Sagara

Sagara
Season 2


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


SyahRaa yang baru pulang dari kampus dengan wajah sembab langsung masuk ke dalam kamarnya, selagi tak ada Ibun di lantai atas atau bawah karna tebakannya wanita itu pasti sedang berada di kamarnya saat ini.


Cek lek


Pintu bercat putih itu pun langsung terbuka lebar, SyahRaa yang seolah belum puas menumpahkan rasa kecewanya pun langsung membanting tubuhnya di atas ranjang. Remasan pada bantal dan selimut adalah satu-satunya yang bisa ia lakukan sekarang untuk melupakan kekesalan.


"Kenapa kamu jadi alasan atas luka dan bahagia ku Christ?" lirihnya sambil terisak pilu, namun tangis itu berhenti saat mendengar suara samar-samar dari dalam tasnya yaitu getar ponsel.


Drrrt... Drrrt.. Drrtt....


SyahRaa tak menghapus air matanya sama sekali saat melihat sebuah nama di depan layar benda pipihnya itu.

__ADS_1


"Iya, Christ," jawab SyahRaa.


"Kamu sudah di rumah, Raa?" tanya pria itu seperti biasa, usai bertemu ia akan langsung menghubungi teman wanitanya tersebut hanya untuk memastikan SyahRaa sudah di rumah dengan keadaan baik baik saja.


"Sudah, aku baru saja sampai," sahut SyahRaa dengan suara parau khas orang sedang menangis, sedangkan di sebrang sana Christ pun hanya bisa tersenyum getir.


Padahal, awalnya ia tak ingin menelepon SyahRaa namun hal ini adalah kebiasaan yang selalu ia lakukan bahkan sejak pertama tahu nomer ponsel gadis itu, dari hal dan bentuk perhatian kecil seperti ini lah yang akan sangat sulit mereka lupakan apa lagi di tinggalkan, akan butuh proses panjang untuk tak lagi terbiasa bersama.


"Syukurlah, aku tenang jika kamu sudah di rumah. Hapus air matamu ya, Cantik. Aku benar benar tak suka membayangkan wajah cantik mu yang berderai air mata. SyahRaa ku kuat, manis, ceria, manja dan juga penuh pehatian, betulkan?" goda Christ, si pemilik suara yang selalu memberi rasa damai pada hati dan pikiran SyahRaa saat begitu banyak rasa yang menyesakkan dadanya.


"Kamu tahu, aku mencintaimu tanpa karena kan?, usai tidaknya cintaku padamu, biarkan itu jadi urusanku dan Tuhan yang sudah menitipkan rasa ini," jawab Christ, andai SyahRaa tahu jika pria tampan itu harus rela terluka di bagian bibir bawahnya agar tetap terdengar tenang mungkin tangis SyahRaa akan semakin pecah, itulah alasan Christ selalu menyembunyikan sakitnya sendiri.


Tapi, belum juga SyahRaa menjawab justru terdengar suara ketukan pintu yang mau tak mau membuat pasangan itu harus menyudahi obrolan mereka. SyahRaa yang meletakkan ponselnya fi atas nakas buru buru mencuci wajah agar tak ada yang tahu seberantakan apa wajah dan hatinya.

__ADS_1


Cek lek


"Ibun? aku kira gak di rumah," ucap SyahRaa yang nampak kaget dengan sosok di depan nya saat ini.


Wanita bercandar dengan warna coklat muda itu pun tak lantas tak menjawab, ia perhatikan setiap inci wajah anak sulung perempuan nya itu hingga yakin jika kedatangannya kali ini benar benar tepat.


"Bun--, ada apa?" tanya SyahRaa lagi yang bingung karna pemilik surga nya itu tak bicara satu kata pun padanya, Ibun hanya diam dengan tatapan yang membuat SyahRaa panik sendiri.


.


.


.

__ADS_1


Ada yang ingin Ibun dan PanDa bicarakan denganmu, Kak...


__ADS_2