Sagara

Sagara
Part 59


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Sesuai janji Sagara, kini pasangan suami istri yang baru mengarungi bahtera rumah tangga dalam hitungan hari itu pun pulang ke kota B. Dengan mengendarai mobil mereka tak lebih dulu memberitahu Ibu dan Bapak sebab Aisyah ingin memberikan kejutan pada orang tuanya, meski tak mengatakan rindu tapi sebagai anak ia bisa merasakan meski hanya lewat nada bicara saat mengobrol lewat sambungan telepon.


"Mau di bawain apa? masa iya gak bawa apa apa?" tanya Sagara setelah keluar dari jalan tol dan kini sudah ada di jalan raya biasa.


"Hem, apa ya? bingung aku juga," jawab Aisyah yang duduk di kursi penumpang tepatnya di samping suami kecilnya yang masih fokus menyetir.


"Ibu sama Bapak sukanya apa? mau beli kue atau buah?"


Aisyah masih saja diam, ia masih nampak berpikir tentang apa yang akan ia berikan pada Orang tuanya sebagai buah tangan.


"Aku juga bingung, nanti aja deh disana tanya Ibu, mereka tinggal hanya berdua aku hanya takut mubazir," ucap Aisyah yang pasrah karna tak menemukan ide apa pun.


Sagara hanya mengangguk, jangankan ia yang hanya sebatas menantu terbukti jika anaknya saja kebingungan karna keluarga mereka tak pemilih dalam hal apapun.


Sisa perjalanan dihabiskan oleh pasangan suami istri tersebut sambil mengobrol dan Mencari-cari mungkin ada yang bisa di beli untuk Ibu dan Bapak rumah. Tapi semua tetap nihil karna tak terasa mobil mewah Tuan Muda Pradipta itu sudah masuk kedalam halaman rumah berlantai dua yang tak lain adalah milik orang tua Aisyah Nura.


"Ada tamu ya?" tanya Sagara sambil menoleh kearah istrinya yang justru sedang diam mematung.

__ADS_1


"Aish, kamu kenal tamunya, hem?"


Tetap tak ada jawaban, Sagara pun meraih tangan istrinya, dan barulah lamunan wanita bercadar itu bubar.


"Kamu kenapa? kenal sama mereka?" tanya ulang Sagara yang penasaran dengan sikap aneh istrinya.


"Hem, iya. Aku kenal." Aisyah menjawab setelah ia merasa cukup tenang. Tak ada gunanya menghindar karna mobil yang sedang ia tumpangi ini sudah jelas terlihat.


Jika sudah begini, rasanya Aisyah sangat menyesal tak mengabari orangtuanya jika akan pulang ke rumah mereka hari in.


Sagara yang menaruh sedikit curiga langsung menepis rasa itu saat ia turun dari mobil lebih dulu lalu berjalan ke pintu samping kanan untuk membukanya, Aisyah yang ikut turun juga langsung bergelayut di lengan Sang suami.


Jangan harap pria keturunan Singa itu akan membiarkan wanita halalnya turun dan membuka pintu kendaraan mewah mereka sendiri apapun yang sedang terjadi termasuk saat berselisih paham sekalipun, memuliakan pasangan adalah hal utama bagi mereka.


"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh," jawab Bapak serta seorang pria dewasa berkaca mata.


"Loh, kenapa gak kabari Bapak? apa Ibumu tahu?" tanya pria baya tersebut yang kaget dan ingin juga melayangkan protes jika saja ia adalah satu-satunya orang yang tak tahu dengan rencana kepulangan putri bungsunya.


"Tidak, Pak. Aish tak bilang pada siapa pun, " jawabnya setalah mencium takzim punggung tangan Bapak yang bergantian dengan Sagara.

__ADS_1


"Ya sudah, kalian masuk saja dulu, Ibu ada di kamar," titah Bapak yang mulai tak enak hati.


"Iya, Pak."


Aisyah masuk seorang diri karna Sagara penasaran dengan pria yang tak memperkenalkan dirinya sama sekali tersebut. Barulah ia duduk nyatanya Bapak malah bangun karna harus mengangkat telepon dari Pak Kyai.


"Bapak tinggal sebentar ya, kalian ngobrol saja dulu," ucap basa basi Bapak.


Sepeninggal pria baya tersebut kini tinggal Sagara yang ada di teras bersama pria berkacamata yang menatapnya penuh arti hingga satu pertanyaan pun berhasil di Layangkan oleh Si Duda beranak satu tersebut.


"Kamu, siapanya Aisyah?" Haris tentu hanya ingin memastikan sebab jelas jika yang bersama wanita incarannya barusan adalah seorang laki-laki muda yang sialnya masih memakai seragam sekolah karna mereka pergi benar-benar sepulang Sagara menuntut ilmu.


"Suaminya, kenapa?" tanya balik Sagara dengan tampang tengil dan percaya diri.


"Suami? Aisyah menikah dengan anak kecil murid SMA?"


.


.

__ADS_1


.


Enak aja anak kecil.. mau kecil begini juga udah bisa bikin anak kecil, PAHAM?!


__ADS_2