung anakya sih.
sagara sadar atas perlakuannya ke papanya. tapi mau marah juga buat apa abimanyu sakit,
Mau seberapa meyadarkan pun gak bakal sadar dia sakit dan gatau sembuhnya kapan.
Kedua bodygard itu hanya bisa memperhatikan tidak mau ikut campur karena ini urusan keluarga.
Abimanyu tertawa mengerikan lalu mengambil pas bunga dan melemparkannya sambil berteriak sehingga menimbulkan nyaring.
tidak lama dari itu abimanyu tertawa. sagara, serta yng ada dirumah memperhatikan abimanyu takut,Tidak berani menghampiri karena takut bakal kena sasaran.
tapi beberapa menit amabinyu berhenti tapi mulutnya terbuka kanyak masih tertawa tapi tidak ada suaranya. abimanyu melirik sagara meminta bantuan. Sagara kaget tidak bisa berkata kata papanya tiba tiba kayak gitu.
"ma ini papa kenapa?". Tanya azka yng juga ikut khawatir.
__ADS_1
......................