
di tempat yang sudah dijanjikan , Sagara bener nginep di rumah Baskara sampai waktu bener bener pas buatnya. menurutnya pulang kerumah tidak ada gunanya yang ada Sagara kena lagi sama papanya.
"Lo kalau belum siap cerita gakpapa sa, kita maklumi ko". ucap Revan tersenyum sembari menepuk pundak Sagara pelan.
Sagara tersenyum lalu menyiapkan diri untuk cerita.
......°°°°°°......
Tepat pukul 11 malam Sagara pulang setelah mencari anak kucing yang tak kunjung ia temukan. saat masuk perkaraan rumah, baru saja saga membuka pintu.
Bugh!!
pukulan keras mendarat di pipi Sagara, pelaku yang mukul tidak lain adalah papanya. Abimanyu Pratama. sagara sontak kaget merasa perih dari sudut bibirnya yang berdarah, lalu menoleh kepepanya dengan tatapan tidak percaya.
"GARA GARA KAMU!. ISTRI SAYA JADI SAKIT SEKARANG!". bentak papanya sambil menunjuk nunjuk Sagara.
begitu marahnya abimayu sampai tidak menyebutkan dengan kata'papa'ke anaknya melainkan dengan kata 'saya' yang di ucapkan.
Azka dan mamanya keluar dari kamar setelah mendengar keributan itu.
"Sagara emang salah udah bawa kucing. tapi bukan berarti Sagara mau bikin dia sakit".
"Lagian kan bisa berobat. uang papa kan berlaku buatnya".
'lo gak tau saga, papa gak pernah ngeluarin uang ke mama, uang dia di habiskan buat kesenangannya sendiri'. batin azka
amanda istrinya itu memegang lengan suaminya untuk menenangkan, tapi abimayu lagi keadaan marah , dia menepis tangan istrinya sampai dia terjatuh kelantai karena terlalu lemes untuk menahan.
Azka yang kaget langsung membatu mamanya. Sagara yang melihat bingung perlakuan papanya kepada istrinya tidak selembut biasanya.
"KAMU INGAT YA. KALAU MASIH MAU TINGGAL DISINI, TURUTIN KATA SAYA, ATAU TIDAK KAMU TAU AKIBATNYA". Abimanyu melirik sang istri sambil menunjuk dia mengode Sagara. Azka yang mengerti, takut dan berdiri menghampiri Sagara.
Sagara yang bingung apa maksud papanya itu, menatap dingin tidak peduli. Abimanyu setelah mengatakan itu pergi dari sana.
"saga". panggil Azka , membuat Sagara menoleh padanya.
"Lo mending turutin maunya papa ya". lanjutnya.
Sagara Terkekeh ketus "Lo masih mau belain bokap Lo?".
"Lo liat . nyokap Lo jatuh karena dia?. itu yang namanya suami?". tanya Sagara
Azka menghela nafasnya. "gue gak ngebelain , gue cuman kasian sama Lo sa , di siksa terus sama papa".
"lo. merasa kasian sama gue?". Sagara Terkekeh.
"mending gak usah deh. Lo gak pernah ngerasain yang gue rasain selama ini. Lo cuman anak haram yang selalu di sayang olehnya".
"dan gue. gue apa coba, hanya sampah yang di manfaatin dia untuk kesenangannya". lanjutnya
keduanya terdiam, termasuk mamanya Azka yang menyimak hanya menangis terduduk dilantai. Sagara segera pergi ke kamarnya setelah itu.
...°°°°°°°...
baskara, Revan dan juga Andra terdiam saat mendengarkan cerita Sagara , yang sesekali mengeluarkan air mata, karena keinget mamanya yang di pukul Abimanyu.
__ADS_1
"gue kira bokap gue akan berubah. ternyata sama aja". Sagara tertawa hambar sambil mengusap air matanya.
"sorry gue lemah ya cengeng banget jadi cowok haha". lanjutnya
"gakpapa Sa. wajar Lo nangis Lo juga manusia gampang rapuh hatinya kalau menyangkut soal yang Lo sayang". jawab Revan tersenyum sambil menepuk nepuk bahu Sagara.
"dulu, gue punya ginjal. tapi bokap gue nyariin ginjal yang cocok buat gue, padahal dulu nyaris saja gue mati". ucap Sagara yang membuat ketiga temannya terdiam.
"dan gue juga gak tau alasannya apa bokap gue nyelamatin Gue, padahal dari dulu sebelum gue sakit bokap gue selalu nyakitin gue, berbeda dengan azka yang selalu di sayang". lanjutnya
baskara penepuk pundak Sagara , yang membuat dia menoleh padanya.
"Lo jangan merasa gak ada yang sayang sama Lo. kita disini semua sayang sama Lo sa, berhenti untuk menyakiti sendiri, apalagi membebani diri sendiri. kalo Lo mau cerita kita siap dengerin lo".
"ya walaupun gue gak bisa ngerangkai kata kata buat nyemangatin Lo sih. tapi gue akan selalu ada buat Lo". baskara menepuk bahu Sagara pelan lalu tersenyum.
Sagara tersenyum mengangguk "thanks ya, gue kalau gak ada kalian, gatau lagi gue hidup atau enggak".
