
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Karna sepulang sekolah SyahRaa merajuk ingin ke rumah utama, mau tak mau Sagara menuruti maunya si anak gadis, sedangkan AgaSyah masih nampak santai dengan robot kesayangan di tangannya itu, asal ada Ibun dunia bocah laki laki itu akan aman sejahtera.
"Cukup main di rumah aja ya, Raa," pesan Ibu yang duduk di belakang bersama putranya.
"Biarin kakak pergi, kita nda usah ikut kaaaan," sahut Aga.
"Lagian sapa yang mau ajak adek? nanti makan es klim lama banget," balas si sulung tak mau kalah dan perkara makan adalah alasan utama si kembar selalu berdebat panjang.
"Mang cepet cepet mau mana siiiiiih?" tanya Aga yang tak pernah ada yang bisa menjawab.
Pikirnya, jika tak ada yang di lakukan setelah untuk apa harus buru buru, dan harusnya itu berlaku cukup sampai kemarin saja karna mulai hari ini ia dan sang kakak punya kegiatan lain.
"Mau apa aja lah, liatin adek makan yang tadinya kenyang jadi lapel lagi," jawab SyahRaa yang kali ini membuat Ibun dan PanDanya tak bisa menahan tawa.
Yang di maksud SyahRaa tentu bukan lapar melihat sisa makanan di atas piring Aga tapi ia justru lapar karna saking emosinya jadi ingin Aga yang ia telan hidup hidup.
.
__ADS_1
.
.
Sampai di rumah utama, mereka di sambut oleh Amma dan MiMoy karna yang lain sedang pergi termasuk Embun dan Rain. Sedih?
Tentu, karna SyahRaa sampai menangis untungnya Amma baru saja selesai membuat kue donat kentang yang teramat di sukai semua keturunannya.
"Mau kasih gula halus?" tawar Amma pasa cicit dari adik iparnya tersebut.
Wanita yang berstatuskan Nyonya besar Rahardian tak pernah membedakan termasuk pada Sagara dulu yang tak lain adalah cucunya juga.
"Nda, ini dah manis. Ta Buy kapan pulang? bilang kalau Lala disini dong lagi tungguin," pinta SyahRaa pada Amma dan Ibunnya.
Ia yang tak ingin mengganggu waktu kebersamaan keluarga bahagia Samudera Biru hanya mengirim pesan saja lewat ponselnya. Padahal, Amma sudah memberi tahu jika cucu cicitnya hanya pergi sebentar saja.
"Nanti ya, Embun sedang dalam perjalanan," ucap Aisyah menyenangkan putrinya agar tak merajuk.
"Benelan? jalan mana dulu? talau jalannya di mall lama ituuuuuuu," jawab si anak gadis kesayangan Nyonya besar Pradipta.
__ADS_1
Amma tertawa dan langsung mencium kedua pipi SyahRaa saking gemasnya.
"Sesama tukang muterin Mall jadi tahu ya, paham banget kayanya," ucap Amma Melisa yang membuat Aisyah tersenyum di balik cadar hitamnya.
Dan, lagi lagi ia baru sadar jika putranya hilang. Selalu dan terus saja begitu. Aga tak pernah mau bilang atau izin jika mau kemana pun, karna masalahnya rumah utama itu luasnya bukan main.
"Aga mana ya, Amma?" tanya Aisyah dengan paniknya sambil mengedarkan pandangannya kesegala arah, rasa khawatirnya itu membuat ia langsung bangun dan mencari keberadaan AgaSyah yang ternyata sedang...
.
.
.
Kamu, aku Nyebul nyebulin mau nda? bial nda ileng.. glowing kaya Daddy Aga.. mau yaaaa.....
Mohon maaf untuk semuanya karna akhir akhir ini teteh UP nya sedikit gak jelas dan jarang jarang.. Sibuk ngurus anak perawan yang baru masuk sekolah, InsyaAllah senin udah up rutin kaya biasa lagi ya..
__ADS_1
Buat yang belum tahu, bisa mampir ke lapak Chio ( Pria simpanan istri Mafia) yang masih satu novel sama ManDud juga ManJa... 😘
sehat sehat buat kalian semua ya...