
"jutek amat muka lo. kenapa?". tanya salah satu siswa yang duduk, melihat Sagara jalan melewatinya.
Sagara hanya menolehnya sekilas , dia acuhkan memilih untuk jalan terus.
"gak usah heran. Sagara kan emang gitu. jutek, dingin, sinis,nyeremin. ganteng pula". ucap siswi yang ada di depan siswa tadi.
Sagara emang terkenal di kalangan para cewek, banyak sekali yang deketin dia, tapi dia acuhkan karena terlalu gak minat untuk berpacaran. pernah sekali ada satu cewek yang nembak dia terus dia terima tapi setelah 2 mingguan mereka putus karena sagara tidak ada rasa sama itu cewek. dari awal Sagara nerimanya karena merasa gabut aja jadi menerimanya.
"woy lucu amat pagi pagi udah jutek aja itu muka lo". haechan terkekeh saat Sagara datang dan duduk di antara sahabat sahabatnya. "kenapa sih. bokap Lo lagi?
Sagara menggeleng lalu mengambil segelas air putih lalu meminumnya. "kesel gue sama anak baru".
ketiga sahabatnya bingung.
"bukannya tiap hari Lo kesel sama cewek yang setiap deketin Lo?". tanya Revan.
"gak tau ah kesel gue. udah di baikin juga malah di bales baikin orang lain". jawab Sagara ketus.
ketiga sahabatnya itu saling pandang lalu tertawa setelahnya.
"eh. Lo suka sama itu cewek?". tanya Baskara senyum jahil.
"gak. apasih nanya nya ngelantur Lo".
ketiga sahabatnya tertawa lagi melihat Sagara gampang di jahili oleh Abas terlebih lagi Sagara sedikit salting dan terlihat lucu buat ketiga sahabatnya.
10 menit setelah mereka bercanda saling cerita, Azka datang menghampiri keempat remaja yang saling tertawa bersama. Azka yang gak pernah melihat Sagara tertawa itu pun merasa kasian apa yang telah tiap hari ia dapatkan. tapi dengan mudahnya dia menutupi dengan senyuman.
Azka lega karena Sagara begitu banyak teman yang sayang sama dia, dan bisa membuat dia tertawa lepas melupakan rasa rasa pahit yang selalu ia lalui.
"saga". panggil Azka , yang membuat Sagara menoleh ke arah sumber suara dan melihat Azka yang memanggilnya. mukanya seketika dingin kembali.
"ngapain Lo kesini?".
"papa kecelakaan sa".
Sagara Terkekeh mendengar ucapan Azka . menurutnya dia hanya bercanda.
"gak usah bercanda. bokap lo nyuruh gue balik kan?. gue gak akan balik sebelum gue tau siapa yang donorin ginjalnya ke gue."
__ADS_1
"gue harus cari dia. meski bokap Lo gak akan ngasih tau". lanjutnya.
"sa. gue serius, pihak rumah sakit hubungi mama".
"gue gak lagi bercanda sa".
Sagara terdiam melihat mata Azka emang lagi serius dan sedikit berkaca kaca. Sagara meski benci papanya, bukan berarti dia gak sayang. meski begitu pun Abimanyu adalah ayah kandungnya yang udah membuat Sagara ada di dunia.
Sagara segera pamit ke sahabatnya lalu pergi disusul oleh Azka di belakangnya.
cuman butuh jarak 15 menittan Sagara dan Azka tiba di rumah sakit. dengan buru buru mereka masuk ke dalam dan menanyakan ruang papanya di rawat.
setelah sampai di tujuan. mamanya Azka terduduk lemas di kursi rumah sakit sambil nangis. ketika Azka datang Amanda langsung memeluk anaknya, dan Azka mengelus pelan punggung mamanya.
"gimana keadaan papa ma?". tanya Azka sambil mengusapkan air mata mamanya yang mengalir.
Sagara yang melihat interaksi antara ibu dan anak itu berdecih pelan tapi bisa terdengar oleh Azka dan mamanya, sehingga mereka sadar dan menghampiri Sagara.
Amanda memegang kedua tangan Sagara sambil tersenyum. Sagara terdiam saat merasakan hangatnya tangan seorang ibu begitu lembut. sehingga Sagara mengingat kebersamaan ibu kandungnya dulu.
