
🍂🍂🍂🍂🍂
Usai sarapan, Aisyah mau tak mau meninggal kan Aga di meja makan seorang diri karna orang tua dan suaminya meminta wanita itu untuk cepat ke ruang tengah di lantai atas. Meski si bungsu merajuk tak mau sendirian tapi perintah Sagara adalah yang utama.
"Ada apa?" tanya Aisyah saat sudah duduk di samping sang suami, sedangkan Ayah dan Ibu ada di depannya saat ini.
"Mengenai SyahRaa dan Agam, Nak," ucap Ayah yang langsung membuat wanita bercadar itu menoleh ke arah sang suami. Pasalnya, Aisyah belum cerita apa pun yang kemarin sore di katakan oleh ibunya.
"Mereka--, kenapa?" tanya Aisyah bingung meski sebenarnya ia jauh lebih takut.
"Agam jatuh cinta pada SyahRaa."
Deg..
__ADS_1
Sebagai orang tua, Aisyah dan Sagara pasti kaget. Mereka paham, jika pria seperti Agam tentu tak ada status pacaran, karna hal tersebut tentu di lakukan setelah SAH, yang artinya Halal dalam ikatan pernikahan sebagai suami isteri. Mengingat usia SyahRaa yang masih sangat muda yaitu belasan tahun pastinya sulit untuk Ibun dan PanDa memberi jawaban dan pendapat.
"Lalu?" tanya Aisyah sambil meremat kain gamisnya sendiri, melihat hal tersebut Sagara justru langsung meraihnya untuk di genggam.
"Apa kalian merestui, jika Agam ingin melakukan Ta'aruf untuk SyahRaa?" tanya kakek lagi yang kali ini semakin membuat Aisyah sulit menelan salivanya sendiri.
Aisyah kembali menoleh ke arah suaminya, tapi Sagara tak memberi kode apapun termasuk dari tatapan matanya, hanya ada ekspresi kaget meski akhirnya tersenyum kecil.
Disini, Sagara lah yang paling bingung karna ia penganut aliran nikah muda dan pacaran halal. Tapi, saat itu ia lah sosok laki lakinya, sedang kan kali ini putrinya lah yang di minta menikah, jadi sepertinya hanya Aisyah yang paham jika menjadi SyahRaa.
"Kalian bicara kan saja lagi, Ayah hanya menyampaikan Amanah dari Agam, di terima atau tidak nya, itu hak kalian terutama SyahRaa," kata Ayah yang serba salah mengingat Agam adalah salah satu cucu di Pondok Pesantren tempat Ayah mengajar dan menghabiskan waktu dari remaja sebab beliau juga belajar di sana, jadi sudah hapal dan tahu betul latar belakang Agam seperti apa.
"Aku harus bicara dengan SyahRaa, ini terlalu mendadak. Karna, yang ku pikir kan tentu bukan masalah usianya yang masih muda, tapi--," ujar Aisyah yang sulit meneruskan ucapanya.
__ADS_1
"Tapi apa, Sayang?" tanya Sagara penasaran, sepertinya pria itu sedang melupakan satu hal.
"Mas, bukan kah kita tahu jika SyahRaa punya satu teman dekat laki laki? kita sudah memintanya untuk datang, meski sampai sekarang tak kunjung kemari juga," jawab Aisyah.
"Oh, iya, aku ingat. SyahRaa memang punya satu teman laki laki, Yah. Entah bagaimana hubungan mereka, tapi SyahRaa selalu menegaskan jika cuma berteman saja. Tapi kalau temenan tiap hari Video call ya, Bun?" tanya Sagara, karna saat muda ia tak pernah pacaran, wanita incarannya justru satu rumah dengannya.
.
.
.
Kalau begitu, minta SyahRaa untuk lebih mempertegas hubungannya dengan pria itu agar tak ada salah paham.
__ADS_1