Sagara

Sagara
Part 55


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Setelah panggilan telepon diputus sepihak oleh Haris yang terlihat sangat kecewa, kini Aisyah justru semakin di buat tak tenang dan takut menyakiti perasaan malaikat kecil yang kini jauh disana. Tak di pungkiri, mereka memang sangat dekat bahkan tak terpisah jika berada di kelas, manjanya Intan sama seperti manjanya seorang anak pada ibunya, dan itulah yang di rasakan oleh Aisyah selama mengajar.


Dan, ucapan jika anak itu tak mau masuk kelas nyatanya sangat mengganggu pikiran Aisyah sekarang hingga ia terpaksa menelepon salah satu teman sesama guru di sekolah taman kanak-kanak.


Dua kali ia mencoba menghubungi, tapi tak ada jawaban sama sekali hingga yang ketiga barulah panggilannya tersambung.


Alhamdulillah. bathin Aisyah dengan tangan berada di dadanya sendiri.


"Assalamu'alaikum, Ka Nissa," sapa Aisyah.


"Waalaikumsalam salam, Aish. Maaf ya, aku lagi di kamar mandi tadi, ada apa?"


"Hem, ada yang ingin aku tanyakan, tapi sebelum Aish minta maaf jika mengganggu," ujarnya yang bingung harus memulai dari mana.


"Silahkan Aish, aku sedang tak sibuk," jawab Kak Nisa, ia adalah ibu dengan dua anak kembar perempuan yang menggemaskan.


"Apa Intan tadi Sekolah? dia baik baik saja kan?"


Aisyah langsung menggigit bibir bawahnya saat ia mendengar Kak Nisa membuang napas kasar sebelum ia menjawab pertanyaan yang di lontarkan barusan.


"Dua hari kemarin masih tak apa apa, tapi untuk hari ini Intan tak mau ikut belajar dan menangis di dalam kelas hingga kami mau tak mau menghubungi ayahnya. Intan pun langsung di bawa pulang," jelas wanita itu pada teman se profesi nya tersebut.

__ADS_1


"Ya Tuhan, aku merasa bersalah sekali karna tak pamit lebih dulu padanya."


"Memang kamu sekarang dimana? Bu Yayasan hanya bilang pada kami jika kamu Resign dari sekolah tanpa alasan yang lagi," tanya Kak Nisa, sepertinya wanita yang beberapa tahun lebih tua dari Aisyah itu tak kuasa menahan rasa penasarannya.


"Aku menikah dan ikut dengan suamiku, Kak."


Bagai petir di siang bolong itulah perumpaan yang pas bagi Kak Nisa saat ini. Ia cukup dekat dengan Aisyah jadi tak salah kabar ini sangat mengejutkan untuknya yang tak tahu apa-apa.


"Apa ini alasan kamu menolak Ayahnya Intan?"


"Tidak, Kak. Sumpah Demi Tuhan! Ceritanya tak seperti itu, ini semua terjadi begitu mendadak sekali," jawab Aisyah, sama seperti yang lain Kak Nisa pun tahun bagaimana selama Intan begitu ingin ia menjadi ibunya.


"Ya sudah, meski ini sangat mengejutkan tapi aku tak bisa bicara apapun, ini masalah pribadimu, jika memang kamu sudah menikah semoga berbahagia dengan pria pilihanmu itu ya," ucap Kak Nisa di sela hembusan napas beratnya, ada rasa kecewa sedikit karna ia memikirkan bagaimana jika Intan tahu akan hal ini.


"Terimakasih kasih, doamu berarti untukku dan ku Aamiinkan selalu," jawab Aisyah dengan perasaan sedih.


Tak ada lagi yang harus ia tanyakan, panggilan telepon pun berakhir dengan ucapan salam dari kedua wanita yang kini tengah berpisah oleh jarak tersebut.


Waktu berjalan begitu benar-benar lambat bagi Aisyah yang semakin merasa bosan di kamar. Ia yang bermain ponsel hanya bertukar pesan dengan beberapa temannya setelah menelepon Ibu juga. Tapi, ada yang membuat ia selalu tertawa tak jelas jika sudah membaca beberapa pesan di grup @PawangRahardian.


Kadang, Aisyah sampai tersedak jika isi dalam Chat itu mulai melipir ke arah ranjangan dan Mommynya lah yang selalu menguasai obrolan tersebut.


Seperti saat ini, ia yang belum hafal dengan satu persatu keluarga suaminya kadang harus berpikir keras siapa yang sedang On di grup tersebut.

__ADS_1


Ceklek.


Aisyah yang sedang fokus fokusnya sampai tak sadar jika pintu kamar terbuka dan si pemilik kamar kini sedang berjalan kearahnya.


"Kacang-kacang," bisik Sagara yang langsung memeluk istrinya dari belakang.


Aisyah yang kadang masih lupa jika punya suami tentu masih saja kaget hingga terlonjak saat Sagara menyentuh nya secara mendadak, contohnya kali ini.


"Ngapain sih?" tanya Sagara penasaran tapi tak berniat mengambil ponsel istrinya karna itu adalah benda pribadi wanita itu.


"Enggak, lagi bacain chat keluarga kamu," jawab Aisyah jujur namun itu membuat aneh suaminya.


"Keluargaku? siapa?"


"Hem, perempuan semua sih, kaya Mommy, Amma, tapi Olla kok gak ada ya," jelas Aisyah yang sedikit antusias sebab hanya beberapa nama saja yang melekat di otaknya.


"Mungkin dia sibuk, Olla kan kutu buku," jawab Sagara yang posisinya masih sama.


"Hem, mungkin. Cuma ada Ummi Khayangan meski jarang , tapi--," ujar Aisyah yang bingung sendiri.


"Tapi apa?" tanya Sagara saat Sang istri tak melanjutkan ucapannya.


Kalau Ummi On yang lain bubar barisan..

__ADS_1


__ADS_2