Sagara

Sagara
Part 56


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Semua yang di ceritakan Aisyah di dengarnya dengan sangat baik meski sebenarnya Sagara hanya fokus pada wajah Sang istri yang tak bosan ia pandang setiap inci nya. Ada ekspresi bingung, senang, senyum bahkan tanda tanya seolah ada yang di pikirkan oleh wanita itu.


Sedangkan Sagara hanya punya satu ekspresi yaitu bahagia.


"Kamu denger kan aku ngomong apa aja tadi?" tanya Aisyah.


"Tentu, ini aku sampe ngantuk," jawab Sagara yang merebahkan dirinya di tengah ranjang.


Dan dalam hitungan menit pemuda tampan itu tertidur tanpa bicara apa apa lagi. Ia mendengkur halus pertanda sudah ada dalam alam mimpi.


"Apa kamu lelah hari ini?" tanya Aisyah pelan tak berharap ada jawaban karna ia memang asal bicara saja sambil memandangi wajah tampan suami kecilnya.


Jarak hampir 5 tahun membuat Aisyah serasa punya mainan baru sekarang.


Tak ingin menganggu, ia pun turun dari ranjang untuk membersihkan diri. Meski akhir akhir ini sedikit membosankan tapi ia tetap bersyukur karna mungkin ini adalah Ratu yang sebenarnya dalam sebuah pernikahan dan Aisyah akan tetap menikmatinya.


"Ya ampun, beneran tidur," ucap wanita yang tak belum memakai cadar nya itu. Aisyah keluar dari kamar menuju lantai bawah.


Tak tahu harus melakukan apa tapi langkah kakinya malah menuju ruang tengah, semua nampak Sepi dan dingin.

__ADS_1


"Rumah semewah ini, jika tak ada sosok ibu dan istri akan terasa lain memang, pantas Sagara teramat terluka, karna seperti tak bernyawa," tuturnya lagi ikut sedih dengan hawa lain yang ia rasakan, tapi Aisyah yakin jika sebelumnya semua sudut bangunan tersebut menyimpan kenangan.


"Aish--," panggil Sagara yang mengagetkan istrinya sampai ia langsung menoleh.


"Saga-, sudah bangun?"


"Aku lapar, mau makan mie, boleh?" pinta Sagara yang di iyakan Aisyah.


"Tentu, ayo." Tak hanya Sagara, nyatanya Aisyah pun merasa kan hal yang sama hingga ia langsung menerima uluran tangan suaminya.


Keduanya pun langsung menuju dapur bersih yang di saat sampai di hampiri oleh dua pelayan dan kepala pelayan.


"Kami ingin buat mie, ada dimana ya?" tanya Aisyah.


"Nona dan Tuan silahkan tunggu, biar pelayan yang akan buatkan," jawab Kepala pelayan berkaca mata sembari memberi kode pada dua wanita di belakangnya.


"Jangan! biar saya masak sendiri, tolong siapkan saja bahannya," cegah Aisyah, sebisa mungkin jika suaminya yang minta ia akan memasaknya sendiri meski semampu dan sebisanya


Bukan menjawab, Kepala pelayan langsung menoleh kearah Sagara yang memberi jawaban lewat anggukan kepala, mereka pun lekas melakukan perintah Sang Nona muda untuk menyiapkan segala sesuatunya.


"Apa ini cukup, Nona?" tanya Kepala pelayan memastikan.

__ADS_1


"Iya, ini juga sudah banyak, terima kasih," ucap Aisyah, ia tinggal memasak apa yang sudah di persiapkan yaitu dua bungkus Mie instan bersama teman temannya.


"Mau ku bantu?" bisik Sagara yang sepertinya sekarang punya hobby baru yaitu mengagetkan istri nya dengan cara memeluk dari belakang tiba-tiba.


"Hem, boleh."


"Apa? apa yang bisa ku lakukan untukmu?" tanya pemuda tampan itu dengan suara berat.


"Cukup diam dan tunggu sampai mie nya matang. Itu sudah cukup membantuku," sahut Aisyah, apa yang kini sedang di lakukan Sagara sungguh membuat ia sulit bergerak. Bukan karena pelukan yang erat tapi Aisyah yang sudah mulai salah tingkah.


"Tapi aku tak ingin hanya sekedar menunggu," rengek manja Sagara.


"Lalu kamu ingin apa?" tanya Aisyah yang sudah lemas dengan bisikan bisikan Sagara.


.


.


.


Hem, menyembunyikan sosis dan telur dalam tumpukan Mie, bagaimana??

__ADS_1


__ADS_2