
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Ya, Kakek Abdullah memang tahu hal tersebut baru semalam di mana putrinya baru bercerita tentang SyahRaa yang sedang menjalin kasih beda keyakinan dengan seorang laki laki asal kota sebrang sana.
Tentu, orang tua mana yang tak syok mendengar hal tersebut karna tak perlu di ingatkan tentu semua tahu jika mereka besar di area pondok pesantren.
Ibun yang memohon agar pria baya itu tak usah khawatir pun tak di indahkan. Kakek Abdullah tetap cemas dan takut karna ia tahu jika SyahRaa selalu mendapat kan apa yang ia ingin kan bahkan sejak dalam kandungan apa pun itu caranya. Jadi, tak salah jika beliau membawa beban pikiran tersebut hingga ke esok kan paginya. Jika di telisik lebih jauh, kecelakaan yang menimpa Kakek Abdullah pun tak sepenuhnya kesalahan sang supir angkot sebab memang ia juga lalai saat berkendara.
"Kakek sudah tahu semuanya, tentang hubunganmu bersama pria yang tak seiman dengan kita," ucap kakek yang kini tak mampu lagi membendung cairan bening yang akhirnya lolos juga dari ujung matanya.
SyahRaa yang kaget dengan apa yang di dengar nya barusan langsung menunduk kan wajahnya di punggung tangan kakek yang sedang di elus barusan, tak hanya pria baya itu tapi tangis SyahRaa pun pecah seketika juga di waktu yang bersamaan.
"Kak, apapun itu kami akan menerimanya asal dia baik padamu dan bertanggung jawab. Tapi jika masalahnya tentang beda keyakinan seperti ini--,"
__ADS_1
"Aku mencintainya, Kek. Aku benar-benar mencintainya! Tolong pahami perasaanku," potong SyahRaa yang seolah tak ingin mendengar apa pun lagi tentang hubungannya dan Christ yang semakin di tentang.
"Kakek tahu, tapi apa dia mau meninggalkan keyakinannya demi kamu?" tanya Kakek.
Bukan tak bisa menjawab, tapi rasanya hati SyahRaa selalu sakit karna ia tahu jika pria yang di cintainya tersebut tak akan mau melakukan hal tersebut untuknya, dan bukan sekali Chris menegaskan itu saat SyahRaa merayunya.
"Carilah pendamping juga pembimbing, Kak," lirih Kakek lagi yang tetap tak mendapat jawaban dari SyahRaa.
Gadis cantik itu masih saja terisak karna satu persatu orang yang ia sayangi mulai sedih dengan pilihan yang sedang ia jalani.
"Jangan sekarang, Kek. Proses melepaskan secara mendadak itu sakitnya luar biasa, aku dan Christ sudah berulang kali melakukannya, tapi kami selalu kembali bersama lagi."
"Kakek tahu, semua itu ada fasenya dimana kamu harus yakin bisa lalu perlahan terbiasa."
__ADS_1
Malam yang kian larut membuat semua akhirnya pulang untuk beristirahat karna khawatir juga dengan kondisi Ibu dan Ibun Aisyah, karna untuk menemani kakek ada anak sulungnya yang pasti siap sedia menjaga.
"Apa pembicaraan kakek ada yang mengganjal dalam hatimu, Ra?" tanya Agam saat ia dan SyahRaa baru sampai di rumah dan kini sedang duduk berdua.
Agam begitu sangat penasaran karna saat keluar dari ruang rawat inap gadis itu sangat murung bahkan pertanyaan kedua orang tuanya pun hanya di balas dengan gelengan kepala.
SyahRaa menoleh, ia menelisik jauh ke arah Agam yang duduk di sebelahnya tentu dengan satu meja bulat sebagai jarak pembatas.
"Ada apa, Ra? apa ada yang ingin kamu tanya kan padaku?"
"Apa yang kamu tahu tentangku?" tanya SyahRaa.
Aku tahu jika yang mencintaimu bukan hanya aku.. tapi yang mencintaimu saat kamu mencintai orang lain itu --, AKU...
__ADS_1