Sagara

Sagara
Season 2


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


"Aku tahu jika yang mencintaimu bukan hanya aku.. tapi yang mencintaimu saat kamu mencintai orang lain itu --, AKU," jawab Agam yang kata katanya bagai petir bagi SyahRaa.


"Jangan pernah lanjutkan perasaanmu itu."


Agam hanya tersenyum simpul hingga kedua lesung pipinya jelas terlihat, tak ada yang tak terpesona saat melihat itu kecuali tuan putri Pradipta selama ini.


"Bagaimana jika permintaan itu pun aku minta padamu, Raa? bisakah kamu menghentikan rasa itu padanya?" tanya Agam yang pembawaannya selalu tenang.


SyahRaa kembali diam, Chris yang tak pernah lepas dari pikirannya kini semakin di rindukan apalagi entah sampai kapan ia ada di kampung halaman Ibun.


"Rasaku akan tetap sama! Tak akan ada yang bisa menggantikan posisinya dalam hatiku!" SyahRaa langsung bangun sambil bicara tegas di hadapan Agam


"Aku juga tak yakin bisa menggantikannya, tapi aku yakin bisa menggesernya dalam hatimu," balas Agam yang ikut berdiri juga dari duduknya.


SyahRaa yang kesal akhirnya meninggalkan pria itu di teras tanpa pamit lagi. Mau pulang atau tidak itu sudah bukan urusannya lagi sekarang.


.

__ADS_1


.


.


Braaak...


Pintu kamar dibanting SyahRaa dengan cukup keras sampai adiknya yang sedang berbaring di sofa depan TV terlonjak kaget dan pastinya langsung mengomel pada sang kakak yang langsung menghilang di balik benda bercat coklat tersebut.


"Si kakak marah marah terus, Aga do'ain bucin tingkat dewa sama mamasnya awas ya!" teriak Aga saambil mengusap dada karna kaget tadi.


Sedangkan SyahRaa tak perduli, ia meraih tasnya lalu mengambil ponsel yang ada di dalam sana. Ada satu lagi ternyata pesan dari Christ yang belum ia baca yang terkirim 15 menit yang lalu.


"Assalamu'alaikum, Christ," sapa SyahRaa yang langsung menangis bahkan tak sanggup untuk bicara apapun saat teman terbaiknya itu membalas salamnya barusan.


"Aku mau kamu," lirih SyahRaa sambil terisak dan itu sangat mengagetkan Christ.


"Cantiknya aku kenapa, hem? apa kakek drop lagi, Ra?" tanya Christ dan SyahRaa malah menggelengkan kepalanya seolah pria itu ada depannya.


"Ra--," panggil Christ lagi setelah beberapa saat sampai gadis kesayangannya sanggup bicara.

__ADS_1


"Aku aku kamu, apa itu salah? semua orang suruh aku lupain kamu! aku harus gimana lagi biar semuanya ngerti kalau aku gak bisa!" teriak SyahRaa sembari memukul dadanya.


"Kamu capek ya? gimana kalau belajar buat lepasin aku lagi?" tawar Christ yang sama sakitnya tapi dalam hubungan tanpa Ikatan ini SyahRaa yang paling sakit karna Christ adalah anak rantauan. Keluarga besarnya tak tahu banyak tentang kehidupan pribadinya selama di ibu kota, mereka hanya tahu pemuda baik nan tampan itu sibuk kuliah dan bekerja paruh waktu untuk menambah biaya hidup yang tak sedikit.


Bukan sekali, mereka sudah berulang kali belajar asing tapi hasilnya nihil. Entah kurang berusaha atau memang cinta yang tetap membawa mereka ke arah pulang ke hati yang sesungguhnya.


"Iya, aku capek. Kalau aku gak sama kamu, aku juga gak mau sama yang lain," rengeknya dan Christ tersenyum karena ia sambil membayangkan wajah SyahRaa yang ia rindukan padahal baru 2 hari tak bertemu.


"Jangan bilang begitu, sudah Tuhan persiapkan jodoh untukmu, atau mungkin sudah di kirimkan dan ada di sekitarmu."


"Iya, kamu, maunya kamu!" tugasnya keras kepala seperti biasa.


.


.


.


Aku paham, Raa.. bahkan aku juga punya rasa takut yang sama, aku takut wanita yang kucintai ini ternyata benar-benar tak bisa aku miliki, sedang pria yang tak kamu cintai justru bisa hidup menua bersamamu hingga nanti. Karna, yang berjuang biasanya akan kalah dengan yang memperjuangkan....

__ADS_1



__ADS_2