
🍂🍂🍂🍂🍂
"Huft--."
SyahRaa membuang napas kasar saat ingat christ memperlihatkan sebuah kalung yang sejak awal tersembunyi atau entah justru di sembunyikan dengan sengaja di balik bajunya. Sesak sekali rasanya tapi gadis cantik itu tak bisa berbuat banyak karna ia dan Christ tak ada ikatan apapun.
"Aku jatuh cinta, Tuhan. Tapi kenapa engkau membiarkan hati ini jatuh padanya," bathin SyahRaa yang tak terasa caiaran bening menetes dari ujung matanya saat ia pejamkan.
Tak ada yang berubah dari hubungan mereka, pesan chat dan telepon masih di terima dengan sangat baik meski hati SyahRaa seolah hancur berkeping.
Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu membuat gadis cantik itu menoleh, ia mempersilahkan masuk saja siapa pun yang ada di balik benda bercat putih tesebut.
SyahRaa langsung bangun dari baringnya setelah memastikan tak ada air mata di wajah sedihnya sekarang.
__ADS_1
"Kak, kok belum turun buat makan malam?" tanya Ibun saat masuk ke dalam kamar putri sulungnya.
"Belum laper, Bun. Kakak gak makan dulu malam ini gak apa apa kan?"
"Kamu sakit, Nak?" Ibun yang panik mendengar alasan putrinya tentu langsung memegang kening SyahRaa.
"Enggak, Bun. Kakak gak sakit cuma gak laper, males juga liat Aga makan, yang ada aku makin gak napsu nantinya."
"Ish, kamu ini. Ya sudah, Ibun bawakan salad buah saja bagaimana?" tawar wanita yang penampilannya tak berubah sama sekali hingga detik ini, tapi hebatnya itu tak mengurangi cinta dari sang suami yang memiliki umur yang jauh lebih muda darinya itu.
"Hem, boleh deh, tapi jangan terlalu banyak dan jangan ada pisangnya ya, Bun," pesan SyahRaa, ia masih sangat di manja tak perduli kini sudah menjadi seorang mahasiswi.
.
.
__ADS_1
Ibun turun dari lantas atas setelah keluar dari kamar putrinya, tujuannya kini adalah ke ruang makan tempat dimana ada suami dan anak laki lakinya sedang menunggu.
"SyahRaa mana, Sayang?" tanya sang suami sambil menarik tangannya untuk di cium mesra, Sagara selalu melakukan itu untuk bentuk Terima kasih nya karna Aisyah sudah sangat baik mengurusnya dan dua buah cinta mereka.
Hal yang selalu membuat si kembar sangat bangga karna memiliki orang tua yang begitu hangat dan bahagia. Sisi positifnya tentu membuat mereka juga ingin memiliki rumah tangga dan impian pernikahan seperti Ibun dan PanDanya tersebut. SyahRaa pasti butuh sosok pria yang meratukan serta sopan sedang kan Aga juga butuh wanita yang paham dan sabar dengan segala kurang dan lebihnya. Sebab jodoh sejati bukan yang menuntut sempurna namun justru menyempurnakan.
"SyahRaa lagi gak laper, mungkin sudah banyak ngemil," jawab Ibun memberi alasan, jangan sampai ia bilang anak kesayangan suamimya itu tak mau makan karna pasti pria yang sedang duduk manis itu akan langsung kabur ke kamar si sulung untuk melakukan pengecekan.
"Aku mau buatkan SyahRaa salad dulu ya, kalian makan duluan saja." Ibun bangun dari duduknya lalu kemudian bergegas ke arah lemari pendingin untuk mengambil beberapa macam buah potong untuk ia jadikan salad buah salah satu kesukaan puitrinya itu.
"Aga mau Ibun buatkan juga gak?" tawar Ibun pada si bungsu yang di matanya selalu bertingkah menggemaskan meski orang lain kadang jengkel termasuk si cantik dan suaminya sendiri, itulah yang di namakan kasih Ibu sepanjang masa yang akan selalu ada di garda terdepan bagi anaknya.
.
.
__ADS_1
.
Kamu mau aga selesai makan sampe adzan subuh, Bun??