
Hari ini hari dimana para siswa siswi sekolah kembali , setelah berlibur semester 1 dan masuk kembali di semester 2 . niatnya sagara hari ini tidak sekolah , karena menurutnya sekolah hanya itu itu saja tidak ada kegiatan lain selain belajar belajar dan belajar. Tapi dengan paksaan oleh teman temannya , dia rela bangun pagi.
"Bangun anjir udah pagi ". Ucap Baskara di seberang telepon. Baskara ini salah satu temen saga dari kecil yang kerap sekali di panggil Abas olehnya dan temen temennya yang lain.
"bacod". jawabnya singkat , karena pada dasarnya dia dingin dan irit berbicara semenjak kejadian dulu.
"Buruan gue tunggu di tempat biasa".
Dengan segera saga mematikan teleponnya tanpa menjawab apapun. Ia beranjak memakai jaket dan mengambil tasnya lalu pergi ke luar.
Dimeja makan sudah terdapat keluarganya yang sedang sarapan , ingin rasanya abim papanya saga itu kumpul dengan anaknya sarapan bareng dengannya , tapi harapan itu hambur , karena dari dulu saga tidak pernah sarapan bareng ataupun menyapa keluarga barunya itu.
Saga segera pergi keluar tanpa sarapan dan tanpa mengucapkan salam kepada mereka yang ia ucapkan hanya di dalam hati , karena ia masih kecewa dan marah pada papahnya.
Itulah yang saga lakukan setiap hari , tidak pernah harmonis dengan keluarganya. adapun hanya satu kata atau 2 kata yang dia ucapkan tidak lebih dari itu.
Karena menurutnya berbicara panjang lebar dengan keluarganya malah yang ada ingatan ingatan yang dulu kembali hadir dan membuatnya emosi kembali. Jadi menurut dia diam dan irit berbicara itu lebih baik daripada berbicara panjang lebar , yang hanya akan membuat dia hancur dan emosi.
Beda lagi bicara dengan teman temannya , saga suka banyak bicara dengan teman temannya kalo itu pun mood dia lagi baik baik saja. Beda lagi dengan keluarganya mood dia selalu hancur sebagaimanapun.
...••••••...
Di warung babeh Hasan yang ada di belakang sekolahan Nusa abadi itu kerap sekali ramai dan selalu jadi tempat tongkrongan anak anak muda. dan babeh Hasan pula tidak pernah melarang apapun yang dilakukan anak anak yang ada di warungnya itu, meskipun anak anak yang ada di warung babeh ini selalu anak anak yang bandel dan suka merokok di waktu bolos sekolah.
Beda lagi dengan geng saga , mereka anak anak baik kalo moodnya lagi baik, tapi kalo lagi stres ataupun banyak pikiran suka sekali ngerokok apalagi mereka juga suka sekali balapan, menurut mereka balapan adalah hobi , yang bisa menghilangkan rasa stres melanda.
"Cepet amat datangnya ngebut ya Lo?". Tanya Andra Mahardika , teman Sagara yang berbeda kelas.
Saga menghela napas panjang lalu duduk di sebelah Revan, dengan bola mata tertuju pada teman temannya secara bergilir.
"Kenapa sih Lo?". Tanya Andra sekali lagi membuat dia bingung dengan tingkah laku saga hari ini.
Saga menghiraukan ucapan Andra lalu melipat kedua tangannya di atas meja dan dia tertidur di atasnya.
Andra,Revan , dan juga Abas saling pandang dan mengerti sekarang dengan tingkah laku yang aneh tadi. sagara hanya ngantuk. Tidak heran seorang saga awalnya aneh tidak berbicara apapun , itu dia hanya butuh tidur.
Baru 10 menit Saga tertidur suara bel masuk berbunyi begitu keras sampai halaman belakang terdengar di telinga siswa siswa di warung babeh Hasan ini.
__ADS_1
Baru juga saga bermimpi...tiba tiba di ganggu oleh suara yang begitu nyaring di telinganya , mau tak mau saga harus bangun dari tidurnya.
"Kalian duluan aja". 3 kata yang di ucapkan oleh saga membuat ketiga temennya mengerti ucapan saga. Mereka lalu pergi meninggalkan saga di warung babeh Hasan sendiri.
"Nak saga ini ada nasi goreng tadi babeh bikin kebanyakan, di makan ya". Babeh Hasan meletakan sepiring nasi goreng itu di depan saga. Babeh Hasan sudah biasa dengan kehadiran 4 remaja itu di warungnya , 4 remaja ini sudah kerap sekali di anggap sebagai cucunya , apalagi dengan saga, babeh Hasan sudah tau seluk beluk tentang keadaan keluarga saga. dulu babeh Hasan tetangga rumahnya saga di Bandung karena itu dia tau semuanya , kini mereka ketemu lagi di Jakarta dengan saga yang bertumbuh dewasa dan babeh yang udah berumur tua.
