Sagara

Sagara
Part 114


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Suami Bucin mana pun pasti akan kaget dan langsung bangun saat mendengar ancaman yang di lontarkan Aisyah barusan. Bukan masalah Kudanya tapi posisi tidurnya yang akan di tukar antara Sagara dan Kuda.


Tak ada malam yang paling horor selain malam tidur tanpa Sang istri, itu sudah menjadi rasa takut turun menurun dari semua keturunan Singa.


"Kamu mau tidur sama kuda? di kandang?" tanya Sagara dengan rambut berantakan khas bangun tidur tapi itu semua tak menghilangkan ketampanan Si calon papa muda tersebut.


"Enak aja! kamu sana yang di kandang," balas Aisyah semakin jengkel.


"Oh, kirain. Aku cuma kasihan kalau kamu di kandang sedangkan aku di kamar," sahutnya lagi masih setengah sadar.


Bugh..


Tak ingin membalas dengan perkataan, Aisyah langsung meletakkan satu buah bantal tepat di depan wajah suaminya, kemudian ia dorong hingga Sagara kembali tersungkur diatas ranjang.


"Makan tuh bau iler!"


Kesal, sudah pasti. Aisyah keluar kamar dan langsung mencari Bapak yang entah dimana saat ini apalagi tak ada Ibu dan Anti juga yang bisa ia tanyai.


"Pada kemana ya? apa udah ke PonPes liat kudanya?" pikir Aisyah yang semakin uring uringan.

__ADS_1


Aisyah duduk di salah satu kursi meja makan, perlahan menetralkan perasaannya dengan meminum segelas air putih.


"Sabar ya, Sayang. Nanti kita elus kudanya sama sama. Kata Kakek udah sampai kesini," ucap Aisyah sambil mengusap perut yang sudah sedikit membuncit, dan itu jelas terlihat jika posisinya memang sedang duduk.


Tak mungkin pergi sendiri, Aisyah mau tak mau harus kembali ke kamarnya untuk memanggil Sagara, tapi belum semua itu ia lakukan, pria tampan tersebut nyatanya sudah menyusul.


"Kudanya udah dateng kata Papah," terang Sagara.


"Udah tahu," jawab Aisyah.


"Sekarang ada di ponpes, gak jadi dibawa kesini," lanjut Sagara lagi.


"Bilang dong kalau udah tahu, kan aku gak perlu kasih tahu!" Omel Sagara yang langsung membalikkan tubuhnya, langkah kaki pria itu berhenti saat tangannya di tarik.


"Kamu mau kemana?" tanya Aisyah dengan cekalan di pergelangan tangan suaminya.


"Tidur, kamar!" jawab Sagara.


"Gak mau anter aku Ke Ponpes? di rumah gak ada orang. Kayanya udah pada kesana juga buat liat Kudanya."


Bukan menjawab ucapan sang istri, Sagara malah mengedar kan pandangannya ke seisi rumah seolah ia sedang mengamati dan memastikan sesuatu.

__ADS_1


"Kamu cari apa?"


"Cari tempat yang enak," jawab Sagara yang gantian menarik tangan Aisyah ke sofa panjang ruang TV.


Hampir satu minggu di rumah Sang mertua, membuat Fantasi liarnya dalam bercinta tak berguna, hanya melakukannya di atas ranjang tentu itu sangat membosankan untuknya yang biasa dimana saja dalam kamarnya yang luas.


"Saga, kamu mau apa?" bukan tak tahu, hanya saja Aisyah sedang menyembunyikan kepanikannya. Jangan sampai apa yang di tebaknya justru di lakukan oleh suami kecil nan mesummya itu.


"Saga!" seru Aisyah saat Sagara justru berbaring diatas sofa lalu mengeluarkan si SosTel yang belum terlalu siap bertempur.


"Cepetan sini, Sayang," pintanya sambil menarik tangan mulus Aisyah.


"Aku minta anter kamu buat liat kuda, Saga!" kata Aisyah yang kembali jengkel. Entah ia yang sensitif atau memang suaminya yang menyebalkan tapi memang rasanya Sagara kini lebih sering memancing emosinya.


.


.


.


"Iya, sebelum liat kuda, kita main kuda kudaan dulu,"

__ADS_1


__ADS_2