
🍂🍂🍂🍂🍂
Sagara yang masih tertawa di dalam kamar benar benar membuat Aisyah kesal hingga membuatnya terus memukuli sang suami dengan bantal tanpa ampun.
"Apa sih, Sayang! sakit tau," keluh Sagara yang justru kian gemas dengan wanita halalnya yang merengut kesal.
"Jangan macam macam ya! awas kalau sampai Mas Saga hasut Aga buat nikahin Deeva secepatnya," ancam Aisyah.
"Nikahin, Bun. Nikah itu ibadah," kekeh Sagara lagi.
Sebelum bicara lebih serius tentang sang putra, Sagara lebih dulu menciumi telapak dan punggung tangan istrinya. Ia paham betul perasaan Aisyah yang panik saat anak bungsunya itu merengek karna katanya sudah ternoda.
Ya, ini kali pertamanya Aga di sentuh seorang wanita yang bukan sudarinya atau di luar kondisi Urgent, bahkan untuk berjabat tangan saja Aga memilih menangkup tangannya di depan dada, tentu hal tersebut ia contoh dari PanDanya yang selama ini selalu dan masih menjaga jarak dengan lawan jenis.
"Biarkan mereka sekolah dulu, Mas, ku mohon," ucap lirih Aisyah yang masih kekeuh ingin kedua anaknya fokus dan lulus tepat waktu sama sepertinya.
__ADS_1
"Iya, Sayang. Kamu tenang aja ya, nanti kita bicara lagi dengan bayimu itu," sahut Sagara yang kini tak kuasa lagi menahan untuk tidak mencium kedua pipi istrinya yang berakhir di bibir, Sagara bisa bebas melakukan itu karna Aisyah tak pernah memakai cadarnya jika sedang bersama sang suami di dalam kamar.
"Jika Aga masih memaksa, kita bisa ikat Deeva, karna kita juga harus menghargai dan memikirkan perasaan SyahRaa, Mas."
"Iya, bagaimana dengannya? dia belum cerita apa pun lagi padaku," tanya Sagara pada wanita yang jauh lebih dewasa 5 tahun darinya.
Kisah AgaSyah memang sedikit banyak mengulang kisah cintanya, jadi tak salah jika Sagara tak masalah saat putra bungsu nya itu ingin menghalalkan seorang gadis padahal umurnya saja belum genap berkepala dua.
"Tak ada yang berubah, mereka masih berhubungan, Mas," jawab Aisyah yang juga di buat pusing dengan kisah cinta si sulung yang tak akan menemukan ujung jika tak ada keajaiban di antara mereka.
"Ya sudah, mereka masih muda, anggap ini sebuah pelajaran sebelum mendapatkan jodoh yang sebenarnya."
"Agam maksud Mas Saga?" tanya Aisyah.
"Mana ku tahu, yang punya cerita kan bukan aku!"
__ADS_1
Aga yang juga berada di dalam kamar, masih sibuk menghubungi Deeva yang sudah 18 kali di telepon tapi tak sekali pun di angkat oleh wanita kesayangannya.
"Kemana sih?!" omel Aga yang tak bisa tinggal diam karna ia terlalu khawatir dimana dan sedang apa Deeva saat hingga tak seperti biasanya begitu sulit di hubungi.
Ia masukkan si benda pipih kedalam saku celana, kemudian meraih kunci mobilnya. Niatnya malam ini ia akan pergi ke kost an Deeva yang tak lain itu adalah milik PapAy.
Tanpa pamit pada Ibun dan PanDa karna malam sudah terbilang larut, ia langsung pergi begitu saja. Tak ada hal lain dalam pikiran Aga kecuali Deeva dan Deeva yang tanpa kabar sejak sore.
Tak sampai 60 menit, kendaraan mewahnya sudah terparkir di area yang jika sudah malam akan penuh oleh penghuni kost. Aga yang belum juga bisa menghubungi Deeva memilih bertanya pada penjaga kost yang ada di dalam post.
"Malam, Pak. Maaf ganggu," ucap Aga pada paruh baya yang sedang menyesap kopinya.
"Eh, Den Aga, iya Den, ada apa?" yang pak Satpam yang langsung bangun dari duduknya.
"Deeva ada?" tanya Aga tanpa basa basi lagi.
__ADS_1
Non Deeva kayanya sore tadi ada yang jemput, Den.