
di warung babeh seperti biasa baskara,Andra dan juga Revan berkumpul di tempat tongkrongannya. kecuali Sagara yang masih dikelas dijagain oleh bodyguardnya.
"Sagara masih di kelas bel?". tanya Andra penasaran yang tumben tumbenan Sagara tidak muncul biasanya paling awal datang di tempat.
"kalian gak tau?".
ketiga remaja itu bingung apa yng di maksud Bella pacar baskara itu.
"Sagara sama Azka itu di jagain sama bodyguard tau, di suruh sama bokapnya". lanjutnya.
ketiganya terkejut kaget, kenapa mereka berdua di jagain sama bodyguard, gak biasanya. padahal Abimanyu setau mereka bodoamatan soal Sagara , kecuali Azka gk heran sih kalau Azka yang di jagain. tapi ini Sagara juga ikutan kena.
"Sagara gak sebandel ituloh dia. masa di jagain gitu". ucap Revan yang bener bener kaget.
"ya gue gak tau dia sendiri bilang gini".
"gue gak bisa,Lo gak liat ada 2 cowok aneh yang jagain gue, gue gk bisa kemana mana". ucap Bella mengingat perkataan Sagara sebelum Bella ke warung babeh.
baskara dan kedua temennya itu beranjak dari duduknya lalu pergi meninggalkan halaman
"Abas ko aku di tinggalin sih". teriak Bella tidak terima
baskara kembali lalu Tersenyum kaku. "maaf bel lupa ayo". jawab baskara yang langsung menggenggam tangan bella lalu pergi menyeret Bella untuk ikut.
...••••••••...
"saya mau ketoilet bpk masih mau ikutin saya?".
"mau kamu kemanapun saya ikutin".
"lagian saya gk akan kemana mana". ucap Sagara yang tidak terima terus terussan di ikutin.
bodyguard yang bernama Jack itu mengeluarkan hpnya dan Sagara mengerti dia akan melaporkan ke papanya kalau Sagara ngebantah.
"OKE!". teriak Sagara sehingga yang ada di kelas dan luar kelas berhenti beraktivitas dan mengalihkan perhatiannya ke Sagara.
"sorry". Sagara menghela nafasnya lalu pergi dengan pasrah yang harus diikuti bodyguard satu ini yang bernama jack. bodyguard satunya lagi sedang bersama Azka.
setelah di perjalanan menuju toilet Sagara berpaspassan sama ketiga sahabatnya sekaligus Bella di sebelah Baskara.
ketiga temennya sagara melirik Sagara dan pak Jack secara bergantian. membuat Sagara mengerti.
"disuruh bokap".
"kenapa sampai di jagain gitu, Lo bikin masalah?". Andra merasa kasian dan penasaran apa yang di lakuin Sagara sampai di jagain.
__ADS_1
"kita bicara di taman sekolah".
saat mereka melangkah suara teriakan memanggil nama Sagara terdengar membuat mereka berbalik badan. dan mendapati Nara sedang berjalan menghampiri.
"di suruh pak Budi keruang BK, ada Azka juga". ucap Nara setelah sampai di depan Sagara.
"perasaan Lo Mulu deh yang di suruh pak Budi buat manggil murid murid keruangannya". Revan penasaran kenapa Nara mulu yng di suruh. Minggu lalu temen sekelasnya yang di panggil lewat Nara. kemaren kelas sebelah.
"gue curiga, Lo ini anaknya kali ya". ucap baskara membuat Bella menggeplak lengan Baskara.
"beda kali, gak ada mirip miripnya".
Sagara menghela nafasnya "kita bicara lain kali, gue pergi dulu". katanya yang langsung melangkah menuju ruang BK yang di ikuti Jack dibelakangnya.
ketiga temennya ikut melangkah tapi di cegah Nara. "jangan diikutin, urusan keluarga".
"sejak kapan pak Budi keluarga Sagara dan Azka?". Bella bertanya heran.
"enggak maksudnya , pak Budi ingin membicarakan keluarganya kayaknya gitu".
Bella mengangguk. ketiga temennya karena penasaran mereka pergi menyusul Sagara, Nara tidak bisa apa apa lagi karena mereka udah pergi jadi otomatis mengikuti mereka, dan Bella juga di sampingnya.
sesampainya di ruang BK ketiga temannya Sagara dan Nara Bella hanya menunggu di luar, lebih jelasnya menguping pembicaraan pak Budi dan kedua sodara tak seibu itu.
mereka gak sadar kedua bodyguard Azka dan Sagara ada di luar dan sedang memperhatikan mereka yang sibuk liat kedalam tampa meliat siapa di sampingnya.
