Sagara

Sagara
PART 8


__ADS_3

Waktu di perjalanan, Sagara tidak sengaja menabrak tukang becak saat menyebrang di berlawanan arah, dan Sagara yang posisinya lagi ngebut , hilang kendali saat becak melewati motornya Otomatis tukang becak itu jatuh dan becaknya terguling.


Sagara yang panik langsung turun dari motornya dan membantu tukang becaknya untuk berdiri, tapi kaki bapaknya sedikit lecet karena tergores aspal.


"Pak maaf ya saya gak sengaja". Ucap Sagara lalu membantu bapaknya berdiri dan membantu mendirikan becaknya.


Karena posisi mereka di tengah jalan, Sagara membawa bapaknya serta becak nya ke sisi jalan, setelah itu membawa motornya ke sisi juga.


"Anak muda jaman sekarang, bawa motor suka ugal ugalan". Ucap bapaknya sambil memegang kakinya yang sakit.


"Maaf ya pak, saya tadi buru buru soalnya".


"Saya bawa bapak ke klinik terdekat mau?, Saya akan tanggung jawab". Lanjutnya


Tidak lama dari itu baskara , Revan dan juga Andra datang dan menghampiri Sagara bersama bapak becak.


Andra menghela nafasnya lalu menepuk pundak Sagara pelan, sehingga dia menoleh padanya.


"Nabrak kan Lo?".


"Gue gak sengaja". Ucap Sagara ketus lalu menatap wajah bapak becaknya penuh kasian.


"Pak mau ke klinik?". Tanya Sagara sekali lagi , bahwa dia sungguh sungguh akan bertanggung jawab.


Bapaknya menggelengkan kepalanya "bapak gakpapa, masih bisa jalan ko". Menepuk nepuk pundak Sagara pelan sambil tersenyum.


Bapaknya berdiri lalu menghampiri becaknya sambil jalan memegangi kakinya yang sakit.


"Bapak yakin gak mau ke klinik?". Tanya Revan, Karena merasa kasian pada bapaknya.


"Gak usah , kuat ko , makasih ya".


"Maaf ya pak , saya bener bener gak sengaja".


"Atau gini aja, saya gak mau di hantui rasa bersalah, ini ada sedikit Rezeki buat bapak. Nanti bapak bisa berobat sendiri kalau gak mau saya antar". Ucap Sagara yang mengeluarkan uang dari dompetnya.


"Gak usah gakpapa, simpen aja uangnya  ya". Tolaknya


Sagara merasa gak enak sudah menabraknya dan sekarang untuk di kasih ganti rugi bapaknya gak mau. Bapak becaknya lalu menaiki becaknya lalu pergi. Sagara yang memperhatikan diam, sampai tukang becak itu bener bener hilang dari pandanganya.


"ayo pulang!". Tegas baskara yang menyadarkan Sagara dari lamunannya.


Sagara menoleh lalu melangkah ke motornya , tapi ditahan oleh Baskara.


Tatapan mereka bertemu, sehingga keduanya menatap dingin, ketus.


Sagara melepaskan tangan baskara dari tangannya yang di cekal.


"Apa?!". Sagara memosisikan menghadap Baskara.


"Lo kenapa menghindar dari kita?, Waktu kita ngejar Lo. Lo lupa kita siapa?".


"Gue yang dari jaman SD, dan Revan dan andra dari SMP. Kita selalu sama sama. Bahkan ada masalahpun kita saling bagi bagi cerita, biar gak jadi beban buat sendiri!. Tapi kenapa Lo sekarang jadi gak mau terbuka sama kita. Kita sahabat Lo sa!". Ucap baskara panjang lebar tidak tepuduli orang orang yang lewat sedang memperhatikan mereka.


"Gue tau bas. Tapi sekarang gue lagi butuh sendiri!".


"Emang dengan cara kesendirian bakal menyelesaikan masalah yang Lo alami sekarang?". Ucap andra tidak kalah ketusnya ,tidak percaya sama Sagara.


Sagara terdiam setelah Andra mengucapkan itu, lalu menatap ketiga sahabatnya bergantian.

__ADS_1


"Sorry". Satu kata dari Sagara membuat ketiga temannya mengangguk paham lalu menepuk nepuk pudak sagara pelan.


"Gue nginep di rumah Lo dulu ya bas".


Baskara tersenyum "rumah gue terbuka buat kalian".


...••••••...


Saat menghampiri Sagara ke Bandung, Azka dan leo kembali ke sekolah karena jam pelajaran masih berjalan , mereka waktu pergi di saat jam istirahat. Saat mereka bertiga datang ke sekolah. Pelajaran sudah selesai , dan siswa siswi berhamburan untuk pulang.


Sepasang mata dari siswa siswi menatap Azka dan juga Leo heran, tidak biasanya mereka berdua keluar sekolahan tanpa izin guru piket. Dan mereka Otomatis di nyatakan bolos sekolah.


Saat dikelas bella, dan Nara masih di kelas sedang membereskan alat tulisnya , keduanya menatap Azka dan leo secara bergantian.


