
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Lagi cemburu?" gumam Aisyah yang bingung sendiri, yang wanita itu tanyakan tentu apa yang sedang suaminya lakukan bukan yang dirasakan jadi wajar jika Si pemberi pertanyaan merasa tak nyambung dengan jawaban yang di dengarnya barusan.
"Memang kalau cemburu seperti itu?" tanya Aisyah, tak seperti suaminya sekarang ia justru belum merasakan apa itu rasa kesal pada pasangan sebab selama beberapa hari menyandang status sebagai istri, semua terasa sangat menyenangkan.
"Gak tau, mungkin iya. Kamu emang gak tahu kalau orang cemburu itu biasanya ngapain?" tanya balik Sagara.
"Enggak, lagian aku mau cemburu sama siapa?"
Benar!
Sagara yang berangkat dan pulang sekolah selalu tepat waktu di tambah semua tak ada yang mencurigakan membuat Aisyah tak punya alasan untuk cemburu atau curiga, selama ini ia yang jadi prioritas utama malah justru sepertinya akan di cemburui oleh banyak gadis di luar sana jika tahu Sagara telah beristri seorang guru cantik yang usianya jauh lebih dewasa.
"Nangis mungkin," jawab Aisyah, ia tak punya pengalaman sama sekali tentang hal tersebut.
"Kaya gini?" tanya Sagara yang tatapannya semakin teduh hingga akhirnya berkaca-kaca.
__ADS_1
"Saga--, hei kamu kenapa?"
"Cemburu ih! aku bilang kan lagi cemburu!" ulangnya yang kali ini nada bicaranya sedikit naik namun merengek manja.
Aisyah yang baru sadar langsung merentangkan kedua tangannya dan melihat hal tersebut tentu tak akan di sia-sia kan oleh Sagara. Pemuda yang sedang kesal hatinya itu langsung berhambur kedalam pelukan Sang istri.
"Kamu cemburu pada siapa?"
"Apa dia orangnya? dia yang di maksud Olla dulu jika kamu saat itu sedang dekat dengan pria lain?" bukan menjawan pertanyaan Aisyah, ia malah balik bertanya.
"Aku dekat dengan putrinya, tapi jadi mau tak mau dekat dengan ayahnya juga," jelas Aisyah sembari mengusap sayang kepala Sagara layaknya anak kucing yang sedang bermanja.
"Dia duda?" tanya Sagara.
"Iya, Duda mati. Putrinya anak piatu yang butuh kasih sayang dan pelukan hangat sosok Ibu, aku hanya mengisi kekosongan dalam hati anak itu, tak lebih," jawab Aisyah lagi, ia semakin mendekap hangat Sagara.
"Aku juga anak piatu, butuh kasih sayang dan juga pelukan sosok wanita," ucapnya manja layaknya bocah taman kanak-kanak di tambah tatapannya yang menyiratkan ia memang butuh hal tersebut.
__ADS_1
"Aku tahu." ciuman sekilas pun di berikan Aisyah di kening suaminya yang pernah bertarung dalam kesepian selama 3 tahun lamanya.
"Tapi aku gak butuh Ibu, aku maunya istri," sahutnya yang kini sambil terkekeh.
Keduanya tergelak bersama, Sagara yang semakin menenggelamkan wajahnya di dada Sang istri tentu membuat Aisyah geli sendiri.
"Itulah baiknya Tuhan, Ia tahu mana yang di butuhkan Hambanya," tutur Aisyah.
Sagara yang mengangguk lalu menangkup wajah cantik bidadari hatinya itu dengan kedua tangannya. Di ciuminya mulai dari kening hingga kedua pipi dan berakhir di bibir tipis yang merah alami.
"Terima kasih sudah mengisi hati seorang anak piatu ini dengan kasih sayang dan perhatianmu ya Ibu Guru," goda Sagara dengan tampang menggemaskan.
"Sama-sama, Nak." gelak tawa pun kembali mengisi ruang kamar yang luasnya justru seluas kamar mandi Sagara tersebut.
.
.
__ADS_1
.
Aku "LAPAR" sostel campur mie enak nih..