Sagara

Sagara
Season 2


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


"Lihat tuh Bayi, anteng banget kalo ketemu sendok," bisik Heaven pada ArXy, satu petaka besar bagi mereka yang sedang berkumpul namun malah di datangi oleh pewaris dua keluarga besar tersebut, Rahardian dan Pradipta.


"Emang maenannya itu dari orok, biarin aja, dari pada ngerusuhin si BumBum," sahut si calon Duda di masa mendatang sambil terkekeh. Keduanya cekikikan bersama padahal dalam hati masing-masing ingin sekali melihat pertarungan para calon Presdir dua perusahaan besar.


Apapun yang bicarakan para sepupunya, Aga tak pernah perduli karna fokusnya hanya ingin makan agar perutnya kenyang.


Bayangkan, fokus saja lama, lalu bagaimana jika sambil mengobrol atau main main?


"Dahlah, pulang yuk, cape banget perasaan liatin anak Bayi ngunyah, rasanya pengen gue bantuin telen biar cepet abis," ajak Skala sambil bangun lalu meraih ponsel di atas meja dan parahnya malah di ikuti oleh yang lainnya juga.


"Dih jangaaaaaan!" sahut AgaSyah yang kali ini tak mau di tinggalkan. Masih ada satu kelas lagi dan itu artinya ia tak bisa ikut pulang dengan para sepupunya yang sudah selesai sejak tadi.


"Napa? takut di samperin cewe lagi ya?" ledek Rain sambil terkekeh.


"Iya, sini aja ya temenin Aga."

__ADS_1


"OGAH. Cukup sekian dan Terima kasih!" jawab para pewaris Rahardian Group berbarengan.


"Gue yang sabarnya setipis kulit bawang dibagi 7 di minta nemenin lo makan, yang ada lo pindah ke perut gue, BAYIIIIIIIIII," ujar ArXy yang terus emosian, apapun itu akan ia hadapi dengan menarik urat.


Lagi lagi, gelak tawa riuh terdengar di kantin dan Aga tak pernah marah kecuali kesal, kesal bukan karna di ledek terus menerus tapi ia kesal selalu di tinggalkan saat makan oleh semua orang kecuali Ibun.


AgaSyah hanya bisa membuang napas kasar saat sepupunya benar benar pergi.


"Awas saja, kalian!!" rutuk Aga yang langsung kasar saat mengunyah makanannya.


Dan, yang ia takutkan justru benar benar datang, siapa lagi jika bukan kakak tingkat nya yang sudah berkali-kali menggoda Aga saat di kantin.


"Nanya?" sahut Aga dengan tatapan mematikan namun malah membuat tawa wanita di depannya itu semakin gemas.


"Kan--, jadi tambah lucu liatnya."


Deevana namanya, usianya tiga tahun lebih tua dari Aga jadi tak salah jika ia lebih berani dan senangnya menantang. Ia juga salah satu anggota genk motor yang cukup di segani di Campus karna di kelilingi oleh 6 orang pria yang rata rata adalah playboy cap tikus.

__ADS_1


Tapi untungnya mereka tak pernah berurusan dengan para pangeran Rahardian yang tak suka mencari masalah sama sekali.


"Kalau lucu terus mau ngapain?" tanya Aga dengan sinisnya.


"Mau pacarin, gimana?" tantang Deeva.


"Ish, sorry ya, kata Ibun itu HARAM," jawab Aga sambil mencibir dan itu semakin membuat Deeva kasmaran pada sosok remaja yang baru beranjak dewasa tersebut.


Awalnya, Deeva penasaran dengan datangnya Aga di perkumpulan para pria kaya raya yang tak tersentuh oleh gadis mana pun di kampus kecuali Rain dan Heaven yang sudah terlihat hilal pawangnya.


Di antara semuanya, Deeva tertarik pada Aga yang ternyata imut namun malang sebab sering di tinggalkan seorang diri di kantin. Apalagi mendengar para sepupunya kerap kali memanggilnya dengan sebutan BAYI, itu semakin membuat telinganya tergelitik gemas ingin lebih mendekat.


.


.


.

__ADS_1


Oh, kalau gitu, Halalin aku dong, ganteng...


__ADS_2