Sagara

Sagara
Season 2


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


"Mau ngapain lo?"


Satu pertanyaan yang pastinya langsung membuat Aga kaget luar biasa, ia yang berharap akan di sambut dengan senyum manis Deeva malah di hadapakan dengan suara ketus dan tatapan tak suka dari wanita yang teramat ia rindukan selama beberapa minggu tak berkabar.


"Dee, kok nanyanya gitu?"


"Terus mau di tanya apa? apa gue salah kalau tanya lo mau ngapain kesini, hem?" kata Deeva yang benar-benar lain dari biasanya, tangan yang melipat dada seperti ini pun tak pernah di tunjukkan gadis itu di hadapan sang ahli waris Pradipta.


Nyatanya, tak pernah sekalipun Deeva sekasar ini pada Aga, ia justru selalu gemas dan tak pernah mau lama lama jauh dari pemuda tampan yang baru mau beranjak dewasa tersebut.


"Aga---, Aga cuma mau mastiin Deeva baik baik aja," jawabnya yang masih terkejut dengan tingkah laku Deeva yang berubah 180 derajat.


"Gue baik, dan akan semakin baik kalau lo pergi karna gue mau tidur," usirnya yang semakin membuat sekujur tubuh Aga kian melemas.


"Dee---, gak kangen Aga?"

__ADS_1


Gadis itu dengan cepat menggelengkan kepala, tak ada senyum apalagi sorot mata teduh yang selama ini membuat Aga tenang bersamanya. Deeva yang bagai bidadari kini berubah layaknya monster yang menyeramkan bagi Aga.


"Tapi Aga kangen, Deeva gak ada kabar, boleh Aga tahu kenapa Deeva pergi?" tanya Aga yang tak mau beranjak sebelum mendapat jawaban.


"Gue cape sama lo! Udah bosen juga main main sama lo. Gak ada yang gue butuhin lagi dari lo, jadi lo bisa pergi. Dan--," ucap Deeva dengan sangat lantang namun di hentikan sejenak.


"Dan apa?"


"Jangan pernah ganggu dan muncul di hadapan gue lagi," lanjut Deeva, ia yang kembali mengusir Aga di buat kesal karna pemuda yang sudah menitikan air mata kecewanya tak juga beranjak, hingga Deeva yang akhirnya masuk lalu menutup pintu dengan sangat keras.


.


.


.


Merasa tak punya salah, Aga tetap di depan pintu ditemani oleh rasa sakit yang baru ia rasakan sekali seumur hidupnya. Rasanya lemas dan berat untuk melangkah, belum lagi kata kata Deeva yang memenuhi kepalanya serta berdengung hebat di telinganya.

__ADS_1


"Dee--,ayo keluar lagi, kalau Aga salah Aga minta maaf, sekali pun Aga gak salah Aga akan tetap minta maaf kok', Deeva keluar yuk, Aga nunggu disini," panggilnya yang sudah beberapa jam berlalu dan ia masih di tempat yang sama yaitu di depan pintu kamar kost Deeva.


Tak perduli sempat jadi pusat perhatian penghuni kamar lain, yang di pikirkan Aga hanya Deeva. Ia hanya ingin gadis itu jujur dengan salahnya dimana agar bisa di bicara kan baik-baik itulah yang terjadi di keluarganya jika komunikasi adalah hal yang paling penting untuk sebuah hubungan.


"Aga nunggu Deeva."


Dan ia langsung terkejut saat ada dua orang yang menghampiri, yang tak lain itu adalah petugas keamanan kost kostan milik si buaya cengeng dan juga Jan Hujan deres yang takut petir.


"Den, sudah malam, gerbang kost mau di tutup jam untuk tamu berkunjung pun sudah habis," ucap salah satu satpam yang kenal baik dengan Aga, sebab saat datang ia sering membawa buah tangan yang jumlahnya kadang lebih jadi tak hanya untuk di pos saja, tapi bisa juga di bawa pulang untuk anak istri di rumah.


.


.


.


Aga mau nunggu disini aja, Pak....

__ADS_1


__ADS_2