
🍂🍂🍂🍂🍂
"Kalau---, Ke pondok mau gak? biar ku kenalkan dengan Abi juga Ummi," tawar Agam dengan perasaan berdebar hebat karna takut SyahRaa menolaknya.
"Sudah sejak kecil aku mengenal Abi dan Umi, buat apa di kenalkan lagi," jawab SyahRaa yang memang tak asing dengan keluarga besar Agam meski tak semua ia ingat, karna saat masih kecil saja ia di bawa oleh kakek ke PonPes.
"Iya, aku tahu. Tapi kali ini berbeda, karna aku yang nengajakmu kesana. Aku yang akan memperkenalkanmu sendiri pada Abi dan Umi sebagai teman wanitaku, bukan sebagai cucu Kakek," jelas Agam.
"Sama saja! mau kamu atau kakek yang mengajakku, aku tetap SyahRaa," tegasnya.
Aga tak aneh melihat sang kakak yang bersikap dingin, angkuh dan ketua seperti itu, karna sudah sejak dulu tak ada yang bisa melumerkan hati seorang tuan putri Pradipta.
Justru, yang membuat Aga aneh adalah tentang jurus apa yang di berikan Christ hingga SyahRaa luluh hingga jatuh cinta sejatuh-jatuhnya, tak mau menyerah padahal jelas semua keluarga menentang hubungan mereka.
"Itu kan menurutmu, bagiku rasanya lain, Raa."
SyahRaa yang tak mau menanggapi langsung bangun dan menerima makanan yang sudah di pesan, jika saat pergi Aga yang jalan duluan justru kini SyahRaa lah yang bergegas tanpa basa basi.
"Aih---, anak Ibun yang ganteng kenapa di tinggalin?!" Aga yang kaget saat Agam mengejar sang kakak pun ikut berlari juga menyusul. Ia langsung masuk dan duduk di kursi depan bersama Agam sama seperti saat berangkat dari rumah sakit.
__ADS_1
Agam terlihat tersenyum kecil setelah ia menutup pintu bagian belakang mobilnya tempat dimana SyahRaa sudah duduk.
.
.
.
Dirumah sakit, ketiganya kaget karna di depan ruang ICU nampak sepi tak ada siapapun disana kecuali satu perawat yang baru saja keluar.
"Pasien yang di sini mana ya, Sus?" tanya SyahRaa.
"Dimana, Suster?!" tanya SyahRaa lagi yang kini sangat ketus karna sangat jelas di abaikan.
"Ra--," panggil Agam agar gadis itu sedikit tenang.
( Kenapa malah inget Gajah panggil Khumairahnya 😭 )
"Ma--mari saya antar," jawab si perawat yang terlonjak kaget..
__ADS_1
Ia yang jalan lebih dulu di ikuti oleh Agam, SyahRaa dan Aga. Langkah yang sedikit terburu-buru itu akhirnya sampai juga di sebuah ruangan. SyahRaa yang langsung berhambur ke dalam pelukan kakek Zico sangat sedih saat melihat pria baya kesayangannya juga kini tak berdaya bahkan terdapat banyak alat medis ditubuhnya.
Belum lagi saat melihat nenek yang di tenangkan oleh Ibun, padahal semua orang tahu jika wanita bercadar itu pun tak sekuat dan setegar yang orang lain lihat.
"Sabar ya, Nak. Kakek pasti baik baik saja," ucap Si duda abadi pada cucu perempuannya sambil mengusap punggung SyahRaa.
"Kakak takut, kakak beneran takut liat kakek kaya gini," jawabnya yang memang sudah gemetar karena bayangan Daddy Ricko mulai terlintas lagi di benaknya.
"Semua baik baik saja, Ra. Doakan kakek," timpal Agam yang tak beranjak jauh dari SyahRaa. Andai saja bisa, ingin sekali ia yang menenangkan gadis itu saat ini.
"Kak--," panggil Kakek dengan suara terpejam dan itu membuat semua orang yang ada di dalam ruangan kaget luar biasa.
"Kak-- kak Ala," panggil pria baya yang belum membuka kedua matanya.
.
.
.
__ADS_1
"Kak, ayo mendekat, mungkin ada yang ingin kakek sampaikan padamu."