
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Tak ada ciri-ciri hamil pada umumnya tentu membuat siapa pun menjadi ragu untuk menebaknya, karna hanya satu kali Aisyah merasa mual muntah hingga serasa dunia runtuh di atas kepalanya. Itu terjadi saat Sang suami tak bisa mengantarnya ke Bandara tapi di hari selanjutnya saat semua keinginan Aisyah di turuti dunia wanita itu kembali aman terkendali.
"Ngapain ke rumah sakit?" tanya Sagara yang ikut bergabung dengan suami dan cucunya.
"Periksa Aish," jawab wanita itu dengan iringan suara tawa kecil.
"Memang istriku kenapa?" Sagara yang bingung sampai melihat kearah Mommy dan Daddy secara bergantian, raut wajah polosnya benar-benar membuat Nyonya besar Pradipta itu gemas hingga langsung menciumi kedua pipi Sagara yang sudah menginjak usia kepala dua.
"Gini nih kalau cuma tahu bikinnya doang, tapi gak peka sama hasilnya."
Dahi Sagara yang mengernyit malah menambah ketampanan pria itu karna kebetulan ia memiliki alis yang lumayan cukup tebal, jadi saat mengekspresikan wajah seperti tadi otomatis bulu halus diatas kedua matanya akan bersatu seperti ulat bulu yang berjalan rapih.
"Jangan muter muter, kita ini lagi bicarain Aish bukan lagi naek odong odong pasar malem," ucap Sagara kesal karna perintah Mommy tak sampai di otaknya saat ini.
Menurutnya, Sang istri sehat walafiat bahkan saking baiknya Aisyah sampai aktif di atas ranjang dan itu terbukti dengan makin hangatnya kualitas aktifitas suami istri pasangan tersebut.
Tapi, karna tak ingin menebak dan tak ingin kecewa dengan hasil yang di harapkan jadilah pembicaraan mereka panjang kali lebar.
__ADS_1
"Pokonya gini aja, Mommy nanti telepon salah satu dokter di rumah sakit lalu akan buatkan janji untuk kalian kesana, kapan waktu pastinya nanti Mommy kabari lagi, Ok." Ia dan sang suami pun melenggang begitu saja meninggalkan Sagara yang tak peka peka, ingin rasanya ia mengumpat tapi...
"Deuh, andai gue masih kaya raya! dah ngamuk nie gue."
.
.
.
Tanggal, hari dan jam yang sudah di tentukan oleh pihak Dokter dan paksaan dari Mommy membuat Sagara dan istrinya mau tak mau datang ke rumah sakit untuk menemui salah satu Dokter terbaik di sana.
"Aku gak pusing loh, meski beberapa waktu lalu memang sakit di bagian belakang kepala," ucap Aisyah yang merasa bingung dan tak enak hati atas permintaan keluarga suaminya untuk melakukan cek kesehatan.
Setelah bertemu dengan salah seorang di bagian Resepsionis, pasangan suami istri itu di antar oleh salah satu perawat ke lantai 4, disanalah janji pertemuan itu akan terjadi dengan salah satu dokter yang saat di perhatikan namanya membuat Aisyah curiga.
"Sayang, kok gelar dokternya spOG ya?" tanya Aisyah yang malah berpikir jika ia diminta untuk program hamil karna mungkin sudah satu menikah tapi belum ada hasilnya juga, hatinya mencelos dan tiba-tiba lemas.
"Iyalah, masa gelar karpet merah," kekeh Sagara yang masih belum peka juga.
__ADS_1
Keduanya pun di persilahkan untuk masuk, karna belum pernah bertemu jadilah mereka saling memperkenalkan diri lebih dulu lalu berlanjut dengan perintah Sang dokter untuk melakukan pemeriksaan USG setelah cukup bertanya tentang keluhan yang mungkin di rasa Aisyah dan juga siklus menstruasi wanita itu.
Baju yang di singkap sampai sebatas dada menampilkan perut rata yang mulus dan putih, bukan melihat kearah monitor tatapan Sagara malah fokus ke bagian tengah tubuh wanita halalnya tersebut yang sedang di periksa sebuah alat yang mengeluarkan bunyi.
"Tuan, dari hasil pemeriksaan, Nona muda Aisyah sedang mengandung, usia kehamilannya kini sudah menginjak 7 minggu, selamat ya atas hadirnya buah cinta kalian," ucap dokter dengan senyum sumringah.
Tentu hanya Aisyah yang paham tapi tidak dengan Sagara salivanya ia telan kuat kuat membayangkan perut rata itu sedang ia ciumi dengan lembut.
"Tuan--," panggil dokter, salah besar jika ia berpikir pria muda tampan itu sedang shock karna pernyataan yang di lontarkan oleh dokter karna nyatanya otak Sagara sedang ber travelling ria.
"Sayang, pulang yuk," ajaknya tiba-tiba dan itu membuat semuanya bingung karna biasanya akan ada drama tangis haru sambil berpelukan bukan ekspresi wajah mesum dengan senyum penuh arti.
"Iya, nanti. Kamu denger kan, aku hamil," jawab Aisyah yang sudah berlinang air mata, untung cadarnya hitam jadi tak terlihat basah.
"Iya, sepulang dari sini aku akan buat kamu hamil, kita bikin anak," balas Sagara.
.
.
__ADS_1
.
Tapi aku udah HAMIL...