"kita ini saudara yang gak sedarah. jadi jangan merasa Lo itu orang asing". ucap andra yang juga menyemangati Sagara.ketiganya mengangguk kecuali Andra.
waktu mulai menunjukkan tengah malam. mereka berempat menghabiskan waktu di rumah Baskara dengan memain PS di ruang gamenya baskara. tapi yang punya rumah tepar tertidur di sofanya dengan pules, setelah keempatnya menghabiskan mie instan. sementara ketiganya masih main PS yang tidak lain Revan dan sagara. sedangkan Andra hanya menontonnya.
"eh Van balik yuk udah tengah malem , gue udah di tanyain nih Sama nyokap". kata Andra pada Revan yang terpokus pada layar.
"oke ayo". jawab Revan beranjak dari duduknya.
"gak mau nginep aja?". ucap Sagara kepada keduanya.
keduanya menggeleng. "gak enak ah yang punya rumahnya juga tepar tuh. lagian nyokap gue nanyain terus suruh pulang". jawab Andra.
"okey bro , kuat ya , jangan dipikirin terus". ucap Revan sebelum pergi lalu menepuk nepuk bahu Sagara pelan sambil tersenyum.
keduanya pergi keluar dan disusul oleh Sagara untuk mengantarkan ke depan rumah.
saat kembali ke dalam ruangan baskara tetep masih tertidur. dan Sagara yang gak enak membangunnya dia tidur juga di sofa sebelahnya.
Sagara menatap langit langit Ruangan sambil terpejam dalam. "gue jadi pengen tau siapa yang udah donorin ginjalnya buat gue".
......•••••••......
paginya Sagara tidak sengaja berpaspassan dengan orangtuanya Baskara saat kedapur.
Sagara segera menyapanya lalu menyalimi keduanya.
"Tante. om. apa kabar?".
"baik nak, kamu gimana papa kamu sekarang gimana?". tanya Amelia ibundanya Baskara
"papa masih aja kayak gitu tan". jawab Sagara tersenyum.
"papa kamu itu emang bagian dari setan ya gak tau malu". umpat Tio ayahnya baskara.
sagara terdiam "om sama Tante mau pergi lagi?".
keduanya mengangguk "kamu gak usah merasa gak enak sama om sama Tante. rumah ini terbuka untuk kamu". Amelia mengusap bahu Sagara lembut.
__ADS_1
Sagara tersenyum lalu mengangguk. keduanya melangkah pergi. tapi suara teriakan muncul dari lantai 2. orangtuanya baskara berhenti lalu berbalik menatap ke sumber suara.
baskara yang teriak memanggil orangtuanya, segera turun dan menghampiri keduanya yang hendak pergi.
"bunda, sama ayah selalu pergi duluan. sebelum baskara turun. kenapa sih?". tanya Baskara merasa heran, karena dari dulu baskara selalu ditinggal sama kedua orangtuanya. mereka pulang saat baskara tidur. dan paginya baskara selalu ketinggalan saat ingin menyapa orangtuanya tapi keburu pergi.
"bunda, sama ayah sibuk nak. jadi gak ada waktu". jawab Amelia mengusap kepala Baskara.
"nanti kalau lagi senggang juga kita pasti sama sama". ucap ayahnya.
"pamit dulu ya, kita buru buru. kamu yang rajin sekolahnya ya". lanjut mamanya lalu mengecup kening baskara lembut.
keduanya pergi meninggalkan baskara. baskara hanya bisa diam dan menurut apa kata orangtuanya. baskara melamun dan melihat kepergian orangtuanya.
Sagara yang menyimak. menghampiri baskara yang sedang berdiri mematung di sana.
"mereka kerjakan untuk Lo juga. gak usah di ambil hati ya". Sagara menenangkan Baskara.
"tapi masalahnya. kenapa dari dulu mereka terus begini. kenapa selalu gak ada waktu Buat gue?".
"bahkan saat ketemu juga hanya sebentar . lalu mereka pergi lagi".
"sebanyak apa sih kerjaannya? sampai ngelupain anaknya demi uang. capek tau gue kayak gini terus". lanjut Baskara lalu pergi ke atas.
...•••••••...
"nih buku sejarah kamu, Bu Tera suruh aku ngasih langsung kekamu". ucap Nara yang berdiri di bangku Sagara.
"taruh aja. makasih". Sagara melanjutkan tidurnya . karena semalam merasa pegal dan begadang dia jadi ngantuk di sekolah.
Nara mengangguk lalu menyimpan buku Sagara di mejanya. hendak Nara melangkah tapi dia urungkan karena ada hal yang mau dibicarain.
"Sagara". panggil Nara pada Sagara yang tertidur tapi masih bisa mendengar suara Nara.
"hmm?". jawabnya tapi mata masih merem.
"kemaren kamu kemana?".
"dirumah".
"Azka yang serumah sama kamu. gak ada dirumah katanya".
Sagara menghela nafasnya lalu bangun dan menatap Nara dingin.
"kenapa emangnya?".
"gak. aku cuman kasian aja Azka jadi dimarahin mamanya".
"Lo nyalahin gue?".
"ng-gak gitu. maksud aku tuh gin-".
"gak usah nanya gue kalau cuman mau kasian sama Azka. ganggu orang tidur aja Lo". ucapan Nara segera di sambar oleh Sagara, dan dia langsung pergi dari kelasnya menuju tempat biasa ia tempati.
Nara gak enak udah salah ngomong itupun hanya bisa diem. menyusul untuk menjelaskannyapun Sagara tetep akan gak peduli. jadi memilih untuk keperpus membawa buku paket karena dia ingin meminjamnya.
__ADS_1
...•••••••••...