Sagara

Sagara
Part 50


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Flashback


"Tapi, Mom--," kata Aisyah yang kebingungan sendiri sebab Mommy Ameera memaksanya untuk ikut.


"Tapi apa lagi? kamu mau apa disini sendiri, hem?" tanya wanita baya yang masih saja energik tersebut, uang, suami dan keluarga yang bahagia seolah jadi jaminan ia selalu awet muda.


Aisyah nampak berpikir sejenak tentang pertanyaan yang di lontarkan Mommy, benar juga yang di katakan wanita itu dengan apa yang akan ia lakukan di sini tanpa Sagara, terlebih ia juga tak mungkin di izinkan untuk beres-beres, apa yang mau di bereskan juga?


"Sudahlah, ayo cepat ambil ponselmu dan izin pada Sagara, katakan padanya jika Mommy mengajakmu pergi sekarang."


Aisyah mengangguk pelan masih dengan raut bingung, lalu bangun dari sofa untuk kembali ke ranjang tempat dimana ponselnya berada. Bukan ponsel mahal memang, jauh dari kepunyaan suaminya tapi Aisyah cukup bangga karna ia membelinya dengan uang hasil kerja kerasnya sebagai seorang guru, gaji yang tak seberapa itu ia kumpulkan sedikit demi sedikit meski nyatanya Bapak bisa saja membelikan jika putrinya itu mau meminta.


Kata demi kata tanpa basa basi setelah kalimat salam dirangkai oleh Aisha untuk segera ia kirim pada Sagara, karna sepertinya Mommy tak sabar jika harus berdiam diri lebih lama di rumah.

__ADS_1


"Saga, mungkin masih di kelas, Mom. Pesannya belum di baca juga olehnya."


"Coba telepon," titah Mommy lagi yang hanya di jawab dengan anggukan kepala.


Seperti yang di minta wanita itu, setelah dari aplikasi Room Chat, kini Aisyah mulai ke Aplikasi panggilan telepon. Ia hubungi tapi tak ada jawaban sama sekali.


"Gimana?"


Aisyah yang menggelengkan kepala tak menyurutkan senyum di wajah cantik Mommy.


Mommy yang tak ingin di bantah dan Aisyah yang takut juga untuk membantah akhirnya menurut. Tapi ia bingung saat memasuki ruang ganti.


"Aku pakai apa? bajuku tak ada yang bagus," gumamnya sambil membuang napas kasar, ia takut Mommy Ameera malu saat pergi dengannya.


Sebagai gadis biasa yang tak mementingkan penampilan di tambah jarang keluar rumah tentu pakaian bukan hal yang penting bagi Aisyah, ia hanya butuh salin untuk mengajar dan yang paling utama tentu rasa nyaman.

__ADS_1


Isi koper yang sebenarnya belum ia rapih kan semua semakin di berantaki isinya oleh Aisyah untuk mencari gamis mana yang paling bagus dan pantas untuknya. Dan warna hitam pun akhirnya di pilih menantu Pradipta tersebut.


"Ini sajalah, hanya ini yang membuatku terlihat rapih," ucapnya di depan cermin besar.


Ya, tentu saja rapih, sebab tak mungkin terlihat cantik karna itu hanya untuk Sagara saat ini dan selamanya.


Aisyah keluar dari ruang ganti dan kini sedang menghampiri Mommy yang masih duduk di sofa, Aisyah tak berani bersuara karna Mommy terlihat sedang bertukar pesan di ponselnya.


"Eh, sudah?" tanya Mommy yang kaget lalu terkekeh.


"Sudah, Momm. Aku seperti ini saja tak apa-apa?"


"Memang kenapa?" Mommy sampai mengernyit kan dahi saat mendapat pertanyaan tersebut.


"Aku kan seperti ini, Mom. Aku memakai gamis dan Niqab," ujar Aisyah yang menundukkan pandangan dalam-dalam.

__ADS_1


"Asal kamu, Yayang dan Olla tak berdiri sejajar saja, pusing nanti Mommy," jawabnya sambil tertawa renyah dan itu berhasil membuat Aisyah tersenyum simpul dibalik cadarnya.


__ADS_2