
🍂🍂🍂🍂
Perjalan pernikahan panjang sudah dilewati Aisyah dan Sagara, jangan di kira semua baik baik saja karna sudah tak terhitung berapa kerikil tajam menghantam, berapa kali ombak menerjang dan seberapa besar badai menghadang rumah tangga mereka yang kini sudah 17 tahun lamanya.
Ya, selama itu keduanya bersama membesarkan kedua anak kembar mereka yaitu SyahRaa dan AgaSyah yang baru saja menyelesaikan sekolah menengah atas dan kini sedang mempersiapkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Calon mahasiswa dan mahasiswi itu masih saja berdebat di depan kedua orang tuanya untuk memastikan kampus mana yang akan mereka pilih.
"Mas, kamu kenapa senyum senyum sendiri?" tanya Aisyah pada suaminya, meski berbeda umur cukup lumayan jauh tapi wanita bercadar itu tetap menghargai Sagara sebagai mana istri pada umumya.
"Hem, gak apa apa, mereka berdua umur segitu sibuk mikirin mau kuliah dimana, aku umur segitu pusing nanti malam mau pakai gaya apa," jawab Sagara sambil terkekeh geli sendiri.
__ADS_1
Bagaimana tidak, saat yang lain pusing dengan berbagai ulangan dan ujian, Sagara malah fokus dengan mainan halalnya, tak banyak yang percaya jika rumah tangga nya dengan Aisyah yang dari semenjak SMA itu akan selanggeng ini meski tak jarang adanya keributan juga di antara mereka berdua. Sagara yang masih muda, kaya raya dan pastinya tampan pastinya jadi incaran dari para wanita cantik di sekelilingnya tersebut, entah dari teman sekolah termasuk pernah dari sahabatnya sendiri, teman kuliah hingga kini rekan kerja yang kadang dengan mudahnya menghalalkan segala cara.
Sedangkan Aisyah yang berpenampilan sedrhana dan tertutup harus banyak rasa sabarnya, harus luas pikiranya dan kuat menekan egonya demi utuhnya rumah tangga bersama suami kecilnya tersebut.
Sagara sebenarnya tak rewel dalam masalah apa pun, cukup di puaskan di atas ranjang saja ia sudah anteng bagai bayi yang kenyang perutnya, dan beruntunglah Aisyah yang justru tinggal di tengah kelurga yang para istrinya suhu dalam soal peranjangan, ia banyak di ajarkan dan di beri cara bagaimana kasurnya panas setiap saat di butuhkan.
"Sudah dapat pilihan?" tanya Ibun pada kedaua anaknya.
"Kakak sudah, tapi entah kalau adek," jawab si sulung yang melirik kearah anak laki laki bungsu Pradipta tesebut.
"Kenapa? biar bebas ya lama lama sarapannya?" keeh Sagara yang tahu betul kebiasaan putranya itu.
__ADS_1
Tujuh belas tahun berlalu, tapi Aga masih saja tak bisa cepat dalam urusan makan, ia masih membutuhkan waktu lebih untuk mencerna setiap proses makanan yang sedang ia nikmati, mulai dari pirinng hingga masuk ke dalam perut.
"Aga nanti sarapan di mobil kaya biasa, kakak gak mau nunggu, kalau aga ,asih kaya gitu aja gak usah satu kampus sama kakak!" ancam SyahRaa tak main maintapi yang di tatap tajam dengan bibir mengerucut itu nampak tak perduli.
"Jangan gitu dong, Kak, kalau kembar itu harus sama sama." Sagara yang merayu akhirnya medapat perlakuan yang sama juga dari putrinya tesebut dimana tatapan SyahRaa kini beralih padanya.
"Sudah, ayo katakan pada Ibun, Aga mau kuliah dimana?" tanya wanita itu yang tak mau terus mendenagr perdebatan antara anak dan suaminya.
.
.
__ADS_1
.
Kuliah bareng bapaknya MADU aja deh...