Sagara

Sagara
Part 116


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Sagara panik?


Tentu, karna bagaimana pun ini pertama kali untuknya. Ia sampai melempar si otak otak karna tak lagi bisa berpikir, semua kacau sekacau isi dalam otaknya saat melihat gamis yang di kenalan istrinya juga basah.


Padahal, Sagara sudah diajarkan bagaimana caranya menjadi suami siaga tapi sepertinya semua tak semudah teori karna ternyata prakteknya jauh berbeda. Apalagi siapapun tak bisa memprediksi kapan apa yang sudah di ajarkannya itu bisa di lakukan sebab Aisyah memiliki jalur normal selagi bisa dan semua aman.


"Bawa aku kerumah sakit, Saga! jangan dulu di beli, nanti aja, ok, " ujar Aisyah yang tahu jika suami kecilnya itu sedang panik dan disini justru ia yang sedang di tuntut itu tenang dan sabar demi tidak melahirkan di mobil.


"Gak jadi ke rumah mommy nya?" pertanyaan konyol itu pun di jawab gelengan kepala oleh Aisyah yang masih menahan rasa nikmat yang belum ia rasa seumur hidupnya.


"Enggak, kita kerumah sakit dulu, CEPETAN!!" teriak Aisyah sambil memukuli suaminya yang masih terlihat Shock.


"Aw, sakit!" pekik pria tampan itu yang kembali menyalakan mesin mobil saat mendengar tangis istrinya pecah..

__ADS_1


Mobil terus di lajukan Sagara dengan kecepatan penuh, ia yang sebagai mantan Ketua Gank motor tentu jalanan adalah hal paling biasa untuknya. Salip sana sini bahkan lewat jalan pintas pun di lakukan oleh putra mahkota Pradipta tersebut, hingga kereta besi mewahnya itu kini sudah sampai di rumah sakit.


Tak ada konfirmasi apapun karna semua terjadi secara sangat mendadak tentu membuat semua team panik. Semua di kerjakan dengan cepat termasuk persiapan di ruang periksa terutama ruang persalinan dimana menurut HPL Aisyah justru akan melahirkan di 9 hari mendatang.


Namun, kuasa mak othor tak ada yang bisa mencegah, ia sedang tak sabar ingin menyiksa Sagara di 40 hari mendatang.


"Sudah pembukaan 6, apa semua sudah siap?" tanya dokter kepada para perawat.


"Sudah, Dok."


"Mau di bawa kemana lagi istriku?" tanya Sagara yang masih panik namun ia tak melepas genggaman tangannya.


"Di pindah ke ruang bersalin, Tuan. Nona muda akan melahirkan hari ini," jawab salah satu perawat.


Sagara yang sendirian di rumah sakit tentu bingung sendiri juga tapi ada satu hal yang ia ingat yaitu Mommynya, Nyonya besar Pradipta.

__ADS_1


Wanita itu di hubungi lewat panggilan telepon dan beruntungnya langsung tersambung.


"Hallo, Mom, aku--," ucap Sagara namun malah di potong oleh Mommy di sebrang sana.


"Kamu dimana? katanya mau kesini, kenapa lama banget, ini tuh udah jam berapa tapi belum sampai juga. Mommy itu kan--."


"Stop! Cicit Mommy mau lahir jadi jangan ngomel terus, atau--," ancam Sagara yang sudah pusing malah di tambah pusing dengan ocehan Mommy yang sepanjang dan seberisik petasan hajatan besan.


"Atau? atau apa, hah? " tanya Mommy yang barusan diam sejenak karna berpikir serta mencerna ucapan cucu laki-lakinya tersebut.


.


.


.

__ADS_1


Atau gak aku kasih pinjem tuh Si BAYI...


__ADS_2