
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Masih ada dua hari kebersamaan Aisyah dengan keluarganya di kampung, tentu ia sangat memanfaatkan hal tersebut karna tak bisa memastikan kapan bisa seperti ini lagi.
Kehamilan Trimester kedua dan ketiga pastinya Nona muda Pradipta itu harus banyak istirahat dan tak lagi melakukan perjalanan jauh sampai ke luar kota. Meski di kehamilannya ia termasuk BuMil yang santai dan tak rewel tapi bukan berarti ia bisa melakukan apapun sesuka hatinya. Aisyah harus tahu diri jika bayi dalam kandungannya pewaris dua keluarga besar.
"Jangan bangun," bisik Sagara sambil memeluk istrinya dari belakang.
Seperti biasa, usai melaksanakan kewajiban Sagara akan melanjutkan mimpinya, tapi berhubung pagi ini hujan begitu deras Aisyah pun belum keluar dari kamarnya.
"Tapi aku harus buat sarapan," jawab Aisyah.
"Nih SosTel aku, mau?" tawar Sagara sambil terkekeh di belakang Aisyah, ia ciumi tengkuk wanita halalnya itu sampai Si BuMil harus merasakan geli luar biasa.
"Boleh ku gigit?"
"Nanti kamu juga yang nangis, Sayang." pelukan yang cukup hangat di rasakan Aisyah hingga rasa kantuk justru menyerangnya secara tiba-tiba tanpa bisa di tahan, belum lagi sentuhan bibir yang terus menyapu area tengkuk, leher sampai belakang pundak.
"Eeeugh--," lengUhaNn pun mulai lolos tanpa sadar saat tangan Sang suami dengan lihainya memberi sentuhan lembut. Sedangkan yang sedari tadi sibuk menjelajah mulai tersenyum penuh arti. Sagara hanya menunggu kapan waktu yang tepat untuk melakukan apa yang seharusnya terjadi jika Si SosTel mulai Kelaparan...
__ADS_1
.
.
.
"Kuda??!" Sagara yang sejak sejam lalu di buat pusing dengan rajukan Aisyah semakin pusing saat wanita itu ingin Kuda.
Ya, KUDA, entah dapat wangsit dari mana sampai hewan besar itu ada di benak Si Bumil.
"Buat apa Kuda?"
"Mending elus aku, dari pada elus Kuda," protes Sagara tapi di tolak oleh Aisyah dengan gelengan kepala.
"Aku jadi Kuda deh, kamu jadi koboy, Yuk," ajak Si suami kecil yang lagi lagi di tolak bahkan Aisyah menepis tangan Sagara saat pria itu ingin membawanya ke ranjang tempat mereka sering berkeringat bersama.
"Gak mau ih, maunya Kuda beneran warna coklat ya," pinta Aisyah lagi.
"Iya, tapi di mana? tukang sayur ada?"
__ADS_1
Aisyah menggeleng kan kepala dan tertawa saat ia mendengar suaminya meng absen nama nama keluarganya mulai dari Singa, Gajah, buaya, Miong, Tutut, MariMar, koala dan anak curut.
"Adanya cuma mereka, jangan sampe nanti akan ada keturunan Kuda ya, mak othor."
"Biasanya ada di jalan baru, tapi bukan Kuda," kata Aish.
"Terus apa? sapi?" tanya Sagara mulai gemas dan kesal.
"Delman," jawab Si Bumil sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat buncit jika di perhatikan dengan seksama, tapi ke banyakan orang tak tahu jika ia sedang hamil sebab gamis dan hijab yang di kenakan Aisyah besar dan panjang tapi tetap dengan model yang cukup modis karna Mommy biasanya akan pesan dari Disainer langganannya. Jangan sampai Sagara tergoda dengan gadis lain yang bentuk tubuhnya hanya berbalut kain kurang bahan.
"Ya udah naik delman aja, gak usah elus elus Kuda, " sahut Sagara yang wajib menuruti mau istrinya.
"Emang kenapa sih? aku kan maunya Kuda!"
.
.
.
__ADS_1
Tapi nantinya aku CEMBURU, cantik...