"ngapain kalian nguping?".
"kita lagi dengerin pak Budi ngomongin apa ke mereka aja ko". ucap baskara menjawab agak sedikit gugup.
"nguping sama ngedengerin itu sama aja bego". geplak Revan ketangan baskara tak segan segan membuat dia meringis memegang tangannya.
"balik ke kelas kalian!". ucap Jack tegas membuat mereka tegap dan balik kanan.
"bapak turut perhatian atas penyakit papa kalian alami saat ini". ucapan pak Budi dari dalam membuat mereka sontak balik lagi dan mengintip sedikit karena penasaran.
"saya juga gak nyangka pak, papa bisa sampai punya BPD". ucap Azka
"buat kamu Sagara , bapak ada pesan buat kamu jangan pernah bolos lagi , jangan bandel, ikutin kata papa kamu, kamu juga mau kan papa kamu sembuh".
Sagara menghela nafasnya, ia sagara emang pengen papanya sembuh meski agak benci sama papanya tapi dia adalah seorang ayah yang udah bikin dia ada di dunia.
"iya". jawab Sagara singkat tidak mau banyak bicara.
...••••••••...
__ADS_1
yang telah di janjikan sebelum sagara di panggil, ketiga temannya itu menyuruh Sagara ke taman sekolahan untuk meminta penjelasan.
"kenapa Lo gak bilang dari kemarin kalau bokap Lo punya penyakit?". tanya baskara begitu Sagara Sampai di taman dengan tidak lupanya di ikutin bodyguard.
"bener kata gue bokapnya kena mental".
Sagara menghela nafasnya panjang setelah Revan mengatakan itu. anak lain kalau bokapnya dikatain pasti marah, beda lagi dengan sagara biasa aja meski agak kesel juga tapi tidak di bawa emosi karena bakal makin tambah rumit.
"sorry. gue kemaren pengen bilang , tapi hp gua di di sita pas malem".
"bahkan motor juga di sita".
"gue harap kalian semua mengerti. gue juga gak mau hidup dikekang kayak gini. tapi dengan keadaan bokap gue yang sekarang, gue bisa apa?". lanjutnya dengan air mata berlinang.
mereka terdiam sejenak merenung kasian pada sagara yang sekarang alami, bergaul gak boleh, main keluar gak boleh, bahkan sekolahpun kalau gak ada bodyguard gak di bolehin.
suara bel berbunyi membuat mereka saling pandang lalu menenangkan Sagara terlebih dahulu, lalu pergi ke kelasnya masing masing.
...••••••••...
suara pecahan kaca terdengar nyaring di kediaman keluarga Abimanyu. pot bunga yang sengaja di lempar oleh abimanyu membuat amanda kaget dan takut.
"Udah saya bilang, saya tuh gak suka wortel. Kenapa kamu masih masak wortel sih!!!".
"mas. aku masak wortel kan anak anak pada suka". Ucap amanda lembut
"tetep aja. Kalau saya gak suka, gak usah adain wortel di meja!!".
"sekarang cepet beresin pecahan potnya dan masak yang lain!!". Perintah abimanyu yang menyuruh istrinya seperti art.
Amanda hanya bisa menurut dan beresin pecahan bot yang berceceran. dengan tangan gemetar tangannya tidak sengaja tergores, sehingga mengeluarkan darah di telunjuk tangannya.
"arghs".
"Mama!!". Azka yang baru pulang melihat mamanya tergores langsung menghampirinya.
sagara ada disana juga melihat kelakuan papanya, tidak habis pikir. Yang kira sagara papa itu penyayang kepada istri dan anaknya yang sekarang, tapi kenapa hari ini papa berbeda. Apa dari dulu papa begitu saat sagara gak ada?. Sudahlah kali ini sagara bener bener gak suka perlakuan papanya.
tapi sagara ingat papanya itu sakit.
"pah kekamar yuk sagara anterin. Istirahat mending".
"Gak usah saya bisa jalan sendiri!". dengan marahnya abimanyu sagara makin gasuka sama papanya. setelah abimanyu pergi kekamarnya, azka membawa mamanya ke sofa.
"saga,tolong bisa ambilan p3k di laci gw gak?".
__ADS_1
sagara mengangguk meski agak males tp tetep dia penasaran mau nenyakan sesuatu pada mama tirinya itu.
......................