
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"PANDA!" seru Ibun dengan tatapan tajam kearah suaminya, sedang yang di teriaki langsung menelan salivanya kuat kuat.
"Mau sampai besoknya lagi pun akan Ibun temenin," lanjut wanita itu yang membuat suaminya tak bisa berkutik.
Sagara yang tersenyum kecil seolah memohon ampun karna ia takut akan ada guling malam ini di antara mereka berdua.
"Tuh, denger!" sahut Aga yang di terus di bela Ibunnya, ia adalah pesaing berat yang tak bisa di beri pelajaran oleh Sagara.
Merasa selalu dimenang kan, tapi bukan berarti Aga bersikap seenaknya, ia masih tahu batasan apa lagi di depan orang banyak.
Ibun yang sudah selesai membuat salad buah pun kembali ke kamar putrinya, dua kali mengetuk pintu wanita itu di persilahkan masuk tapi ia ragu saat melihat SyahRaa sedang melakukan panggilan telepon.
"Gak apa apa, Bun. Sini, biar kakak kenalin ke teman kakak ya," ujarnya saat Ibun ingin keluar namun di cegah.
"Christ, ada Ibun, mau ku kenalkan ya?" ucap SyahRaa pada pria di sebrang sana.
__ADS_1
"Tentu, Raa." Christ yang sebenarnya kaget langsung mengontrol degup jantungnya, bicara dengan SyahRaa saja berdebar apa lagi kini dengan ibunya.
"Assalamu'alaikum, Bun," sapa Christ yang biasa melakukannya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab Ibun yang kedua matanya tak lepas dari si sulung.
"Saya Christ, teman sekaligus kakak tingkat SyahRaa, Bun," jelasnya jujur apa adanya.
"Oh iya, senang berkenalan denganmu, Christ. Main kemari jika ada waktu senggang ya," tawar Ibun yang langsung membuat kedua mata putrinya itu membelalak besar.
"Iya, Bun. Nanti saya mampir."
Ibun yang tak tahan ingin tertawa menyerahkan lagi si benda pipih pada pemiliknya, tak ingin menjadi obat nyamuk ia pun pamit keluar setelah mencium kening SyahRaa.
"Ingat batasan ya anak cantik."
Ibun yang kembali ke ruang makan menarik napas karna dua pria kesayangan masih disana, sang suami sudah sibuk dengan laptopnya sedangkan AgaSyah masih anteng dengan sendoknya.
__ADS_1
"Nda, si kakak tadi lagi teleponan sama teman laki lakinya," ucap Ibun yang langsung membuat pria di sampingnya itu menoleh dengan cepat.
"Teman apa pacar?" tanya Sagara dengan tatapan menyelidik.
"Teman, tadi Ibun juga di kenalkan. Anaknya sopan karna langsung ucap salam juga," jelas Ibun yang seperti tak masalah karna masih di kenalkan sebagai teman, tapi entah apa reaksi wanita itu jika SyahRaa maupun AgaSyah punya kekasih, karna di keluarganya termasuk ia sendiri tak ada yang berpacaran.
"Teman tapi mesra," timpal AgaSyah yang jika di dengar kakaknya pasti sudah habis di hajar dengan cubitan kecil ala kepiting mematikan.
AgaSyah tentu hanya menebak saja sebab ia tak tahu dengan teman laki laki yang di maksud sang pemilik surga nya tersebut, sebab kakak adik itu kuliah di Universitas yang berbeda. SyahRaa pun tak pernah bercerita apa punya meski jika di perhatikan sikap gadis itu lain akhir akhir ini, sering melamun seperti ada yang sedang ia pikiran. Tentu, apa lagi jika bukan tembok tinggi yang sedang menggoda perasaan cinta pertamanya itu.
"Nda, kok ngelamun sih? kenapa?" tanya Ibun yang sadar dengan perubahan sikap suaminya stelah ia bercerita barusan tentang putri mereka.
"Gak apa apa, Bun," jawab Sagara sambil menggelengkan kepalanya.
"Katakan, ada apa?" tanya ulang Ibun penasaran.
Hiks, apa sekarang aku ini udah bukan yang paling ganteng buat si kakak?
__ADS_1