Sagara

Sagara
Season 2


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


"Jangan bergerak!" ancam AgaSyah saat melihat Deva berjingkrak sambil bertepuk tangan kecil.


Deeva tentu sama seperti wanita lainnya yang jika senang atau salah tingkah pasti ada rasa ingin memeluk maupun bermanja sejenak dengan orang yang sudah mememberikan rasa bahagia tersebut. Tapi ia tak bisa melakukannya, ia justru akan di tinggal kabur lebih dulu oleh Aga sebelum ia mendekat ke arah teman tapi mesranya itu, mesra dalam artian keduanya tak lagi malu dan menahan segala bentuk perhatian, sayang dan juga cemburu. Namun, meski begitu Deeva tak pernah tersinggung, justru hal itulah yang membuat wanita yang lebih dewasa 3 tahun dari Aga semakin berkali-kali lipat rasa senangnya sebab bisa dengan puas menggoda ahli waris Pradipta sampai merajuk kesal.


"Pengen peluk kaaaaaa--," rayu Deeva saat Aga menutup wajahnya dengan bantal sofa.


"Deeva mau ya Aga di gantung sama Ibun!"


"Kita di gantung berdua aja," jawab Deeva sambil tertawa.


"Gak! Deeva diem aja," balas Aga dengan gelengan kepala cepat.


Di bercandai seperti itu saja sudah terbukti jika si bayi besar tak ingin Deeva sampai kenapa kenapa.

__ADS_1


"Memamg Aga bilang apa ke Ibun?" tanya Deeva.


"Enggak bilang, Ibu cuma tanya aja."


Aga mulai kembali tenang meski kini duduknya sedikit berjauhan karna sempat di goda oleh Deeva. Ia menceritakan dengan jujur dan polos bagaimana perbincangannya dengan Ibun tempo hari di ruang tengah.


"Aga gak punya pacar, tapi Aga punya satu temen perempuan yang paling deket banget sama Aga, gak ada lagi, cuma SATU," jelasnya penun penekanan di akhir kalimat.


Rasanya, tak berlebihan jika sampai Deeva menggigit bibir bawahnya sendiri saking terharu dan senangnya, karna ia di sebut sebagai satu satunya.


"Aku kan?" tanha Deeva memastikan jika apa yang dipikirannya sama dengan tembakannya kali ini.


"Makasih ya bayi gantengku, udah jadiin aku SATU buat kamu," kata Deeva yang sebenarnya sedang sekuat mungkin untuk tidak menangis sebab meski Aga itu manja luar biasa, ia justru mendapat kenyaman hanya darinya saja, padahal jika di banding kan, semua teman genk motor nya tentu jauh bisa di andalkan untuk meminta perlindungan tapi Deeva butuh seseorang yang bisa menghiburnya karna hidupnya sudah sepi bahkan mati.


"Hem, tapi Aga gak satu, Aga yang KESEKIAN!"

__ADS_1


Deeva yang tak percaya dengan apa yang di ucap kan oleh Aga pun mendekat, ia tak suka dengan tuduhan itu sebab Aga juga satu-satunya untuk Deeva selama ini, ia tinggalkan dunia malamnya hanya demi menemani Aga jika tak ada Ibun di meja makan.


"Kok ngomongnya gitu? Aga gak percaya sama aku?" tanya Deeva sedih.


"Percaya," sahutnya pelan, lalu menarik napas berat.


Deeva yang lega langsung tersenyum namun itu malah membuat Aga merengut sampai memanyunkan bibirnya yang masih perawan.


"Kenapa lagi sih Bayi ganteng ku?"


.


.


.

__ADS_1


Jangan senyum senyum kaya gitu, nanti Aga Khilaf Ih...



__ADS_2