Sagara

Sagara
Part 85


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Puk.. puk.. puk..


Appa yang menepuk punggung Sagara nyatanya tak membuat pria itu terharu sebab Sang Gajah melakukannya sambil tertawa, sama seperti putranya ia juga senang sekali jika sudah menggoda cucu tunggal adiknya tersebut.


"Udah ah, bukannya tenang malah nyesek nih," ucap Sagara yang merengut dan itu membuat yang lain semakin menertawakannya.


Malang memang, mulai dari Daddy dan Papanya dua pria itu pernah dan masih menyandang status Duda dan mungkin Sagara pun hampir mendapatkan gelar tersebut jika saja Mak Othor Jahara padanya.


Namun karna Belalai Gajah yang belum pernah di sentil, semua tentu tak terjadi, itupun tak lebih demi kelangsungan SosTel dan Mie keriting yang belum membuahkan hasil.


"Sabar, carikan Papamu istri baru, gimana?" saran Amma dan semua mata menuju ke arah wanita baya nan cantik tersebut.


"Istri baru, berarti mama baru juga dong?" tanya Sagara, "Enggak lah, nanti aku di rebus!" lanjutnya lagi.

__ADS_1


"Mau di rebus dimana?" timpal Aisyah yang samanya dengan Sang suami.


"Siapa yang mau rebus kamu? mending langsung di buang ke laut," sahut Uncle Air yang kembali tertawa.


Plaaak


Satu pukulan mendarat sempurna di tangan Air dari Amma, mulut pria itu memang selalu sempurna untuk merayu dan meledek.


Air yang meringis sakit tetap menatap tajam kearah Sagara yang lagi dan lagi merasa puas.


Sagara tersenyum simpul, ia paham dengan yang di maksud Appa. Semua orang juga tahu, jika Mommy Ameera adalah ibu sambung dari Mitha, atau yang biasa di panggil Tata, anak perempuan cantik yang sama-sama jatuh cinta pada Mommy Ameera saat pertama kali bertemu hingga mengabaikan ibunya sendiri.


Tapi, Mommy Ameera bukan Ibu sambung biasa, apalagi ada drama rebus merebus anak karna untuk memarahi Mitha saja sampai detik ini ia tak pernah sama sekali.


"Papa gak akan mau, Amma, Appa. Dia itu udah cinta mati sama Mama. Aku juga gak setuju kalau ini, buat kenal orang baru rasanya sulit," tolak Sagara yang sudah nyaman begini.

__ADS_1


Mungkin terdengar Egois, tapi bukan hanya dia yang nanti akan beradaptasi tapi juga istrinya. Mending jika Si ibu tiri yang datang itu baik, lalu bagaimana jika yang hadir itu ibu tiri versi bawang merah dan bawang putih?


"Gak apa-apa, Sayang. Kan kasihan Papa biar gak pergi pergi terus. Kalau ada yang nunggu di rumah kan jadi rajin pulang," kata Aisyah.. Rasa tak enak hati itu terus saja muncul karna papa mertuanya bisa di hitung dengan jari kapan ia pulang selama Aisyah menjadi menantu di rumah itu.


"Papamu cari yang kaya Mommy, pasti aman lahir bathin, sama juga tuh jarang di rumah biar Aisyah tetep nyaman," kekeh Appa yang mendapatkan cibiran dari Sagara.


Jangankan Papa Zico, putranya saja tak pernah terbersit pikiran seperti itu sebab tahu bagaimana cinta orang tuanya hingga maut memisahkan saja semua tetap sama, tak ada yang berubah kecuali kebersamaan. Jika dulu Papa Zico dan Mama Aluna menghabiskan waktu di kamar kini berganti di pemakaman, pria itu benar-benar masih mencurahkan segala isi hatinya disana.


.


.


.


Gak usah ngelamun, bilang aja gak mau punya Adek...

__ADS_1


__ADS_2