
🍂🍂🍂🍂🍂
Kuda...
Ya, hewan berkaki empat itu sudah di dapatkan oleh Segara tentu itu semua ada campur tangan Papah, Daddy dan Mommynya.
Apapun yang di inginkan oleh Aisyah akan selalu di turuti sampai Sagara harus berpikir jika..
"Mereka tuh udah kaya JIN," kekehnya sendiri saat mematikan panggilan teleponnya dengan papah Zico.
"Saga, kudanya udah ada belum? ada yang nawarin tapi adanya hitam dan putih, apa dua dua nya aja ya di beli?" kata Bapak saat masuk kedalam rumah lalu menghampiri Sang menantu yang duduk di kursi meja makan,
"Banyak amat, Pak!" balas Sagar kaget.
Satu saja akan ia cicil sehari 2ribu, dan Bapak malah menawarinya 2 sekaligus.
"Kan bagus kalau sepasang, hitam dan putih," sahut pria baya itu sambil terkekeh.
"Satu aja, Pak. Nanti besok pagi di kirim kesini," jawab Sagara.
"Wah, udah ada ya? syukur kalau begitu. Bapak ikut Seneng karna Aisyah juga pasti bahagia ngidamnya keturutan."
"Iya, alhamdulillah, Pak," sahut Sagara yang jadi ikut ikutan nyengir ala ala Kuda.
Ia yang lemas menaruh kepalanya diatas meja makan yang hanya ada air putih dalam teko dan 3 gelas kaca. Seandainya ada makanan pun rasanya ia tak akan napsu untuk menikmati apapun itu yang tersaji.
__ADS_1
"Kerjaan si SosTel kelaperan mulu nih, bikin bangkrut," gumam Sagara, andai di dengar oleh istrinya air dalam teko pasti pindah ke wajah tampannya saat ini.
"Kak Sagaaa---," teriak Anti, si gadis remaja yang datang bersama dengan Aisyah.
"Kudanya ada?" tanya Aisyah sambil meletakkan kantong kresek berwarna putih.
"Beli apa?" tanya balik Sagara yang tak menjawab pertanyaan istrinya, ia fokus dengan yang kini sedang di keluarkan oleh si Bumil.
"Aku tanya barusan loh, Sayang."
"Adaaaaa, besok di anterin," jawab Sagara kesal.
"Coklat kan? aku mau rambutnya yang panjang," pinta Aisyah yang sudah mengkhayal lebih dulu.
Sagara hanya mencibir, melihat istrinya yang sedang senyum senyum di balik cadar sudah sangat membuatnya sangat kesal.
Tapi, semua ini juga demi ranjangnya agar tetap. berderit sebelum masa 40 hari datang.
.
.
.
Saat di beri tahu kudanya akan datang, Aisyah terus saja gelisah seperti anak kecil yang di janjikan mainan baru, bahkan tidur pun ia hanya guling sana guling sini dengan mata enggan terpejam. Untung saja suaminya tak terganggu karna pastinya ia sudah kenyang ketika Si SosTel dan mie keriting beradu.
__ADS_1
Dan, betapa senangnya wanita itu saat mendengar ponsel suaminya berdering diatas nakas, ada nama papa mertunya disana yang ia yakini pasti akan membahas tentang Si kuda.
"Sayang, ayo, bangun! Papa telepon loh." Aisyah terus menggoyang tubuh suaminya yang masih terlelap padahal matahari sudah tinggi.
"Hem, angkatlah," jawab pria itu dengan nada malas.
Aisyah yang sudah mendapat izin langsung menggeser icon berwarna hijau di layar benda pipih milik Sagara.
"Assalamualaikum, Pah."
"Aish, Saganya ada?" tanya papa yang entah ada dimana.
"Hem, masih tidur, pah," jawab Aisyah.
"Oh, ya sudah. Katakan saja jika Kudanya sudah ada tapi tak dikirim ke rumahmu melainkan ke lapangan PonPes," jelas Papa Zico yang sangat-sangat membuat Aish senang.
"Iya, Pah. Terimakasih banyak."
Setelah panggilan berakhir, ia kembali membangunkan Sagara yang tetap tak mau membuka mata hingga satu ancaman di layangkan oleh Aish.
.
.
.
__ADS_1
Bangun, atau kamu dan Kuda tukar posisi tidur...