Jadi tidak heran kalo saga selalu datang cepat karena tidak pernah sarapan di rumah, dan jalanan tidak macet, kalopun terlambat itu artinya jalanan sedang macet dan saga bangun kesiangan.
"Makasih beh, saga cuci muka dulu".
...••••••...
Pintu gerbang sudah di tutup oleh pak Harto satpam sekolahan, saga terlambat masuk karena tadi makan nasgor dulu pemberian babeh , karena kalo tidak dimakan menurutnya tidak menghargai pemberian babeh , jadi mau tidak mau saga harus memakannya, dan emang lagi kebetulan perut saga kerap sekali berbunyi, jadi kesempatan tidak boleh di hilangkan.
Dengan rasa malu di hadapan semua orang yang lagi upacara pertama , dia harus ikhlas dengan resiko apa yang dia buat, berjemur di panas pagi hari, di liatin banyaknya guru dan para siswa siswi di depan matanya, rasanya saga ingin sekali punya kekuatan menghilangkan diri dari sana , dengan keadaan berdiri tidak melakukan apapun mebuat dirinya kayak patung.
Tapi, rasa malunya kini berkurang karena saga tidak sendirian , melainkan dia ada temen jadi patungnya , siswi yang di sebelahnya membuatnya ingin sekali melihat tapi ia urungkan , pada dasarnya tidak ada gunanya melihat teman hukumannya itu.
Upacara pagi hari pertama sudah selesai dilaksanakan dengan lancar , semua yang ada di lapangan berhamburan menuju kelasnya masing masing.
Tapi tiba tiba Nara jatuh pingsan, Sagara yang ada disampingnya kaget dan langsung memangkunya membawa ke UKS.
Dokter yang ada di uks segera memeriksa keadaan nara, saat itu juga Nara terbangun dengan nafas tidak beraturan, Nara punya asma , jadi mudah kambuh kalau kecapean.
"Lo asma?".
Nara mengangguk lalu tangannya menyuruh Sagara untuk mengambilkan inhaler di tasnya. Sagara dengan cepat mengambilkan di dalam tasnya, lalu diberikan kepada Nara.
pak Budi guru BK datang dan membawa sebungkus bubur ayam di kantong kreseknya.
"Makan dulu Nara, kamu pasti belum sarapan kan jadi kamu pingsan".
"Nara udah sarapan ko pak, makasih". Nara tersenyum lalu memasukkan inhalernya ke dalam tasnya. pak Budi yang melihat ada inhaler kaget tidak tau.
"kamu punya asma?". tanyanya yang di bales anggukkan oleh Nara.
"aduh maaf , bapak kira kamu pingsan gara gara belum makan".
__ADS_1
"tidak apa apa pak".
mata pak Budi teralihkan oleh keberadaan sagara dia kira Sagara tidak ada, karena ini anak diem aja dari tadi, sehingga orang sekitar tidak tau keberadaannya.
"eh ada kamu Sagara".
Sagara tersenyum lalu mengangguk kecil, meski senyumannya di paksakan dia harus tetep bersikap baik kepada orangtua.
pandangan Sagara menoleh ke Nara , Nara dia juga yang melihat Sagara tersenyum.
"makasih ya udah mau nolongin aku". ucap Nara, yang di jawab anggukan oleh Sagara.
"saya permisi duluan".
"ke kelas langsung jangan bolos lagi". ucap pak Budi setelah Sagara berjalan ke arah pintu keluar, Sagara mengacungkan jempolnya lalu menutup pintu uks dan pergi ke kelasnya.
...••••••...
keadaan kelas di 11 IPA 4 sedang ricuh, karena guru pelajaran hari ini sedang cuti , jadi kelas lagi jamkos sehingga murid murid dengan bebas melakukan apa saja yang mereka mau.
"Dari mama untuk Lo". Ucap Azka , adik turinya itu menghampiri ke meja Sagara.
"Gak usah, gue bukan anak TK". Jawabnya ketus.
"Gue taruh di tas Lo ya?". Tanpa menunggu persetujuan saga, Azka meletakkan kotak bekal itu di tasnya, membuat saga kesal lalu merampas tasnya dari tangan Azka , lalu mengeluarkan kotak bekal itu.
"Lo budeg?! Gue bilang gak usah ya gak usah!". Segera saga mengembalikan kotak bekal itu ke tangan Azka dan berlalu pergi dari kelas tidak peduli orang orang yang sedang memperhatikannya.
...••••••...
Gimana cerita part1nya? Kurang panjang atau terlalu panjang nih?
Saya masih bisa menerima kritikkan ataupun masukkan dari kalian sebanyak mungkin gak papa, karena saya masih awal proses pembuatan dalam berkarya. Semoga suka ya sama ceritanya
maaf ya kalau ada kata kata kasar yang membuat kalian gak suka, mohon di pahami dengan bijak dan jangan ditiru gak baik buat dicontoh buat anak anak.
__ADS_1
Next time di part selanjutnya
♡♡♡