
🍂🍂🍂🍂
"Jangan senyum senyum terus! nanti ku lempar pakai buku, mau?" omel SyahRaa setelah ia dan Christ baru saja menghabiskan makan siang yang di masak oleh Ibun di rumah.
"Ada larangan kah? atau akan ada yang marah ? jika aku tersenyum padamu, hem?" goda Christ dan itu sangat menyebalkan bagi gadis di depannya.
SyahRaa tahu, jika pria tampan tersebut memiliki alasan lain di balik senyumnya itu. Setelah pertemuan mereka bertiga di resto dua hari lalu, memang baru sekarang keduanya bertemu lagi. Tak sesering dulu, tapi setidaknya dalam satu minggu ada 2 sampai 3 kali mereka duduk berdua untuk bertukar cerita.
Karena, untuk lepas secara tiba-tiba sakitnya akan luar biasa di tambah karna terpaksa tanpa sebuah kesalahan. Dua manusia itu sedang sama-sama berjalan pelan untuk saling menjauh tidak langsung membalikkan badan lalu pergi ke arah tujuan masing-masing.
Tidak, SyahRaa dan Christ tak bisa seperti itu. Jika orang lain berkata "Cinta akan tumbuh seiringnya waktu" tapi tidak untuk mereka yang justru sebaliknya "Cinta akan menepi seiringnya waktu"
Ya, karna untuk melupakan dan menghabiskan cinta itu sendiri pastilah butuh waktu seumur hidup kecuali mak Othor membuat mereka hilang ingatan.
__ADS_1
#JahatSekali.
"Sepertinya dia baik, tak salah jika kamu lebih mengenalnya, Raa," ucap Christ tanpa basa basi dan kata DIA itu pun di pahami oleh SyahRaa.
"Aku tak pernah bilang jahat, bahkan yang jadi istri nya kelak pasti bahagia karna akan di limpahi perhatian, support dan rasa perduli yang luar biasa, termasuk sabarnya," jawab SyahRaa yang tak bisa menyangkal hal tersebut.
"Dan, istrinya kelak itu kamu," kekeh Christ, ia masih bisa bisa tertawa kecil padahal hatinya bagai di cubit, sakit sekali.
Tak ada lagi air mata kesedihan yang di tumpahi SyahRaa karna ia sudah berani terlalu mencintai Anak Tuhan yang begitu taat. Ia sudah bisa sedikit menerima takdirnya hingga rasa ikhlas itu pun perlahan masuk ke dalam hati yang sebelumnya sangat keras terkunci rapat.
Gelak tawa keduanya kini bukti jika masing-masing sadar jika penghalang itu tak bisa mereka lewati terlebih hanya sebuah alasan Cinta semata.
"Kalau begitu, aku saja yang mengAamiinkan. Aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu, untuk hari ini, esok, lusa dan seterusnya. Kamu, akan jadi topik paling menyenangkan antara aku dan Tuhan, Raa."
__ADS_1
"Hem, karna hanya itu yang bisa kita lakukan, apa lagi saat hari itu tiba. Sebanyak apapun rinduku, aku tak bisa melakukan apa pun," balas SyahRaa dengan senyum simpulnya yang langsung di simpan dalam hati Christ.
"Memang kamu maunya apa? kita sudah sepakat untuk tidak saling mencari lagi kan? Bahkan--, di kebetulan yang sebenarnya sudah di rancang oleh Tuhan." Tak seperti gadis kesayangannya, Christ justru menunduk untuk menyembunyikan senyum getirnya, kali ini tak tak lagi bisa menahan rasa sakit dan cemburunya, bagaimana pun SyahRaa tetap pemenang dalam hatinya entah sampai kapan, karna untuk mencari pengganti rasanya belum terlintas dalam benak Christ.
Orang baru tak akan menyelesaikan hati yang belum selesai dengan masa lalunya, yang ada justru menambah luka baru untuk orang lain.
.
.
.
Raa, rasanya sakit ya, sudah tahu akan tetap jatuh tapi aku masih mencoba bertahan pada satu tali yang ikatannya semakin lama semakin melukai tanganku sendiri dan bodohnya, aku menikmati luka itu sebelum akhirnya hati ini TERJUN BEBAS ke jurang keikhlasan...
__ADS_1