"Lo berdua kemana aja anjirr, guru yang masuk pada nyariin kalian".


"Terus gimana Sagara udah ketemu?". Lanjutnya.


"Nyerocos Mulu, nanya tuh satu satu bege". Ucap leo lalu mengambil tasnya.


Setelah membereskan alat tulis, Nara menghampiri mereka.


"Gimana, Sagara udah pulang?".


Azka menggelengkan kepalanya "Sagara tadi udah di temuin , tapi pergi lagi gak tau kemana".


"Terus kenapa Lo gak kejar. Ah Lo mah adik macam apa sih". Ucap Bella


"Bisa diem gak sih, jangan panik. Pacar Lo juga bukan". Timbal leo ketus.


Bella menatap sinis leo lalu kembali menatap Azka serius.


Nara dan Bella terdiam sejenak lalu saling pandang. Keduanya hening dalam diam.


...••••••...


Saat Azka mengucapkan salam kerumahnya, mamanya Azka berdiri di depan pintu menyambut anaknya.


Mamanya Azka menyodorkan selembar kertas yang terlipat ke Azka , Azka bingung itu kertas apa, saat di mangambil dan membacanya, itu surat keterangan bolos sekolah. Karena ini pertama kalinya Azka bolos mamanya kaget.


Azka menghela nafasnya panjang.


"Maaf ya ma".


"Azka bolos ada alasannya". Lanjutnya


Mamanya mengerti lalu membawa Azka untuk duduk.


"Jangan sampai papa tau soal ini". Mamanya mengusap kepala Azka lembut. "Maaf ya nak, kemarin mama marahin kamu soal Sagara hilang, jadi kamu kena imbasnya".


Azka tersenyum lembut lalu mengangguk "Azka udah ketemu Sagara ma".


Mamanya kaget "lalu Diamana dia sekarang?".


"Tapi Sagara pergi lagi saat melihat Azka ma".


Muka mamanya murung seketika sedih lagi , dia tidak tau harus gimana lagi biar Sagara bisa menerimanya.


Abimanyu tidak lain dia papanya Azka dan Sagara datang, sambil membawa tas kantornya. Setelah melihat keberadaan Azka dan Amanda dia menghampirinya.

__ADS_1


"Kenapa pada sedih gini sih , ada apa?".


"Kalau aku cerita kepapa, emang papa akan peduli?". Azka menatap papanya serius.


Abimanyu mengerutkan keningnya bingung , lalu tersenyum "papa selalu peduli sama kamu, ada apa sini cerita".


Abimanyu kemudian duduk di sebelah Azka , yang siap mendengarkan cerita anaknya.


Azka menghela nafasnya panjang , mensiapkan diri di hadapan papanya. Lalu Azka menatap mamanya yang menggelengkan kepalanya mengisyaratkan jangan ngasih tau papanya.


Abimanyu memegang pudak anaknya , lalu mengusapnya pelan. "Ada apa nak?".


Azka menyodorkan surat itu kepapanya, Amanda merebut kertas itu tidak mau suaminya tau tentang ini. Abimanyu bingung lalu kembali merebut suratnya lalu membacanya. Matanya melotot dan rahang mengeras , membuat Azka takut sama papanya.


Abimanyu merobek surat itu dan membuangnya kebawah. matanya menatap Azka tajam.


Plak!!


Tamparan keras mendarat di pipi Azka , membuat dia merasakan pedesnya tamparan papanya yang pertama kalinya  dia rasakan. inilah yang di rasakan Sagara setiap hari dan Azka juga merasakannya sekarang.


Amanda menutup mulutnya kaget lalu memegang anaknya.


"Mulai kurang ajar ya kamu. Kamu mau nurutin kakamu itu hah!!". Bentak papanya lalu berdiri


Azka menundukkan kepalanya takut.


"Papa sekolahin kamu buat kamu belajar, buat cari pendidikan. Bukan cari masalah!!".


"Tapi Azka punya alasan pa buat bolos!".  Jawab Azka  berdiri dari duduknya


Amanda menenangkan anaknya.


"Berani kamu menjawab papa!!".


"Azka kalau gak punya mulut bakal diem pa!".


Plak!!


Lagi dan lagi tamparan keras itu mendarat dipipi mulus Azka.


Amanda melihat itu menghalangi anaknya supaya tidak kena tamparan lagi dari suaminya.


"Suda mas , gak usah pake kekerasan!".


Abimanyu menghela nafasnya untuk sabar lalu menatap Azka dalam.


"Kalau sampai kamu bolos lagi, kamu taukan apa yang terjadi?".


Azka mengangguk takut. Abimanyu segera pergi menuju kamarnya.


Azka dan mamanya duduk sambil nangis saling memeluk.


"Tadi mama bilangkan gausah bilang sama papa".


"Maaf ma, Azka kira papa bakal peduli, ternyata sama aja kayak dulu".


"Ternyata Sagara benar. Azka itu anak haram yang gak di inginkan oleh papa, papa cuman mau memanfaatkan Azka".


...•••••••...

__ADS_1


__ADS_2