Sagara

Sagara
Part 117


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂😌


Mommy yang mendapat ancaman luar biasa seperti tadi dari Sagara langsung membulatkan kedua matanya, meski bukan cicit bertama tapi yang ini ia jauh lebih antusias sebab ada keturunan Singa yang mengalir di dalam darah bayi Sagara.


"Jangan macam-macam atau cicilan kudamu akan Mommy naikan dua kali lipat!" ancam balik Si mantan pelakor baik hati.


"Gak apa apa, asal tetep dua Ribu," jawabnya sambil tertawa karna sudah bisa di bayangkan sekesal apa tampang Nyonya besar Pradipta tersebut saat ini.


"Maaf, Tuan. Nona muda sedang menunggu Anda di ruang bersalin," ucap seorang perawat dengan raut wajah aneh karna melihat suami pasien yang akan melahirkan malah cekikikan.


"Astaga!! gue lupa, nih gara gara kuda, kan!"


Tak ingin di amuk oleh istrinya, Sagara berlari menuju ruang bersalin dimana kini Aisyah berada, ia yang sudah banjir keringat sudah tak tahu harus bagaimana lagi.


"Gerah ya, Sayang?" Saga terus saja menciumi kening dan punggung tangan Aisyah meski tak di respon. Ia tahu jika wanita itu sedang menikmati detik-detik ia akan menjadi seorang ibu.


"Gak kuat," ucap lirih Aisyah yang semakik lama rasa mulasnya semakin genjar seakan tak berjeda seperti di awal yang kadang ada lalu hilang, begitu seterusnya.


"Kuat , Sayang. Jangan ngomong kaya gitu ya, nanti aku sama siapa?" rengek Sagara yang kini sudah ikut menangis, bukan seperti suami siaga ia justru seperti seorang bocah yang ketakutan.


Aisyah memang satu-satunya tempat ia pulang dalam segala Kondisi dan keadaan. Tak pernah terbersit dalam hati Sagara akan ada waktu ia di tinggal istrinya, dunianya pasti akan jauh lebih hancur dari Sang Papa.


"Udah telepon Ibu?'" tanya Aisyah yang suaranya semakin pelan bahkan matanya terpejam dan bukan menjawab Sagara malah menjerit histeris sembari memohon pada Aisyah untuk membuka matanya.


Ia takut, benar-benar takut karna bayangan meninggalnya Mama berputar di otaknya lagi.

__ADS_1


Wanita itu, jantung dalam rumah mereka memang pergi dalam pelukan anak dan suaminya.


"Tenang, Tuan. Nona tak apa-apa." perawat yang ikut panik langsung menghampiri untuk menenangkan Sagara namun tak di gubrisnya sama sekali sebab bukan nyawa istrinya saja, melainkan ada buah cinta hasil keringat mereka juga.


Ceklek


Mommy masuk kedalam ruang bersalin tanpa menyapa cucunya, ia fokus pada Aisyah yang terlihat lemas.


"Sudah pembukaan berapa?" tanya Mommy pada team dokter yang ada disana usai melakukan pemeriksa lagi.


"Delapan, Nyonya."


Mommy yang paham dengan perasaan Sagara pun langsung memeluk cucunya itu agar jauh lebih tenang karna Mommt yakin trauma pria itu sedang kembali lagi menghantuinya.


"Aish baik baik saja, kamu jangan khawatir. Do'akan dan beri semangat padanya ya, Sayang," pesan Mommy yang si jawab anggukan kepala oleh Sagara.


"Di luar ada Daddy dan papamu, mau kesana atau tetap disini menemani istrimu?" tanya wanita itu yang harus kuat Deni Sagara, Aisyah dan juga calon cicitnya.


"Disini aja, Mom."


Aisyah yang menjerit karna tak kuat lagi suka sungguh membuat suaminya itu sangat lemas, ia hanya bisa menggenggam tangan Istrinya sambil terus berdoa dan memohon agar Aish kuat.


"Ayo, Sayang. Kamu bisa, kamu hebat dan kamu kuat. Aku disini buat kamu yang sebentar lagi jadi kita ya," bisik Sagara meski di tengah isak tangis.


Aisyah hanya mengangguk pelan, ia tetap merespon apa yang di katakan suaminya walau tetap fokus pada arah dokter, meski sudah di pelajari ternyata kenyataan tak pernah sama dengan teori yang pernah di ajarkan.

__ADS_1


Dan...


Suara tangis bayi pun pecah cukup menggelegar di ruangan bersalin. Semua mengucap syukur karna tak kurang satu apa pun pada Si ahli waris berikutnya dalam keturunan Pradipta.


"Berapa tadi yang lahir?" tanya Sagara.


.


.


Dua, Tuan. Perempuan dan laki laki


🍁🍁🍁🍁🍁🍁



Welcome to Baby SyahRaa MauRahardian Pradipta.



welcome to baby AgaSyah ZeeRahardian Pradipta.


SyahRaa : aiSYAHsagaRA


AgaStyah : sAGAaiSYAH

__ADS_1


__ADS_2