"papa kamu. saat mau pergi ke kantor keadaan dia lagi stress dan mengantuk karena begadang kemaren, sehingga dia tidak bisa mengendalikan mobilnya nak. dan berakhir kecelakaan". Amanda menjelaskan apa yang terjadi.
"papa kamu sempet bilang waktu mau pergi. dia ingin kamu pulang kerumah kare-".
Sagara mengerutkan keningnya bingung. dia tidak tau apa apa, kenapa Azka bisa ngomong kayak gitu , papanya gak mungkin nyelakain istrinya lah ngapain coba.
"gue gak ngerti. kalian tuh ngomong apa?".
saat Amanda ingin bicara dokter keluar dari ruangannya bersama satu suster di sampingnya.
"kalian tidak usah khawatir pasien tidak ada luka parah di tubuhnya, hanya sedikit lecet di bagian kepala karena terbentur. kami sudah mengobatinya, nanti siang boleh bisa pulang". ucap dokter tersenyum ramah.
"makasih dok". ucap Amanda kembali tersenyum.
dokter dan suster itu pun pamit pergi. azka, saga, dan mamanya masuk ke dalam ruangan IGD , yang terlihat banyak pasien disana. karena gordennya semua tertutup mereka bingung nyari papanya yang terbaring di gorden no berapa. kebetulan ada suster yang keluar mereka langsung bertanya.
"maaf sus, tau pasien yang bernama Abimanyu?". tanya Amanda ke suster.
susternya mengangguk "di gorden no 4 mbak".
__ADS_1
"makasih sus".
mereka langsung membuka gorden no 4 dan suster yang tadi pergi. Abimanyu kaget ada Sagara datang dia langsung duduk dari tidurnya, tapi kepala lagi pusing Otomatis gak jadi.
"gak usah duduk dulu mas. nanti makin sakit". ucap istrinya khawatir.
suaminya itu mengangguk lalu matanya teralihkan pada Sagara dan menatapnya tajam. azka tau papanya pasti akan memarahi Sagara , dia langsung menenangkan papanya.
"pa sabar. ini rumah sakit dan banyak pasien disini". ucap Azka mengingatkan. Abimanyu langsung urungkan dan hanya menatap Sagara tajam tetapi tidak bicara.
Sagara berdecih menatap papanya. "nyesel gue ada disini. bokap Lo gak peduli gue ada disini ka". ucap Sagara kepada azka. Azka terdiam tidak tau harus gimana.
"Kenapa kamu balik lagi hah?". ucap papanya kesal.
"udah bagus kamu gak ada dirumah , sekarang gak tau dirinya kamu menapakan diri dihadapan saya". lanjutnya.
"Sagara emang benci sama perlakuan papa. tapi sagara disini peduli karena papa ini papa kandung saga yang udah bikin saga ada di dunia".
"maka dari itu sagara ingin berterima kasih ke papa. ya meski Sagara gak seperti papa harapan". lanjutnya tersenyum. meski ada rasa benci kepapanya.
Abimanyu terdiam gak nyangka juga Sagara akan berbicara seperti itu.
"ck. gak so sopan kamu, gk cocok".
"mas udah, Sagara bicara baik baik loh. gak usah marah marah malu di dengerin orang lain". ucap istrinya yang memegang bahu suaminya untuk menenangkan. tapi di tepis oleh suaminya.
"diem kamu! gak usah ikut campur".
Abimanyu kembali menatap Sagara penuh amarah ingin sekali dia mukul anaknya. tapi keadaan lagi terbaring dan pusing di brankar.
"pergi,atau kamu mau nurutin kata saya saga?". tanya papanya yang penuh penekanan.
Sagara Terkekeh, yang jelas Sagara akan memilih untuk pergi dari pada nurutin papanya yang selalu kekang dia apa yang di mau. "mending saga pergi dari pada harus nurutin kata papa". Sagara berbalik dan melangkah keluar, tapi suara rintihan membuat dia balik lagi.
Sagara kaget lengan mamanya Azka berdarah karena goresan pisau di lengannya. pelaku hanya terkekeh sambil melihat Sagara.
"masih mau pergi?!".
Sagara tidak percaya papanya akan melakukan hal seperti itu. yang Sagara tau papanya sangat sayang sama istrinya dan Azka , tapi dengan melihat ini sagara gak yakin papanya berubah.
__ADS_1
"papa bisa aja bikin dia seperti mama kamu".
......................