
🍂🍂🍂🍂🍂
Sepulang dari rumah sakit, keduanya kembali meneruskan perjalanan menuju Ibu kota tempat dimana asal Sagara dan juga tempat baru bagi Aisyah. Tak banyak yang mereka obrolkan karna wanita bergamis merah muda itu nyatanya justru terlelap hingga mobil Sang suami sudah masuk kedalam garasi.
Tak tega membangunkan, Sagara akhirnya memilih untuk menggendong Aisyah masuk kedalam rumah dan berlanjut ke kamar mereka. Meski masih muda, tapi tenaganya bisa di perhitungkan apalagi tubuh Aisyah yang Kebetulan ideal.
Sagara meminta satu pelayan untuk ikut dengannya yang berguna membuka pintu kamar nantinya, karena tentu ia akan sulit jika melakukannya sendiri sebab kedua tangannya menopanh tubuh Aisyah agar wanita itu tak jatuh.
Cek lek
"Silahkan, Tuan. Apa Anda membutuhkan sesuatu lagi?"
"Tidak, Terima kasih," sahut Sagara yang masuk kedalam rumah sedangkan pintu di tutup kembali oleh pelayan.
"Pegel juga ternyata, awas yang kalo bangun pokonya kamu yang harus kerja keras," kekeh Sagara, otaknya tak jauh jauh dari penyatuan tubuh yang membuatnya candu.
Aisyah yang sudah berbaring di tengah ranjang di buka Flatshoes dan cadar nya hingga wajah cantik ayu keibuan itu terpancar jelas.
"Terima kasih sudah jatuh cinta padaku," bisik Sagara yang kalimat pernyataan itu terus saja terngiang di telinganya. Padahal sudah tak terhitung berapa banyak gadis yang mengungkapkan perasaannya.
Sagara yang mencium kening dan bibir istrinya sekilas langsung turun dari ranjang. Ia buka jaketnya dan bersiap untuk membersihkan diri lebih dulu. Tapi ponsel yang baru ia raih dari saku membuatnya mengurungkan niat untuk ke kamar mandi.
Data ponsel yang mati kini ia aktifkan kembali, dan munculah beberapa notifikasi entah itu Email, panggilan tak terjawab hingga ribuan chat diberbagai grup serta Chat jalur Pribadi.
Mulai dari keluarga hingga teman teman satu persatu dibaca dan di balas meski singkat padat dan jelas.
Tapi, ada satu pesan yang membuat Sagara membacanya cukup lama karna saking banyaknya, siapa lagi jika bukan Tata sahabat perempuan satu-satunya.
Kesimpulan dari semua chat itu adalah pertanyaan tentang perubahan Saga, dimana Saga dan ada apa dengan Saga. Tapi ada satu hal yang membuat Sagara akhirnya keluar kamar lalu menemui kepala pelayan.
"Ada yang bisa Saya bantu, Tuan?" tanya wanita dewasa berkacamata tersebut pada Tuan mudanya.
"Apa Tata datang kemari? dengan siapa saja?" tanya Sagara langsung tanpa basa basi.
__ADS_1
"Iya, Tuan. Nona Tata sendiri mencari Anda, tapi saya sudah katakan jika Anda sedang ada urusan di luar kota," jawab Kepala pelayan yang memang selalu bisa di andalkan.
Gadis itu hanya berani ke rumah ini, ia tak mau mencari sampai ke Kediaman Pradipta meski dekat dengan Mommy.
Setelah merasa lega, Sagara kembali ke kamar dan ternyata Aisyah sudah bangun, wanita itu tersenyum dengan posisi menyamping, sangat berbeda saat terakhir Sagara tinggalkan yaitu terlentang.
"Sayangnya aku udah bangun?" tanya Sagara sambil naik keatas ranjang, meski manja dan random tapi ia juga tahu kapan saatnya berbalik memanjakan istrinya meski ujung-ujungnya ia juga yang di sayang sayang oleh Aisyah.
"Udah, kamu belum mandi? dari mana?" tanya balik Aisyah.
"Baru mau, tadi kebawah dulu buat mastiin sesuatu." .
"Ada apa? apa ada masalah?" tanya Aisyah lagi yang mau bangun tapi ditahan oleh Sagara.
"Gak ada, cuma kemarin temenku datang," jawab Sagara yang mulai cari gara-gara dan langsung di tepis oleh Aish.
"Ada perlu apa? datangi balik saja, mungkin penting." Aish memberi saran sambil menekan tangan pria halalnya itu yang ingin menyingkap gamis bagian bawahnya.
Aisyah yang kualahan dengan prilaku suaminya pun pasrah. Ia biarkan tangan yang beberapa jam tadi fokus memegang Setir mobil kini beralih meraabAaa bagian-bagian sensitif miliknya.
"Kamu tahu gak?"
"Tahu apa?" tanya balik Aisyah yang sedang mati-matian menahan geli.
"Aku tadi bisikin kalau kamu malam ini harus gantian kerja keras sebagai imbalan, terus kamu jawab iya."
"Imbalan apa? emang kamu abis ngapain?" Aisyah yang panik terlihat sangat lucu dan Sagara selalu suka itu.
"Aku kan abis gendong kamu dari mobil sampai kasur. Berat juga ternyata, pegel banget nih makanya gantian kamu yang harus kerja keras!" jelas Sagara dengan senyum penuh arti.
"Ya udah kalau pegel gak usah, kenapa aku yang harus kerja keras?"
"Hey! curang banget!" cetus Sagara sedikit kesal pasalnya ia sudah mulai terangsang dengan permainan tangannya sendiri.
__ADS_1
"Aku gak inget dan gak sadar, Saga!"
Tak ingin Mie keritingnya di aduk aduk oleh Si SosTel, Aisyah pun kabur dengan cepat dengan cara berlari ke kamar mandi dan itu membuat suaminya berteriak frustasi tak ingin di tinggalkan.
Sedangkan di dalam kamar mandi, Aisyah malah tergelak. Meski ia sudah mandi tapi rasanya tetap tak betah apalagi ada bekas air mata Intan di bajunya, hijabnya pun sempat menjadi lap untuk mengusap keringat anak itu.
Satu persatu pakaian sudah berhasil di lepaskan, dinginnya air shower belum apa apa rasanya sudah menusuk sampai ke tulangnya. Tapi, belum juga Aisyah memulai ritual mandinya suara gedoran pintu pun berhasil mengangetkan.
"Sayang, aku kEbEelet!" teriak Sagara yang cukup nyaring.
"Sayaaaaaaaaaaaang!"
"Iya tunggu," jawab Aisyah, semenjak ia mengatakan cinta, kini Sang suami berganti nama saat menanggilnya dan ia suka itu.
Meski sedikit kesal, Aisyah akhirnya mengambil handuk kimono untuk menutupi tubuh polosnya.
Cek lek
"Apa sih?" tanya Aisyah saat Sagara masuk dengan tergesa-gesa.
"Aku keBeelEt, ih," sahut Sagara sambil membuka pakaiannya dengan cepat lalu menarik tangan Aisyah menuju Bathtup.
"Kok buka semuanya, terus ini mau ngapain kesini?" tanya nya lagi yang bingung, karna harusnya Sagara ke Closed duduk.
.
.
.
.
Kan wadah halalnya, KAMU....
__ADS_1