
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Beberapa tahun kemudian...
.
.
.
"Huaaaaaaaa, Miong Bum anah ih?" teriakan Rain yang baru turun dari tangga tentu membuat yang lain menoleh, anak itu memang baru bangun tidur dan saat kedua matanya terbuka tentu Si Ireng lah yang di cari untuk pertama kali.
"Bum, sini, Sayang." Mhiu Biru tentu langsung menghampiri sembari memeluk Putranya yang masih terisak sedih.
"Miong, anah?" tanya nya sedih.
Derai air mata itu tentu langsung di hapus oleh Mhiu nya sambil tersenyum.
"Memang di kamar gak ada?"
"Nda, Miong Bum ilang, Mhiu--- hiks hiks" lanjutnya lagi sembari masih menangis.
Bukan kasihan, justru semua yang ada di ruang tengah tertawa gemas pada si Putra Mahkota Rahardian Wijaya tersebut. Tak ada hari yang Rain lewati tanpa Si Ireng.
"Coba di cari dulu yuk, berhenti nangisnya dan ayo tersenyum," ujar MiMoy pada sang cucu laki-laki kesayangannya tersebut.
__ADS_1
Rain yang masih berderai air mata pun mengangguk, ia ikut dengan wanita paruh baya itu ke halaman samping Rumah utama.
"Aga gak ada, apa iya sama Aga?" tanya Aisyah yang baru ingat putranya juga ikut hilang.
"Nah iya, mana dia?" tanya balik Mhiu Biru juga yang ikut panik karna hanya ada SyahRaa dan Embun yang bermain.
"Seinget ku dia main bola barusan," sahut Aisyah yang bangun dari duduk lalu mulai mencari AgaSyah.
.
.
.
"Kamu nda nyebul nyebul ya ucing? apa item banget sih?" tanya Aga sambil menekan pelan hewan berbulu gelap tersebut dengab telunjuk kecilnya.
AgaSyah ZeeRahardian Pradipta itupun tertawa padahal ibunnya sedang sibuk mencari keberadaannya yang ternyata cekikikan sendiri saking gelinya dengan hewan berbulu tersebut.
"Nyebul yuuuuuk," ajaknya yang berusaha mengangkat Si Ireng namun tak kuat.
Kucing kesayangan Rain memang makin hari makin gemuk karna kerjanya hanya makan dan tidur, tak jarang Rain juga di buat kesal karna tak bisa bermain dengan Si Ireng yang terlalu mageran.
"Aduuuuuh, belat belat banet. Oe oe dulu giiiiih," kata Aga yang memaksa Ireng untuk muntah agar jauh lebih enteng saat di gendong.
Tapi hewan berbulu gelap itu meronta saat melihat tuannya datang, Ireng langsung menghampiri Rain saat ia datang bersama MiMoy Hujan.
__ADS_1
"Aga main sama Ireng?" tanya Rain
"Ucing na belat, nda ica gendong lh," jawab Aga yang sebenarnya kecewa.
"Jangan gendong gendong!" Rain yang tak suka langsung memeluk kesayangannya tersebut.
Ia membawa masuk si Ireng sambil di ikuti juga oleh Aga hingga kembali ke ruang tengah. Aisyah begitu lega saat melihat Putranya tersebut.
"Aga dari mana?"
"Ain ma ucing yang nda nyebul nyebul ampe item, Buun."
Mendengar jawaban dari Aga tentu Rain tak Terima, tanduknya menjulang tinggi menandakan jika ia tak suka dengan pengakuan sepupunya tersebut.
"Aga omong apa? sapa yang item nda mandi mandi?" tanya Rain sambil berkacak pinggang.
Bos kecil itu sudah siap murka pada siapapun jika sudah menyangkut hewan kesayangannya.
"Itu Ucing Bum Bum, jiyeeeeeeeeek." Aga tertawa sambil bersembunyi di balik punggung Ibunnya.
"Kamu tuh Jilek!" balas Rain berteriak.
Mendengar dua bocah berdebat saling menjerit kesal tentu membuat Ibun Aisyah dan Mhiu Biru memisahkan keduanya.
.
__ADS_1
.
"Bum Jiyek ama ma Ucing nda nyebul nyebul."