
🍂🍂🍂🍂🍂
"Kak, ayo mendekat, mungkin ada yang ingin kakek sampaikan padamu," titah Ibun pada putri sulungnya yang ada dalam pelukan papa mertua.
Niat hati ingin berlibur dan menghabiskan waktu bersama si kembar, pria paruh baya itu malah harus ikut juga menjenguk sang besan.
"Kakak takut--," jawabnya yang malah menggelengkan kepala.
Semua yang ada dalam ruangan tersebut menjadi serba salah karna kakek terus memanggil SyahRaa, bahkan tangannya sampai di gerak gerak kan dan itu pastinya butuh perjuangan bagi kakek melakukannya.
"Ayo, Sayang. Kasihan kakekmu, justru kakek butuh kamu agar dia punya kekuatan," bisik kakek Zico yang paham betul perasaan sang besan jika ada di posisinya.
Lumayan lama SyahRaa terdiam, lalu akhirnya ia mengangguk juga. Langkahnya yang seperti melayang karna tubuh yang lemas akhirnya sampai juga di tepi ranjang pasien.
"Kek--," panggil SyahRaa setelah ia menghempaskan bokOngNyA di kursi plastik sisi brankar pasien.
Seolah memberi Isyarat lewat tangan, kini satu persatu pihak keluarga keluar dan tinggal menyisakan Kakek dan SyahRaa saja untuk bicara berdua yang entah apa.
__ADS_1
"Ga, ayo," panggil PanDa Sagara pada putra bungsunya yang sedang komat kamit tak jelas sambil berdecak pinggang.
"Aga tuh Gueedee looooh! masa iya gak keliatan?" omelnya lagi.
"Gak usah ngambek, ayo keluar," ajak PanDa lagi yang kali ini sambil menarik tangan Aga.
"Kamu kan lahir belakangan, jadi harus ngalah sama kakak. habis ini kamu yang di panggil kakek untuk bicara, Ok." rayu PanDa Sagara yang tahu jika si bayi besar kesayangan Ibun sedang merajuk.
"Semuanya aja cuekin Aga, udah Deeva, Mas Agam, sekarang Kakek!" adunya.
Mendengar namanya di sebut, Agam yang mendadak jadi pusat perhatian mulai salah tingkah dan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal, dalam hati ia tetap berdoa agar pihak keluarga SyahRaa tak salah paham.
.
.
"Iya, kakak disini, Kek. Kakek mau bicara apa? harusnya kakek sembuh dulu," jawab gadis itu yang masih saja terisak sedih.
__ADS_1
"Kakek sedih, Kak. Kakek takut dan khawatir," ucap pria baya itu yang kedua matanya mulai berkaca-kaca.
SyahRaa yang mendengar keresahan kakeknya langsung mengernyitkan dahi, ia tak tahu dan sangat takut untuk menebak apa yang sedang di rasakan kakeknya saat ini, apalagi yang di panggil terus menerus adalah dirinya saja sedangkan cucunya tentu bukan hanya SyahRaa seorang, ada Aga dan juga tiga sepupunya yang lain, yaitu anak dari paman Rafli.
"Ada apa, Kek? Jangan terlalu banyak yang di pikirkan ya, semua akan baik baik saja, bahkan Kakek akan di pindah ke rumah sakit di ibu kota," jawab SyahRaa yang mencoba memenangkan padahal ia sendiri saja sedang kacau berantakan hatinya.
Tapi kakek tak menjawab, ia menatap lekat kedua mata anak gadis itu dalam-dalam seolah sedang mencari sesuatu sedangkan pikiranya kini jauh melayang memikirkan nasib masa depan cucunya tersebut.
"Nak--, kakek sayang sekali padamu, dan juga yang lain. Tapi hanya kak Ala kakek merasa sangat berat," ungkapnya dengan kedua mata yang berkaca kaca.
"Kenapa? kakak baik baik saja, Kakak disini sama kakek ya," jawab SyahRaa yang masih tak paham dengan alur pembicaraan mereka.
.
.
.
__ADS_1
Kakek sudah tahu semuanya, tentang hubunganmu bersama pria yang tak seiman dengan kita...