Sagara

Sagara
Part #96


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Hamil.. hamil.. hamil..


Padahal hanya satu kata tapi nyatanya itu terus berputar di otak Sagara yang kini ia dan Sang istri sudah pulang dari rumah sakit.


"Aku hamil, kamu paham gak sih?" Aisyah yang kesal ingin rasanya memukul kepala suaminya dengan centong nasi.Tapi, tentu ia masih ingat dengan dosa.


"Hamil itu kan ada bayi, dan sekarang ada bayi juga di perut kamu?" tanya Sagara. Ia bukan tak paham hanya saja ia belum percaya.


"Iya, bayi dalam perut aku ini anak kamu, hasil keringat kita, Sayang," jawab Aisyah. Jujur, ia tak percaya dengan respon yang di berikan suaminya karna yang ia bayangkan mereka akan berpelukan sambil menangis haru saat mendengar kabar tersebut.


"SosTel ku berhasil?"


Aisyah mengangguk dengan kedua mata yang kini mulai berkaca-kaca sebab Sagara mulai tersenyum. Ada rona bahagia dan tak lama tangis pria itu pecah dalam pelukan istrinya.


"Aku bisa bikinin kamu anak," ucapnya sambil terisak.


Si Bocil berhasil berkembang biak, itulah yang kini ada di benak Aisyah. Suaminya yang masih manja entah jadi apa saat menjadi Ayah nanti. Tapi, Aisyah yakin jika Sagara akan jauh lebih bertanggung jawab atas keluarga kecilnya ini.


Aisyah hanya bisa tersenyum sambil mengusap pipi suaminya, ia ikut meneteskan air mata tapi langsung di hapus oleh Sagara.


"Jangan nangis aku aja," ucapnya sambil mengusap cairan bening yang jatuh di pipi Aisyah.

__ADS_1


"Akunya ikutan sedih."


Sagara yang mendengar itu tertawa kecil, menurutnya ini adalah hari yang paling menyenangkan.


.


.


.


Kabar baik hamilnya Sagara tak membuat semuanya kaget termasuk Mommy dan Daddy yang sejak awal sudah yakin jika cucu mantunya itu sedang berbadan dua, tapi mereka tak ingin buka suara dan asal tebak sebelum ada pernyataan resmi dari Dokter.


"Kalau mau apa apa jangan sendiri, suruh saja Saga," pesan Mommy sambil mengelus perut calon cicitnya itu.


"Iyalah, ini anak siapa? tanggung jawab dong," balas Nyonya besar Pradipta tersebut.


Sagara hanya mencibir, ia yang masih muda dan tak tahu seputar kehamilan tentu masih santai padahal tanpa sadar ada begitu banyak drama di depan matanya mulai hari ini. Ya, hari ini...


"Iya, sih. Tadi siang memang pengen sesuatu tapi Sagara baru bangun sore," adu Aisyah yang sempat kesal.


"Memang kamu mau apa?" tanya Daddy, mantan Duda yang masih Glowing itu sejak tadi tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.


"Es selendang mayang," jawab Aisyah, makanan kenyal manis itu seolah sudah ada di ujung lidahnya saat ini.

__ADS_1


"Tuh, denger? istrimu pengen apa?" tanya Mommy pada cucu laki-lakinya itu.


"Denger Mooom," jawab Sagara malas, bahkan ia sambi menguap, entah kenapa hari ini rasa kantuknya cukup lumayan hebat menyerang.


"Ya udah, cari sana, ngapain masih diem aja. Awas ya kalau cicit Mommy sampe ileran gak ke turutan!" ancam wanita itu tak main main.


Sagara yang mendengarpun hanya mencibir karna sejak datang sebenarnya ia fokus tak fokus dengan obrolan mereka di ruang tengah.


Tak ingin kena cubitan maut, Sagara pun bangun dari duduk lalu berpamitan, otaknya masih berpikir kemana ia akan mencari apa yang sedang di inginkan istrinya saat ini.


"Eh, Mang Mun, boleh tanya gak?" Sagara yang baru mau masuk kedalam mobil malah menghampiri Si tukang kebun yang sedang merapihkan rerumputan taman depan.


"Iya, Tuan. Mau tanya apa?"


"Punya kenalan namanya Mayang??" tanya Sagara dengan wajah serius.


"Tidak, Tuan. Memang kenapa?" tanya balik Mang Mun dengan ekspresi tak kalah bingung.


.


.


.

__ADS_1


Mau pinjem SELENDANGnya...


__ADS_2