
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Tok.. tok.. tok...
"Saga--- , Mommy beli pesawat untuk istrimu, Sayang!"
Nyonya besar pradipta itu terus mengetuk pintu kamar cucunya, ia meluncur dari rumahnya sendiri saat Sang kakak bercerita tentang Aisyah.
Sedang yang di dalam kamar mulai panik karna gedoran itu kian kuat dan berisik.
"Jilbab ku, jilbabku mana ya?" tanya Aisyah yang langsung bangun dari duduknya. Ia sepertinya lupa jika usai mandi belum mengambil penutup kepalanya dari lemari.
"Sayang, ini gimana?" Sagara yang masih mengelus Si SosTel tentu di buat kesal, cukup lama ia menunggu giliran untuk di lahap tapi malah di kacaukan oleh Mommy.
"Masukin, aku mau buka pintu!" titah Aisyah saat Si daging kenyal masih melambai ke arahnya.
"Gak!" tolak Sagara.
"Masukin!" titah ulang wanita itu.
"ENGGAAAAAAAAAK!!!" Sagara benar-benar jengkel karna rasa tak sabarnya untuk menikmati rasa geli geli sedap berganti dengan sakit yang tak berdarah.
"Mau di masukin atau ku sentil?!" ancam Aisyah yang langsung membuat Sagara menelan salivanya kuat kuat.
__ADS_1
Entah dimana kelembutan wanita itu kini, pikir Sagara.
Melihat Si SosTel sudah kembali masuk kedalam sarangnya, Aisyah buru-buru membuka pintu setelah ia juga merapihkan diri, hijab dan cadar tak lupa ia pakai karna taku ada Daddy Ricko juga yang datang.
Ceklek.
"Assalamu'alaikum, Mom."
"Waalaikumsalam salam, suamimu mana?" tanya Mommy langsung tanpa basa basi.
"Ada di dalam Mom," jawab Aisyah sambil menggeser berdirinya lalu membuka pintu kamar lebih lebar.
Mommy dan Daddy pun segera masuk, dan itu bertepatan dengan cucu mereka yang baru keluar dari kamar mandi. Tanpa A B C D wanita yang hidupnya bergelimang harta itupun langsung menjewer telinga cucu laki-laki mya tersebut.
Daddy Ricko dan Aisyah ikut meringis seperti Sagara yang kini sedang kesakitan, Mommy yang bar bar tentu jewerannya bak kepiting.
"Apa sih, Mom!"
"Ngapain kalian jauh jauh Ke Bandara setiap hari? tinggal beli aja terus taro depan Aisyah, beres kan!" jawab Mommy yang kini sudah berdecak pinggang.
Aisyah yang mengira salah dengar pun mendekat kearah Mommy yang sedang mencubiti suami kecilnya itu.
"Beli apa, Mom?" tanya Aisyah bingung dan ingin memastikan apa yang di ucapkan Nyonya besar Pradipta tersebut.
__ADS_1
"Pesawat!"
Dirasa Sagara mungkin tak paham juga, Aisyah pun menoleh kearah Mantan Duda Glowing yang raut wajahnya datar seolah tak terjadi apapun padahal cucu laki-lakinya sedang di aniaya.
"Kamu kenapa gak bilang kalau suka liat pesawat sih, Sayang? kan bolak balik Bandara itu capek," ucap Mommy, tangan yang sebelumnya di pakai untuk menjewer dan mencubit Sagara kini ada di wajah Aisyah, ia menangkupnya dengan penuh sayang dan lembut hingga membuat hati Aisyah terharu.
"Hem, gak apa-apa, cuma seneng aja liat Pesawat maju mundur terus muter lalu terbang tinggi," jawab Aisyah, meski wajahnya tertutup cadar tapi siapapun yang melihat nya pasti sudah tahu jika ia bercerita dengan sangat antusias dan senang.
"Besok gak usah kesana lagi ya, nanti kamu bisa liat pesawatmu sendiri, Ok."
"Pesawatku? aku gak punya Pesawat, Mom," jawab Aisyah.
"Daddy, Pesan Pesawatnya sekarang, biar Aish yang pilih mau yang kaya gimana," titah Mommy pada suaminya.
"Siapa yang bayar?" tanya Sagara tiba-tiba, hal ini sudah biasa terjadi jadi ia tak aneh saat membeli pesawat justru seperti membeli permen kaki.
.
.
.
Kamu lah, emang Daddy naro SAHAM??
__ADS_1