Sagara

Sagara
Season 2


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Bruumm...


Deeva yang baru menyala kan mesin motornya menoleh saat ada motor lain juga baru datang di sebelahnya, ia adalah Ronald si ketua geng motornya yang cukup di takuti di area balap liar.


"Mau kemana lo?" tanya pria itu dengan tatapan sinis.


"Balik," jawab Deeva singkat dan jelas.


"Cih, sok alim sekarang ya, kuliah selesai mau langsung balik. Mau jadi cewe baik baik lo, hah?" sindir Ronald.


Sudah berkali-kali Deeva tak pernah lagi ikut nongkrong bersama dengan teman temannya, bahkan ke sirkuit pun kini bisa di hitung dengan jari dalam hitungan menit saja, tak pernah menunggu sampai balapan selesai dan itu membuat Ronald dan temang satu gengnya kesal atas perubahan Deeva.


"Gue lagi capek, pengen mandi dan tidur," alasannya lagi padahal ia hanya ingin sedikit mengurangi waktu bergaul bersama dengan teman temannya.


Deeva lebih senang mengobrol dengan Aga lewat telepon atau video call jika di kosannya di banding kumpul tak jelas lagi, apalagi kuliahnya juga sedang padat padatnya, ia ingin lulus tepat waktu sebagai pembuktian jika ia anak yang bisa di andalkan.

__ADS_1


"Klise banget alasan lo! mau pacaran ya sama anak berondong itu?" ledek Ronald yang kali ini sambil tertawa dan itu membuat Deeva geram bukan main.


Tapi, tak ingin ada keributan karna Ronald tak pernah pandang bulu dengan lawannya, Deeva pun memilih pergi tanpa berkata apa pun lagi.


.


.


.


Perjalanan yang hampir 60 menit itu di lewati oleh Deeva hingga sampai ke kosannya, ia memang tinggal sendiri semenjak dua tahun lalu tepatnya setelah pertengkaran hebat dengan kedua orang tuanya.


"Aga--," seru Deeva sambil tengok sana sini, dan baru sadar seperti nya teman laki lakinya itu sedang menjadi pusat perhatian.


"Hai, Dee--," balas putra mahkota Pradipta itu sambil bangun dari duduknya.


Deeva tentu langsung menarik tangan Aga agar bisa menjauh dari perkumpulan penghuni kos yang lain.

__ADS_1


"Kamu kok kesini, ada apa?" tanya Deeva yang tak pernah berpikir jika Aga akan datang ke kosannya.


"Ada yang kangen," kekeh Aga, dia yang jujur dia juga yang tersipu malu hingga membuat Deeva gemas melihat tingkahnya itu.


Meski ada di tengah ibu kota, tapi kos an tempat tinggal Deeva di larang keras membawa tamu yang bukan orang tua atau saudara kandung masuk ke dalam kamar, karna di sana sudah di sediakan ruang ruang untuk berkumpul atau sekedar mengobrol. Semuanya memang terkesan ketat namun tetap nyaman untuk semuanya sebab Kosan tersebut tak lain milik Si Buaya Cengeng.


"Bayi besar ganteng banget sih, kan aku jadi pengen cium," goda Deeva yang paling senang jika sudah bercanda seperti itu karna biasanya Aga akan kabur duluan.


"Deeva jangan macem macem ya," ancam Aga dengan tatapan tajam.


"Hahaha, enggak kok cuma satu macem. Boleh ya cium," rayu Deeva lagi yang tentu hanya menggoda.


.


.


.

__ADS_1


Gak... Deeva itu belum halal ih...



__ADS_2