Sagara

Sagara
part 133


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


AgaSyah, ia yang melipir tak ketahuan ke halaman kini sedang bersama si ireng hewan berbulu gelap kesayanga bs kecil Rahardian Wijaya, bocah itu masih penasaran dan bersikeras menyangkan jika si ireng berwarna hitam keabuan karna tak pernah mnandi, padahal hewan berbulu itu punya dokter pribadi yang datang secara rutin.


Dari adanya beberapa kucing di rumah utama, memang Aga juga hanya tertarik pada si ireng, tapi bukan karna suka dengan hewan itu ia hanya senang menjahili sepupunya yang paling tak suka miliknya yang satu tu di sentuh orang lain.


"Mau nda mandi, bum bum gak ada loh, kita lenang lenag yuk, nanti Aga kasih sampo yang banyak bial kelual busah busah," kata si anak laki laki pasangan Sagara dan Aisyah.


Ia pantang mundur apa lagi saat ini kebetulan si pemilik hewan sedang tak ada,rasanya akan leluasa sekali melakukan apapaun pada si ireng.


"Agaaa--," panggil Appa yang langsung membuat bocah yang baru masuk sekolah itu menoleh lalu berjingkarak senang.


"Appaaa," sahutnya yang sambil bertepuk tangan kecil sembari menunggu pria baya itu mebdekat kearahnya.


Dan di saat keduanya sudah saling berhadapan, kakak dari Mommy itu pun langsung berjongkok siap mendapat pelukan dari cicit musuhnya tersebut.


Ya, bukan tak jarang dua laki laki yang tak lagi muda itu masih berdebata untuk hal sepele dan tak penting, ada saja yang Appa dan Daddy ributkna jika sudah bertemu.

__ADS_1


"Lagi apa anak ganteng?" tanya Appa, jika Rain yang melihat sudah di pastikan bocah itu akan mengamuk.


"Mau ajakin ucing nyebul, boleh?"


"Ireng udah mandi kemarin sore, jadi hari ini gak mandi lagi," jawab Appa yang menolak ingin Aga dengan cra halus.


"Nda mandi tiap hali?" tanya bocah itu aneh sebab sangat jelas terlihat dai ekspresi dan tatapannya.


"Hem, madinya jarang jarang aja ya."


Dan, karna Appa sudah sangat pengalaman dengan tingkah para bocah yang tingkat ke ingin tahuan nya tinggi, ia pun memilih membawa Aga masuk kembali ke dalam rumah utama tentu dengan mengajak ireng juga, hewan itu sangat paham apa yang di ucap kan oleh Appa karna terbukti ia mengekor tanpa mendahului sanh tuan besar.


Aisyah yang melihat putranya sedang dituntun pun kini bisa bernapas lega, kehilangan anak tak pernah terbersit dalam benak wanita itu dan para ibu lainnya, jadi tak salah jika ia bisa langsung panik jika salah satu atau kedua anaknya hilang dari pandangan matanya.


"Bum-buuuuuuuum," seru Aga saat bocah yang jarak umrnya tak jaug darinya itu ternyata sudah pulang.


"Gak apa apaimn ireng, Bum' kan?" tanya Rain langsung tanpa membalas sapaan dari sepupunya tersebut.

__ADS_1


"Nda, cuma elus elus aja, mahu ajak nyebul," jawab Aga.


"Gak!" teriak Rain dengan kedua mata yang bulat sempurna.


Bukan takut, Aga malah tertawa. Memang itu tujuannya ia mendekat kearah Si Ireng.


"Ish, belisik amat ya," ledek Aga dengan mencibir.


Sedangkan Rain yang kesal langsung membawa kesayangannya itu pergi jauh jauh dari Aga yang menurutnya manusia paling berbahaya untuk si Ireng. Selalu merasa ada ancaman jika ia datang ke rumah utama.


.


.


.


Kalau ucingnya nda nyebul, botakin aja ya bulu nya....

__ADS_1


__ADS_2