
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Suami manapun akan sama senangnya saat melihat istrinya bahagia, itupun yang dirasa Sagara sekarang saat Aisyah yang tak lepas mengembangkan senyum. Padahal hanya makan yang berbentuk pesawat tapi nyatanya seolah mendapat voucher belanja sepuasnya.
"Kamu senang?" tanya Sagara, padahal ia sudah tahu jawabannya.
"Lebih tepatnya sangat senang, lihat ini, maju mundurnya sama tidak dengan yang di Bandara kemarin? lucu ya, aku jadi gak tega makannya. Terimakasih suami kecilku," goda Aisyah yang kemudian mencium pipi kanan dan kiri Sagara bergantian.
Sagara yang ikut gemas tergelak membalas Perlakuan manis istrinya dengan memeluk dari samping, sama seperti yang di lakukan Aisyah ia pun menghujani wanita itu dengan ciuman penuh cinta dan rasa bangga, bangga karna ia memiliki bidadari dunia yang sudah menyempurnakan hidupnya.
"Dimakan ya, kamu belum makan apa-apa kan?"
"Hem, tapi ini terlalu lucu untuk dimakan, Sayang. apalagi ininya--," ucap Aisyah saat ia menunjuk bagian depan pesawat yang tak lain itu adalah buah anggur merah.
"Kenapa sama depannya?" tanya Sagara yang kini berbalik polos tak peka dengan maksud Aisyah yang justru malah menyerempet ke hal lain yang biasanya di pikirkan oleh Sagara.
__ADS_1
"Depannya---, mirip SosTel kamu," jawab Aisyah yang menutup wajahnya dengan telapak tangan guna menyembunyikan rasa malu.
Sagara yang mendengar itu hanya mengernyitkan dahi, untuk memastikan apa yang di dengar istrinya benar atau tidak ia pun menarik Si pesawat buatan Amma lebih dekat dengannya.
"Depannya ini? hem, iyakah mirip?" tanya balik Sagara yang malah membuka kancing celananya lalu lanjut menurunkan Resletingnya juga. Tak sampai disitu, ia pun mengeluarkan Si SosTel yang terkulai lemas tersebut.
Melihat apa yang di lakukan Oleh Sang suami, Aisyah seolag terhipnotis karna tak di pungkiri entah kenapa akhir-akhir ini ia begitu senang memainkan daging tak bertulang tersebut.
"Bagusan ini, Sayang. Lebih gedeeeeee," kekeh Sagara yang setelahnya mencium pipi Sang istri yang tak lagi malu-malu mau saat di hadapkan dengan apa yang membuat nya terbang melayang.
"Jangan bandingkan ukurannya, aku hanya meluruskan apa yang di pikirkan emak-emak kemarin di kolom komentar, Saga."
Tak ingin di serang oleh Si SosTel yang kini sudah mengembang sempurna, Aisyah memilih menggeser tubuhnya sedikit menjauh, sikapnya itu tentu membuat Sagara uring-uringan merengek manja.
"Habiskan dulu pesawatmu, lalu gantian lahap Sostelku," mohon Sagara yang hanya di jawab anggukan kepala.
__ADS_1
Aisyah yang lapar tentu menurut, ia makan apa yang sudah Amma buatkan khsusus untuknya walau tak sampai hati saat menelannya.
"Sudah," ucap Aisyah saat selesai makan, itu cukup untuk mengganjal perutnya yang lapar.
Senyum penuh arti pun terukir di sudut bibir Sagara karna mulut manis Sang istri siap untuk melahap Si SosTel yang siap maju mundur di dalam sana.
"Cepetan, Sayang."
"Tunggu, aku rapih kan rambutku dulu," jawab Aisyah, tentu ia tak ingin surai panjangnya itu menganggu salah satu aktivitas yang di senangi Sagara, suami kecilnya.
SosTel yang sudah sedari tadi berkedut kini siap mendapatkan serangan, tapi bukan Mak Othor namanya jika tak jahil membuat kepala atas bawah rasanya ingin meledak karna gagal kukurusukan.
.
.
__ADS_1
.
Saga--- , Mommy beli pesawat untuk istrimu, Sayang!