Sagara

Sagara
Season 2


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Selamat sore, selamat datang di--," ucap seorang pelayanan dengan sopan dan ramahnya, namun ucapan itu terhenti saat melihat sosok wanita yang mendongakkan wajahnya hingga mereka kini saling menatap.


"Raa--," seru Christ saat ia yakin gadis itu si pengisi hatinya selama ini.


"Kamu--, kerja disini?" tanya SyahRaa kaget dan bingung. Apakah ia melewatkan satu hal dari teman dekatnya itu? sampai ia tak tahu akan hal ini.


"Baru hari ini, Raa," jawab Christ sambil tersenyum. Tatapan matanya yang teduh selalu berhasil membuat hati SyahRaa bergetar hebat.


Tapi, deheman pelan yang di dengar pasangan yang tak bisa di sebut kekasih itupun membuat Christ sadar kemudian kembali pada pekerjaannya.


"Boleh saya lihat buku menunya?" tanya Agam, senyum terulas tetap tak bisa menyembunyikan rasa cemburunya.


"Tentu, Tuan" Christ langsung memberikan apa yang di minta Agam. Ya, ia bisa menerka itu karna selama ini selalu percaya pada SyahRaa yang tak pernah pergi dengan sembarang orang apalagi seorang pria dan Agam bukan orang sembarangan karna ia dekat dengan keluarga Pradipta.


SyahRaa yang berkali-kali menarik napas berat hanya bisa pasrah saat pria di depannya itu memilihkan menu makanan, tak ada lagi rasa lapar di perut SyahRaa hingga ia mengiyakan saja semua pilihan Agam.

__ADS_1


"Cukup, itu saja."


"Baik, Tuan. Mohon di tunggu pesanannya," balas Christ, sebelum ia pergi ia menyempatkan diri tersenyum ke arah SyahRaa, lewat tatapan matanya ia meyakinkan gadis kesayangannya tersebut jika semua baik baik saja.


Agam yang akhirnya tahu dan bertemu langsung dengan Christ meski dalam keadaan tak sengaja masih berusaha menekan perasaannya. Jangan sampai hanya karna ego yang tak bisa ia tahan SyahRaa jadi tak nyaman dengannya sedangkan hubungan mereka sudah satu langkah jauh lebih baik.


"Apa, kamu mau makan di rumah saja, Raa?" tanya Agam.


"Hem, aku sudah lapar, tak apa," jawab SyahRaa yang sedang mati-matian melawan perasaannya sendiri, ia harus bisa bertahan di tempat di mana ada Christ juga. Bukan karna senang bisa bertemu dengan pria itu tapi ia hanya ingin tahu sekuat apa hatinya untuk siap menerima takdir lain yang pastinya bukan dari keinginannya selama ini.


Pesanan yang datang di antar lagi oleh Christ, mereka bertiga bersikap biasa layaknya pekerja dan pengunjung resto meski rasa canggung itu jelas terlihat dari masing-masing sikap dari mereka.


Tak ada yang sesabar Agam yang memilih bertahan meski tahu gadis yang sedang di perjuangkan masih menyimpan cinta yang belum bisa di lepaskan.


Dan, tak ada yang sekeras kepala SyahRaa yang rela sakit ketika memaksa menggengam apa yang bukan di peruntukkan untuknya.


Masing-masing dari ketiganya punya luka tersendiri. Tak mudah menjalani hubungan cinta segitiga meski semua bisa saja di permudah. Karna terkadang ucapan jauh lebih mudah terlontar apa lagi jika tak pernah ada di posisi mereka.

__ADS_1


"Kamu baik baik saja kan, Raa?" tanya Agam mau tak mau ia memperhatikan SyahRaa demi memastikan keadaan gadis tersebut.


"Aku baik, jangan khawatir," jawab SyahRaa yang sudah sangat sengaja untuk bisa tersenyum, tapi sayangnya itu gagal ia lakukan sebab Agam tahu jika itu hanya sebuah keterpaksaan demi dirinya.


"Apa ada yang ingin kamu ungkapkan, Raa?" tawar Agam yang selalu siap menjadi teman berbagi cerita bahkan keluh kesah.


.


.


.


Apa harus semenyedihkan ini? Kami searah namun tak bisa pulang bersama...



Adakah yang belum mampir ke lapaknya Bayi ganteng??

__ADS_1


Di tunggu ya 😍😍


__ADS_2